izmir escort bayan
Trending News

Blog Post

bodrum escort
Album of The Day: Leona Lewis – Glassheart (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of The Day: Leona Lewis – Glassheart (Deluxe Edition) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Apa yang terjadi dengan Leona Lewis? Ia terlalu eksperimental untuk album studio ketiganya sehingga ia harus merombak keseluruhan albumnya dan memperpanjang masa penantian untuk perilisan album tersebut. Tapi sekarang kondisinya adalah wait no more, “Glassheart” telah dirilis dengan tracklist yang dijamin lebih kuat dan lebih menjanjikan. Masa yang dipakai untuk menanti tersebut berbuah manis. Redeem, it is. Saat langkah yang ia buat dalam kubangan musik dance dianggap salah, ia mundur dan mengambil jalur yang pernah mengantarkannya kepada kesuksesan.

‘Trouble’ adalah sebuah track yang kuat. Punya dinamisme musik dalam struktur yang terbangun indah. Memuncak di bagian chorus, merambat di bagian verse. Gebukan drum yang berulang dan terdengar konstan hampir di seluruh bagian lagu mengingatkan akan gaya musik ‘Bleeding Love’ tanpa sedikitpun kesan wannabe. Terima kasih kepada Emeli Sande dan Fraser T Smith yang ikut ambil bagian untuk berkontribusi di lagu ini. Memang pantas ‘Trouble’ dijadikan single andalan. Ia punya moment vokal untuk Leona leluasa mengeluarkan kemampuannya, ia juga punya beat yang catchy. Versi lain dengan rap oleh Childish Gambino juga menambah rasa lain sebagai nilai plusnya.

Tim di balik layar “Glassheart” selain Emeli dan Fraser T adalah Bonnie McKee, Darkchild, Jorgen Elofsson, DJ Frank E, Ina Wroldsen, dan juga Ryan Tedder. Ini yang membuat album “Glassheart” lebih berwarna dibanding album sebelumnya yang kebanyakan ditangani oleh Ryan Tedder. ‘Lovebird’ punya killer hook, ‘Come Alive’ menjadi lagu dancefloor yang menggelora, ‘Fingerprint’ menjadi killer ballad-nya, dan ‘Shake You Up’ punya rasa urban. Rame kan? Lebih asyik memang, lebih dinamis dan menjangkau ke pendengar yang lebih luas dari latar belakang selera yang berbeda.

Anyone can be crazy of this album. Apiknya pop dirancang dengan nilai ke-catchy-an yang optimal. Masuk dalam keluarga easy listening, sehingga mudah menyusup ke telinga siapa aja. ‘Un Love Me’, ‘Fireflies’, ‘Favourite Scar’, everything. Bukan hanya mengedepankan hal itu, ada juga kisah yang diangkat untuk menggugah sisi emosional pendengar. ‘I To You’ yang mempertanyakan posisi sebuah hubungan bisa jadi dramanya di album ini. Tambahkan aspek ini sebagai dimensi lainnya yang mampu digolongkan sebagai nilai jual “Glassheart”. ‘When It Hurts’ pun punya kisah tersendiri yang cukup mengundang empati.

Kenyataan bahwa album ini dirilis di Indonesia dalam versi deluxe juga membuat “Glassheart” menjadi salah satu item yang harus punya tahun ini. Boom! Disc kedua menyajikan 6 buah track yang mengupas lagu ‘Trouble’, ‘Come Alive’, dan ‘Glassheart’ ke dalam versi yang lebih sederhana dengan aransemen akustiknya. Tiga track lainnya adalah ‘Colorblind’, ‘Sugar’, dan ‘Collide (Afrojack Remix)’ (menampilkan Avicii). Benar kan kalau siapa aja bisa tergila-gila sama album ini.

Ketika menyinggung tentang rombak keseluruhan, hal ini tidak sepenuhnya tepat. Karena ‘Glassheart’, title track album ini masih menjunjung tinggi dancefloor music yang semula ingin menjadi jualan utama album studio ketiga Leona. Dan ketika ‘Hurt: The EP” hadir di sela-sela jeda perilisannya, sempat menyarukan aliran yang akan ditampilkan. Apakah gaya strip super simpel tapi ngena seperti “Hurt: The EP” atau justru tetap berdiri tegak dengan ‘Collide’? Neither. Ternyata konsolidasi dari beberapa kepentingan yang ada: idealisme dan signature Leona, pandangan komersil distributor, selera musik masyarakat, yang muncul dalam “Glassheart”. Kesimpulan, musik datang sebagai sajian yang tepat dalam takaran yang juga tepat untuk mendapatkan apresiasi yang diharapkan tepat.

Official Website

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. Trouble 3:41
2. Un Love Me 4:12
3. Lovebird 3:31
4. Come Alive 4:03
5. Fireflies 3:55
6. I To You 3:17
7. Shake You Up 3:40
8. Stop The Clocks 4:00
9. Favourite Scar 3:36
10. When It Hurts 3:12
11. Glassheart 3:56
12. Fingerprint 4:07
13. Trouble (Feat. Childish Gambino) 3:42

Disc 2:
CD2
1. “Trouble” (Acoustic)
2. “Come Alive” (Acoustic)
3. “Glassheart” (Acoustic)
4. “Colorblind”
5. “Sugar”
6. “Collide (Afrojack Remix)”

Related posts

8 Comments

  1. hanif

    Review nya ga bagus, berasa dipaksa buat nyatain album ini bagus

  2. torro

    paling suka ‘lovebird’…
    sepertinya kurang greget nich album, apalagi leona mencoba tampil ngedance…bener2 gak cocok

  3. Iben

    berasa gimana ya album ini debut no.3 di UK 🙁 . . .
    seharusnya leona tau dr awal kalo dance album itu peminatnya dikit, dan hal yang sama kejadian sama Alexandra Burke, :/
    sedikit kecewa sama album ini 🙁

  4. jojon

    dr album ke album makin jelek kualitasnya, harus gua akui klo “Spirit” itu bener” album terbagus Leona Lewis. Track fav gua hanya Fireflies, Un Love Me, & Lovebird.

  5. Kad?n sandeletleri

    Coba deh dengerin track “Glassheart” berulang-ulang, bener2 nagih, sexy banget suaranya Lewis nyanyi “Glassheart”, beatnya juga keren abis, definitely a single material. Punya chance bagus buat narik pasar US. 1st single material banget sebenernya “Glassheart” tapi sampe sekarang belom dijadiin single -_-

    “Glassheart” : One of the sexiest dance song in 2012 imo

  6. lia

    denger kabar kalau si leona di DO dari labelnya

  7. Amir Syarif Siregar

    Mudah-mudahan Sony ngasih kesempatan Leona lagi. Setelah dua album yang gagal — dan penjualan ‘Lovebird’ yang gak sampai 600 keping — sulit mungkin bagi Sony untuk gak mencoret Leona. Tapi… yah… emang salahnya Syco sih. Sama seperti Alexandra Burke. Pemilihan single dan pemasaran album-nya sering salah dan gak menarik.

  8. DeeraNavy

    album dengan lagu2 galau yang bikin ngedance ..
    suka siy ..
    tapi pls leona back to your genre ..

    lagu fav :
    1. Trouble
    2. Lovebird
    3. When It Hurts
    4. Glassheart
    5. Collide (Afrojack Remix)

Leave a Reply

Required fields are marked *

Entsorgung Berlin