Trending News

Blog Post

November Artist Highlight – Mika
Reviews

November Artist Highlight – Mika 

Image and video hosting by TinyPic

Uniknya Mika itu yang membuat iya disukai. Eksentrik, berani, dan beda. Sudah dibuktikan kog dari album pertamanya dulu, “Life In Cartoon Motion”. Makanya perkembangan musiknya dari album ke album suka dijadikan sorotan. Apa yang akan Mika tawarkan pada kita kali ini? Bagaimana warna musiknya bisa menonjol dalam masa sekarang? Dengan siapa dia bekerjasama kali ini? Kalau mau tau semuanya, CreativeDisc dan Universal Music Indonesia menggandeng kamu untuk cari tahu!

Mika yang bernama asli Michael Holbrook Penniman Jr. lahir di 18 Agustus 1983 di Beirut, Libanon. Mika besar berpindah-pindah dari Libanon, Perancis, hingga Inggris. Pindah-pindahnya Mika ini karena kondisi tidak aman akibat perang. Dan meskipun ia bisa menghindari satu perang, ia juga tetap menghadapi peperangannya sendiri. Di sekolahannya dulu, Mika ini jadi korban penggencetan alias bully. Untuk mengatasinya ya ia memutuskan untuk home school. Pendidikan umum yang ia peroleh adalah saat mendalami pendidikan di perguruan tinggi, Royal College of Music. Dengan bersekolah disini, ia mengenyam pendidikan yang juga pernah diperoleh maestro-maestro berikut: James Horner (Titanic), Andrew Lloyd Webber (Jesus Christ Superstar), dan Paul Schwartz (Phantom of the Opera). Fokus pendidikannya adalah musik klasik.

Perjalanan Mika berlanjut ke tahap praktik. Mika memasuki industri rekaman di tahun 2007 dengan debut “Life in Cartoon Motion” yang berisi lagu hit ‘Grace Kelly’. Barulah publik mengenal Mika. Mika yang tampilan fisiknya awut-awutan tapi tetap punya pesona. Bukan cuma publik yang mau mengakui eksistensinya. Grammy juga. Mika mendapatkan nominasi Grammy pertamanya di tahun 2008 untuk kategori Best Dance Recording dengan lagu ‘Love Today’. Ini lho, lagu yang dipake untuk iklan minuman energi. Yang juga membantu flashmob menjadi salah satu kegiatan populer di Indonesia juga.

Kesuksesan Mika berlanjut ke album keduanya. Di tahun 2009 dirilislah “The Boy Who Knew Too Much” yang punya single-single yang enggak kalah asyik dari album pertamanya dulu. Ada ‘We Are Golden’ yang marching, ‘Rain’ yang ngademin, dan ‘Blame It On The Girls’ yang meriah. Sementara untuk album terbarunya, “The Origin Of Love”, Mika ingin mengembangkan sisi lain dirinya. Yang katanya lebih serius, yang katanya beda dari apa yang terdahulu. Dan itu berhasil. ‘Celebrate’ yang menampilkan Pharrell Williams contoh utamanya. Single ini kuat memberikan citra baru musik Mika dengan kolaborasi pertamanya dengan Pharrell. Selanjutnya? Simak aja CreativeDisc sebulan ini untuk mendapatkan kesempatan mendengarkan album baru Mike, “The Origin Of Love” yang dipersembahkan oleh Universal Music Indonesia.

Baca Review album “The Origin of Love” disini

Official Website
Official Twitter @mikasounds
Official Facebook

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply