Trending News

Blog Post

Album of The Day: Rihanna – Unapologetic
Album of The Day

Album of The Day: Rihanna – Unapologetic 

Released by: Universal Music Indonesia

Tampaknya Rihanna sama sekali tidak pernah beristirahat. Bayangkan saja, Unapologetic merupakan album ketujuhnya dalam tujuh tahun rentang waktu karir yang dijalaninya sebagai seorang penyanyi. Yang menarik, RiRi, demikian ia kerap dipanggil, selalu mampu memberikan album-album yang berwarna dan sangat menarik untuk disimak. Apakah Unapologetic masih memiliki kekuatan seorang Rihanna?

Single pertama yang dilepas oleh RiRi berjudul Diamonds. Masih mengadopsi konsep elektro-pop, namun kali ini RiRi memilih sesuatu yang lebih subtil dan lembut. Harus diakui kalau dia memiliki sense of hits yang kuat, karena tahu lagu apa yang (sepertinya) akan diterima oleh masyarakat. Diamonds ditulis oleh Sia (Titanium), penyanyi yang sekarang tampaknya lebih laris sebagai penulis lagu. Beat-beat yang padat masih dapat ditemui, terimakasih pada duo produser Benny Blanco dan StarGate, namun vokal RiRi hadir dengan lebih rapuh. Perpaduan yang cukup berhasil membuat lagu ini terdengar menyentuh, meski sebenarnya memiliki pola yang repetitif.

Dan RiRi tampaknya memang senang memberi tantangan pada dirinya sendiri. Setelah Diamonds yang bertempo sedang, kini ia menghadirkan single kedua untuk Unapologetic dalam bentuk single balada minimalis dengan pengaruh indie yang kental. Ini tentunya tak terlepas dari kehadiran penyanyi indie relatif kurang dikenal bernama Mikky Ekko, yang juga menulis lagunya bersama Justin Parker dan Elof Loelv. Walau mungkin riskan untuk bisa disukai pasar mainstream, akan tetapi ia “bersikeras” untuk menjadikan Stay sebagai single. Tidak salah juga, karena Stay merupakan sebuah lagu yang istimewa karena kekuatan vokal serta penghayatan Rihanna yang prima. Ekko pun mampu menjadi tandem yang pas untuk Ri. Hasilnya, sebuah lagu yang menyentuh.

Mendengarkan lagu-lagu ini membuat kita terhenyak sejenak dan bertanya, setelah Loud (2010) dan Talk That Talk (2011) yang kental dengan nuansa pop ringan dan juga EDM, apakah RiRi akan beralih kembali pada pilihan musik seperti yang ditampilkannya dalam album Rated R (2009) yang gloomy dan gelap? Jawabnya ya dan tidak. Unapologetic memang terdengar jauh lebih “kalem”, namun tidak muram juga.

Unapologetic masih memiliki nomor-nomor uptempo dan RiRi kembali lagi kepada David Guetta (Who’s That Chick) untuk membantunya. Maka hadirlah Phresh Out the Runway yang bergaya Hiphop dan Right Now, sebuah EDM yang kental dengan nuansa Dubstep. Musik yang tengah nge-trend ini pun dapat ditemui dalam Lost in Paradise dan Jump yang diproduseri oleh Stargate. Jika Lost In Paradise yang juga menampillan Labrinth sebagai produser ditingkahi oleh semangat RnB dan sedikit rock, maka Jump, yang dibantu produseri oleh Chase & Status, tak melupakan semangat dance-hall yang selama ini kita kenal dari seorang Rihanna. Perpaduan yang tak biasa ini ternyata cukup padu dan berhasil menjadikan Jump sebagai lagu yang cukup adiktif.

Dance-hall yang lebih murni dapat ditemui dalam No Love Allowed yang mengalur santai seperti di pantai. Dibandingkan Man Down dari Loud misalnya, track ini memang cenderung lebih cerah, meski secara tema sebenarnya masih berkisah tentang kegelisahan seorang perempuan muda dalam mencapai cintanya.

RiRi pun tak pantang dalam menantang dirinya untuk menghadirkan lagu-lagu yang berada di luar wilayah amannya. Setelah ada Stay, maka simak juga nomor mash-up Love Without Tragedy / Mother Mary yang berawal sebagai sebuah elektro-pop minimalis dan kemudian bertranformasi menjadi sebuah nomor atmospheric yang terdengar kelam. Sebuah proyek eksperimental yang bisa saja tak disukai oleh khalayak pendengar yang terbiasa dengan melodi pop, namun sebenarnya sangat brilian dalam komposisi dan struktur melodi.

Meski begitu, RiRi belum berani sepenuhnya menjadikan Unapologetic sebagai album yang berisi materi-materi divisive, karena album ini masih memiliki Loveeeeeee Song, sebuah RnB mid-tempo yang intim dan menampilkan vokal tamu dari Future. Eminem pun kembali dihadirkan dalam lagu hiphop yang sedikit komikal berjudul Numb. Meski porsinya terbatas, akan tetapi kehadiran Em sangat mencuri perhatian. Jangan lewatkan juga sebuah power-ballad RnB berjudul What Now yang menampilkan RiRi dalam vokal yang versatile.

Rihanna mungkin baru berusia 24 tahun, namun ia tampaknya memiliki visi dan misi yang tegas untuk musiknya. Dan terbukti baik Unapologetic dan Diamonds mencatatkan prestasi yang gemilang dalam perilisannya. Dalam Unapologetic ia terdengar meneriakkan sebuah independensi dan attitude F.U. kepada siapa pun yang mengusik dirinya (sesuatu yang mungkin bisa dipertegas dengan kehadiran sang mantan yang pernah memilki kisah kelam dengan dirinya dalam track Nobody’s Business).

You might love or hate her, akan tetapi Rihanna jelas merupakan sebuah magma yang mengalirkan lahar panas ke dalam pentas musik pop masa kini. Unapologetic menjadi bukti pergerakan dirinya yang konsisten dalam memberikan album dengan materi yang kuat dan mengesankan. Dengan resumenya ini, kita bisa berharap banyak kedepannya dari seorang perempuan muda bernama Robyn Rihanna Fenty. And she’s definitely here to stay!

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Phresh Out the Runway” 3:42
2. “Diamonds” 3:45
3. “Numb” (featuring Eminem) 3:25
4. “Pour It Up” 2:41
5. “Loveeeeeee Song” (featuring Future) 4:16
6. “Jump” 4:24
7. “Right Now” (featuring David Guetta) 3:01
8. “What Now” 4:03
9. “Stay” (featuring Mikky Ekko) 4:00
10. “Nobody’s Business” (featuring Chris Brown) 3:36
11. “Love Without Tragedy” / “Mother Mary” 6:58
12. “Get it Over With” 3:31
13. “No Love Allowed” 4:09
14. “Lost in Paradise” 3:35

Related posts

Leave a Reply