Trending News

Blog Post

Album of The Day: Lawson – Chapman Square
Album of The Day

Album of The Day: Lawson – Chapman Square 

Released by: Universal Music Indonesia

Perkenalkan Lawson, sebuah band asal London, Inggris, yang terdiri atas empat pemuda, Andy Brown (vokal, gitar akustik), Ryan Fletcher (bas, vokal latar), Joel Peat (gitar, vokal latar) dan Adam Pitts (drums). Penampilan mereka mungkin akan lebih terlihat seperi boyband, namun percayalah, mereka adalah sebuah grup musik yang mengandalkan kemampuan mereka memainkan instrumen dalam menghadirkan lagu-lagu mereka, meski setelah menyimak album debut mereka, Chapman Square, sulit untuk menafikan jika musik mereka yang mereka usung pasti akan menarik perhatian dari penikmat musik pop.

Namun, ini bukan berarti hal yang jelek, karena bagaimanapun album pop yang berhasil adalah album yang berisi lagu-lagu yang catchy, easy listening dan menyenangkan untuk disimak kapan saja diperlukan. When She Was Mine merupakan single pertama yang mereka kenalkan. Sebuah awal yang cukup menjanjikan. When She Was Mine ini sedikit mengingatkan akan lagu-lagu pop-rock yang dulu banyak beredar di akhir dekade 90-an. Dengan nuansa retro dan sekaligus pendekatan kekinian, single ini memang terdengar sangat renyah di kuping.

Single kedua yang mereka perkenalkan adalah Taking Over Me, sebuah nomor pop-uptempo yang renyah, memakai melodi yang manis dan sangat gampang dicerna. Notasinya sederhananya saja dengan hook di chorus yang kuat. Sedangkan single ketiga yang mereka lepas adalah sebuah nomor balada (kind of) mid-tempo manis bergaya power-pop, Standing in The Dark pasti akan segera bisa mengundang rasa galau yang akut. Apalagi kalau menyimak versi akustik dari single ini, tak kalah dari versi full bandnya. Meski vokal Andy Brown masih kental dengan nuansa rock, namun ia cukup prima untuk menghembuskan aura kesenduan di dalam lagunya. Sangat mengundang perhatian.

Selanjutnya Chapman Square memang diisi oleh banyak nomor manis yang pastinya entah itu akan akan menghanyutka perasaan pendengar atau mengajak bersantai dalam riuhnya musik mereka. Kadang-kadang mereka terdengar seperti The Script, sebut saja dalam lagu seperti Everywhere You Go atau Stolen, terkadang mengingatkan akan Snow Patrol, seperti yang bisa disimak dalam track Gone atau Make It Happen.

Tapi Lawson memiliki banyak momen mereka tersendiri kok. Waterfall adalah sebuah nomor rock yang berbalut sentimen melankolis yang prima, sebuah anthem galau berbalut distorsi gitar. Atau simak saja nomor-nomor pop murni yang mengandalkan synth sebagai sajian utama, Learn to Love Again yang anthemik dan tampaknya terpengaruh oleh trend elektro-pop. Jika tidak mengenal siapa yang menyanyikannya, niscaya kita akan mengira jika lagu ini dinyanyikan oleh The Wanted misalnya. Kehadiran nama produser beken, Carl Falk dan Rami Yacoub, mungkin juga berperan penting untuk menghadirkan sensasi elektro-pop tadi.

Sebenarnya tidak perlu heran juga jika Lawson terdengar sangat nge-pop, karena Andy Brown dulunya sempat menjadi anggota sebuah boyband bernama Avenue bersama salah satu personel The Wanted, Max Georges, sehingga tampaknya nuansa pop ringan masih hadir menyelubungi lagu-lagu yang ditulis oleh Brown. Yep, kelebihan Lawson adalah mereka memiliki vokalis yang tidak hanya juara bernyanyi namun juga memiliki bakat dalam menulis lagu, sehingga seluruh lagu di dalam album ini menempatkan nama Brown sebagai penulisnya.

Album ditutup dengan single balada minimalis-akustik cantik berjudul The Girl I Knew. Vokal yang penuh perasaan membuat lagu ini menjadi sangat ampuh dalam membetot perasaan para pendengarnya. Sebuah penutup yang pas sekali.

Chapman Square juga menghadirkan versi deluxe yang menampilkan empat lagu lain yang menguatkan aksen pop-rock mereka, yaitu Anybody Out There?, Who You Gonna Call?, Red Sky dan Touch serta versi akustik dari Taking Over Me dan When She Was Mine.

Ditengah banyaknya band pengusung pop-rock yang banyak beredar di skena musik akhir-akhir ini, Lawson bisa dibilang tampil dengan cukup mencolok. Chapman Square mungkin tidak memiliki materi yang memiliki semangat artistik tinggi, namun semangat pop yang mereka usung tampaknya cukup berhasil menarik perhatian ditengah boomingnya boyband saat ini. Oleh karenanya, tidak heran jika lagu-lagu pop menjadi andalan utama. Dan sebagai musisi pop, rasa-rasanya tugas mereka cukup berhasil dijalankan.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Standing in the Dark” 3:23
2. “Gone” 4:10
3. “Taking Over Me” 3:10
4. “Everywhere You Go” 3:14
5. “Waterfall” 3:20
6. “When She Was Mine” 3:38
7. “Make It Happen” 3:46
8. “Learn to Love Again” 3:25
9. “Stolen” 3:55
10. “You’ll Never Know” 3:37
11. “You Didn’t Tell Me” 3:26
12. “The Girl I Knew” 3:59
Deluxe Edition
13. “Anybody Out There?” 2:44
14. “Who You Gonna Call?” 3:20
15. “Red Sky” 3:16
16. “Touch” 3:37
17. “Taking Over Me” (Acoustic) 3:18
18. “When She Was Mine” (Acoustic) 3:49

Related posts

Leave a Reply