Trending News

Blog Post

Creativedisc’s Top 25 Album of 2012
Album of The Day

Creativedisc’s Top 25 Album of 2012 

Tahun 2012 akan segera berlalu. Banyak sudah album yang dirilis sepanjang tahun ini. Beberapa nama besar kembali dengan materi baru mereka, namun juga muncul nama-nama baru yang mencuri perhatian dengan menghadirkan album debut yang brilian. Dari sekian banyak album tersebut, terdapat sejumlah album yang dianggap terbaik di tahun 2012 menurut Creativedisc. Dan tentu saja, sebagaimana sebuah daftar peringkat lainnya, subjektifitas tidak terelakkan. Namun begitu, tanpa banyak basa-basi, berikut daftar Creativedisc’s Top 25 Album of 2012

25. Lotus (Christina Aguilera)
Sebagai most accomplished vocalist dari era bubblegum pop, Christina Aguilera akan lebih baik menyanyikan lagu-lagu ballad atau pop/adult kontemporer, tidak perlu ikut invasi elektronik masa kini, atau membuat album yang konsisten saja seperti Back To Basics. However, aside from being an artist herself, she means business in music, dan memang harus beradaptasi dengan pasar.
Review lengkap.

24. Strangeland (Keane)
Album Strangeland adalah sekelompok roman picisan yang ketika disatukan dalam satu puzzle besar akan menampilkan kisah abadi umat manusia. Cinta. Inilah salah satu cerita cinta paling sedih, paling kelam dalam sejarah lirik yang dituliskan Keane. Banyak kelirihan yang mengalir, tanpa membuat kita harus melupakan bahwa itulah konsekuensi. Maybe we’ll get to spread our wings tomorrow, if luck will let us.
Review lengkap.

23. Living Things (Linkin Park)
Dengan Living Things, Linkin Park membuktikan jika mereka belum padam dan masih menyimpan gelora semangat bermusik yang tinggi. Duabelas tahun setelah Hybrid Theory, Chester Bennington, Mike Shinoda, Joe Hahn, Rob Bourdon, Brad Delson dan Dave Farrell masih setia menggedor pendengaran kita dengan hentakan dan tetabuhan nu-metal-electronic-rock yang masif.
Review lengkap.

22. Looking 4 Myself (Usher)
Delapan belas tahun semenjak album debutnya, ternyata Usher masih tetap mampu menjadi salah satu penyanyi dekade 90-an yang bertahan dalam menepis gelombang penyanyi yang setiap saat datang. Keberhasilan Usher mungkin tidak terlepas dari kemampuan Usher untuk mengadoptasi trend serta dinamika industri musik yang tengah berkembang. Album ketujuhnya, Looking 4 Myself mungkin dapat menjadi pembuktian untuk itu.
Review lengkap.

21. Tresspassing (Adam Lambert)
“Trespassing” adalah album yang penuh dengan pop not-so-guilty pleasure. Album ini mengajak kita untuk bergoyang, bernyanyi, lepas kendali dalam suatu perayaan hidup yang hedonistik. Sementara album debutnya, “For Your Entertainment”, adalah ajang pembuktian dan pencarian identitas musikal, di “Trespassing” Lambert tampaknya sudah menemukan apa yang dicarinya dan mengundang kita untuk merayakan bersama.
Review lengkap.

20. MDNA (Madonna)
Madonna mungkin sudah berusia 53 tahun. Sebuah usia yang masuk dalam kategori sangat matang jika tidak mau disebut sepuh. Namun usia ternyata bukanlah aral yang melintangi upaya Madonna untuk tetap eksis sebagai ratu di skena musik pop. Ini dibuktikan dengan MDNA, yang menandai titik sebagai album studio keduabelasnya dan tetap bertahan di ranah elektronika-dance.
Review lengkap.

19. Battle Born (The Killers)
Ambisius. Ritmis. Enerjetik. Duabelas lagu yang terdapat dalam Battle Born merupakan hasil kinerja Brandon Flowers, Dave Keuning, Ronnie Vannucci, Jr. dan Mark Stoermer dalam memberikan yang terbaik. Mereka masih bergerak dalam alur musikal yang sama semenjak Hot Fuss (2004), namun The Killers juga tak bermalas-malasan dengan hanya mengandalkan formula yan mirip. Well, bisa kita sebutkan serupa tapi tak sama.
Review lengkap.

18. ¡Uno! (Green Day)
Bagi yang kangen dengan Green Day versi lama, tentu saja ini merupakan sarana reuni yang sangat menggembirakan. Mendengarkan ¡Uno! seolah-olah terbawa kembali ke dalam serunya 90-an dan Green Day seolah tak pernah keluar dari dekade tersebut. Terlepas dari itu, ¡Uno! masih merupakan album yang seru untuk disimak, terutama bagi yang merindukan lagu-lagu pop-punk ala Green Day.
Review lengkap.

17. 18 Months (Calvin Harris)
Apakah 18 Months masih menyisakan kekuatan Harris sebagai artis pengusung house? Tentu saja. Akan tetapi, ketimbang I Created Disco (2007) atau Ready for the Weekend (2009), album ketiganya ini memang cenderung lebih vocal-driven. Dan meski aransemen Harris masih briliant seperti biasanya, namun mau tidak mau harus menjadi “latar”. Oh yes! This is a pop album. Akan tetapi album pop berbalut house yang pastinya sangat seru. Utterly entertaining from start to finish.
Review lengkap.

16. Girl on Fire (Alicia Keys)
Dengan keinginan Alicia yang tak memaksakan album ini untuk terdengar current, album ini kehilangan sentuhan ambisi. Di sisi lain, ini merupakan keuntungan. Ia punya idealisme yang terbentuk sehingga albumnya murni dibuat oleh Alicia. Jauh dari kesan wannabe. ‘Tears Always Win’, ‘That’s When I Knew’, dan ‘One Thing’ selain bukti dari idealisme, juga perwujudan dari kesenangan sendiri.
Review lengkap.

15. Halcyon (Ellie Goulding)
What’s “Halcyon”? Ternyata itu adalah sebuah species burung yang di musim dingin mengerami telur-telurnya di pesisir pantai dan menambah keteduhan suasana sekitar. Cukup menggambarkan sebagian besar lagu dalam album ini yang bercerita tentang air dan lautan. Demikian menurut pengakuan Ellie. Selanjutnya, bisa ketebak dong apa yang bisa kita rasakan sebagai dampak dari mendengarkan album ini. Ya, tentram.
Review lengkap.

14. The 2nd Law (Muse)
The 2nd Law tetaplah sebuah album pop yang sangat seru untuk disimak. Penuh dengan dinamika, dengan intensitas yang terjaga. Mendengarkannya membawa emosi kita naik-turun layaknya menaiki sebuah roller-coaster. Dan yang paling penting, tidak ada kata “membosankan” saat mendengarkannya. The 2nd Law tidak hanya cocok untuk para penggemar setia Muse, namun juga layak untuk disimak bagi penikmat musik secara umum.
Review lengkap.

13. Unapologetic (Rihanna)
You might love or hate her, akan tetapi Rihanna jelas merupakan sebuah magma yang mengalirkan lahar panas ke dalam pentas musik pop masa kini. Unapologetic menjadi bukti pergerakan dirinya yang konsisten dalam memberikan album dengan materi yang kuat dan mengesankan. Dengan resumenya ini, kita bisa berharap banyak kedepannya dari seorang perempuan muda bernama Robyn Rihanna Fenty. And she’s definitely here to stay!
Review lengkap.

12. Believe (Justin Bieber)
Secara keseluruhan, Believe adalah sebuah album yang solid dan apabila Justin mencoba untuk terdengar lebih dewasa dalam album ini, bisa saya katakan bahwa Ia berhasil dengan vocalnya yang kini terdengar lebih matang dari 2 album sebelumnya. Album inipun mendapat review yang cukup positif dari sebagian besar music reviewer termasuk diantaranya Metacritic dan Billboard. Bagi anda yang selalu menganggap Justin hanya seorang pop icon untuk para ABG, ada baiknya untuk mencoba mendengarkan album ini dahulu sebelum menjudgenya lebih jauh lagi.
Review lengkap.

11. Take Me Home (One Direction)
Secara garis besar, album Take Me Home milik One Direction ini memang Worth to wait dan menjadi jawaban soal ke-eksistensian One Direction. Mereka juga akan memulai tour untuk Take Me Home ini sendiri di awal tahun 2013, dan kita berharap saja kalau mereka mau untuk mampir ke Indonesia dan mengadakan konser di sini.
Review lengkap.

10. Born to Die (Lana Del Rey)
Born To Die adalah album yang divisive, dalam artian cenderung dapat menyebabkan perbedaan pendapat, apakah ini album yang bagus atau tidak? Tapi ini memang hanyalah masalah opini dan perspektif. Terlepas dari itu, ini adalah sebuah presentasi yang mengagumkan. Materi yang ditawarkan oleh Del Rey tidak melulu bersifat popular, namun ternyata justru sudah menarik perhatian banyak orang.
Review lengkap.

09. Born and Raised (John Mayer)
Vokal Mayer yang khas memang juara. Sulit untuk menolak pesonanya. Namun ia juga memiliki kekuatan yang tak kalah hebat dalam menulis dan mengaransemen lagu-lagunya sendiri. Born and Raised adalah pembuktiannya. Sebuah album yang harus disimak secara keseluruhan karena setiap lagu di dalamnya hadir dengan membelit satu sama lainnya dalam sebuah harmoni yang cantik. Meski tentu saja setiap lagu memiliki kekuatan masing-masing sehingga bisa dinikmati secara mandiri.
Review lengkap.

08. Some Nights (Fun.)
Aim & Ignite yang memang sangat mirip The Format. Tapi untuk Some Nights ini, mereka mungkin akan cukup syok. There are quite too many new yet ambitious material contained. Tetapi jika kita terus-terus mendengarkan Some Nights and dig it further, manifesto Ruess still rings true. Ruess tetap menulis musik seperti yang dia inginkan, dalam artian juga terus berkembang dan move on dari The Format comfort zone. The result is awesome.
Review lengkap.

07. The Truth About Love (P!nk)
Materi album yang terdengar penuh kemarahan, sarkasme yang terselubung, semuanya rapi dalam balutan musik yang terdengar semangat. Sebuah pelarian dari rebound relationship? Untuk seorang Pink yang memasuki paruh dekade keduanya, The Truth About Love menunjukkan bahwa memang bakatnya masih akan tersalurkan melalui cerita-cerita lain. Silahkan dengar lagu ini ketika anda ingin move on dan melanjutkan hidup.
Review lengkap.

06. Up All Night (One Direction)
Dunia sepertinya merasa puas akan album perdana boyband One Direction ini. “Up All Night” diapresiasi dengan angka penjualan yang fantastis sehingga dalam waktu singkat mampu melahirkan sertifikat platinum di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Tapi tak hanya itu, resepsi berbagai ulasan mengenai album ini pun menguatkan pandangan mengenai kepuasan global atas album yang berisi 13 track ini. Mau tau apa ramuan sukses One Direction dalam debut ini? Jawabannya adalah pondasi yang kuat.
Review lengkap.

05. Overexposed (Maroon 5)
Secara keseluruhan, Maroon 5 berhasil mencapa tujuannya untuk terdengar lebih fresh dengan album ini dimana album ini adalah sebuah album yang kaya akan genre dan keluar dari apa yang biasa ditawarkan Maroon 5 pada album-album sebelumnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa pro dan kontra pastinya muncul terhadap album ini namun sebagian besar tampaknya menyukai apa yang ditawarkan Maroon 5 kali ini dan buktinya adalah album ini bisa menembus posisi 2 di US maupun di UK.
Review lengkap.

04. Love is a Four Letter Words (Jason Mraz)
Memang, dibandingkan album-album sebelumnya, Love is a Four Letter Word adalah album yang paling ringan dan paling mudah dicerna dari seorang Jason Mraz. Sebagian besar lagu hadir dalam sturuktur yang cenderung sederhana dalam semangat pop yang kental. Namun begitu ini juga dapat menjadi sebuah indikasi jika Mraz menemui kedewasaan-nya dalam bermusik, sehingga memutuskan untuk hadir dengan lebih melodik dan manis, lembut juga perlahan.
Review lengkap.

03. #3 (The Script)
Secara keseluruhan, The Script kembali menghasilkan album yang berkualitas dan album ini masih menonjolkan ciri khas The Script dengan melodi piano yang menjadi senjata utama serta lyric yang bercerita. Dari segi chartpun, The Script berhasil mempertahankan prestasinya dengan selalu membawa albumnya ke puncak chart Ireland seperti 2 album sebelumnya.
Review lengkap.

02. Channel Orange (Frank Ocean)
Frank Ocean adalah seorang musisi. Ia hanya tidak bernyanyi atau menulis lagu namun juga konseptor ulung. Pop. Hip hop. House. RnB. Channel Orange hadir dalam skala produksi yang gemilang. Tentu saja mungkin akan sedikit sulit untuk diapreasiasi bagi yang terbiasa dengan gemerlap Hip hip atau RnB yang kental dengan nuansa dance seperti yang banyak beredar saat ini, namun percayalah, Frank Ocean tidak akan mengajak kita ke saluran yang salah. Saluran Oranye is a must heard!
Review lengkap.

01. RED (Taylor Swift)
Kalau ada pertanyaan siapa artis muda paling sukses saat ini, maka bukanlah hal yang mengherankan apabila jawabannya adalah Taylor Swift karena di usianya yang baru 22 tahun Ia sudah meraih berbagai macam penghargaan, menjual puluhan juta kopi album hingga memecahkan berbagai rekor di industri musik dan tampaknya album ke-4nya ini akan terus memantapkan posisi Taylor tersebut. Secara keseluruhan, Red adalah sebuah album yang berkualitas dan diisi dengan berbagai kejutan untuk para fansnya. Mungkin pro dan kontra akan keputusan Taylor memasukkan unsur musik lain dalam album ini akan timbul namun tampaknya hal tersebut membuat fans Taylor Swift semakin jatuh cinta pada idolanya ini. Dan bagi anda yang belum mengenal Taylor Swift atau baru jatuh hati pada Taylor saya sarankan untuk segera membeli album ini because I guarantee this album will make you love her even more than ever.
Review lengkap.

Related posts

Leave a Reply