Trending News

Blog Post

Divas Highlight : Christina Aguilera & Ke$ha
Reviews

Divas Highlight : Christina Aguilera & Ke$ha 

Image and video hosting by TinyPic

Mari membuat heboh akhir tahun dengan asupan musik tiap waktu yang menggemparkan dalam Karnaval Divas di Artist Highlight! Berhias dalam teratai, Diva Christina Aguilera.

Dia seorang pejuang. Dia sebuah fenomena. Dan dengan seiring berjalannya waktu, ia adalah seorang legenda. Dialah Christina Aguilera. Dari sebutan “the little girl with the big voice” hingga menyandang nama “vocal prodigy” melukis karir musiknya. Visi dirinya jelas tergambar dalam musiknya. Kurang lebih 14 tahun lalu, saat ia tampil untuk soundtrack film Disney “Mulan” dengan lagu ‘Reflection’, Christina selalu dikenal sebagai sosok yang menonjolkan vokal. Bahkan ketika single ‘Genie In A Bottle’ hendak dirilis, Christina sempat memberikan penolakan untuk menghalangi perilisan tersebut. Baginya, ini lagu kurang menampilkan momen vokal sebagaimana ia ingin dikenal. Meskipun misi itu belum tercapai, Christina mendapati dirinya dalam keberhasilan lain. ‘Genie’ berhasil memuncaki chart di berbagai belahan dunia, diunggulkan untuk ajang Grammy yang akhirnya gelar Best New Artist jatuh ke tangannya.

Selanjutnya, putri pasangan Fausto dan Shelly ini bisa memiliki garis orbit dalam galaksi musik internasional. Album perdananya, “Christina Aguilera” berhasil menjadi satu dari seratus album terbaik sepanjang masa di Amerika Serikat setelah terjual lebih dari 7 juta kopi. Ini yang membuat labelnya, RCA Records gemar untuk menghadirkan Christina dalam berbagai rekaman. Di tahun 2000, ia hadir dalam rekaman Latin dan juga rekaman Natal. Album “Mi Reflejo” dan “My Kind Of Christmas” ikut mencetak sukses. Kesuksesan menunjang popularitas, popularitas tak hadir tanpa tantangan. Kisah tak mengenakkan mengenai hubungan romansanya merebak dan menjadi isu favorit media. Ia dikabarkan punya hubungan khusus dengan VJ MTV, Carson Daly (yang sekarang menjadi partnetnya di acara The Voice) dan juga vokalis band Limp Bizkit, Fred Durst, setelah Eminem menulis lirik tentang ketiganya dalam sebuah lagu miliknya, ‘The Real Slim Shady’. Christina mengakui hal ini sebagai sesuatu yang tak senonoh, menyinggung, dan sama sekali tak benar. Ini juga membuat hubungan antara Christina dan Eminem memanas untuk beberapa tahun.

Sebenarnya, hidup Christina dari kecil juga tidak enak-enak banget. Ia berasal dari keluarga KDRT. Ibunya adalah korban kekerasan ayahnya. Ini membuat sang ibu memutuskan untuk membesarkan anak-anaknya sendiri dan berpisah dari suaminya itu. Dari ibunyalah kekuatan hidupnya berasal. Dari ibunya yang seorang pemain biola dan piano jugalah bakat musiknya mengalir. Dengan dukungan sang ibu, Christina mengikuti berbagai lomba nyanyi lokal dan nasional. Langkahnya termasuk di ajang Star Search dan juga The Mickey Mouse Club. Sejarah ini tidak akan pernah dilupakan, termasuk pengalamannya rekaman dengan artis Jepang, Keizo Nakanishi dan demonya menyanyikan lagu mendiang Whitney Houston, ‘Run To You’ yang akhirnya membuatnya mendapatkan kontrak rekaman.

Merasa perlu untuk mengaktualisakan diri lebih banyak dalam lagu-lagu yang ia nyanyikan, Christina melibatkan diri lebih banyak untuk album keduanya, “Stripped”. Di album ini, ia mengambil alih peran penulis lagu dan membantu dalam kegiatan memproduseri. Ia juga membantu Ron Fair, pria yang membantunya memperoleh kontrak rekaman dengan RCA, sebagai produser eksekutif album. Dan voila. Hadirlah “Stripped” sebagai rekaman yang sangat personal dan merangkum berbagai aspek dari kisah hidup Christina. Ia tak hanya bercerita, tapi ia menarik empati para pendengar. Ini berlanjut ke album “Back To Basics” yang juga melibatkan tema retro klasik dalam ide utamanya. Kekuatannya dalam menanamkan ide untuk rekamannya merupakan berkah bagi para penggemar. Mereka semakin memuja sosok Christina yang tak hanya semakin dewasa dalam bermusik, tapi juga semakin condong ke idealisme yang tak mengenal niatan untuk mencocokkan diri dengan konsep pasaran. Dari kedua album ini, lahir berbagai hit dalam sound variatif yang adalah olahan dari sandaran musik pop. Album-album ini juga pembuktian bahwa sound pop itu kaya. ‘Dirrty’, ‘Beautiful’, ‘Fighter’, ‘Can’t Hold Us Down’, ‘The Voice Within’, ‘Ain’t No Other Man’, ‘Candyman’, dan ‘Hurt’ menyusul diskografi penuh warna dari yang ia pernah hasilkan sebelumnya, ‘What A Girl Wants, ‘I Turn To You’, ‘Come On Over Baby’, dan ‘Pero Me Acuerdo De Ti’. Rangkuman perjalanan sepuluh tahun karir Christina dikemas apik dalam “Keeps Gettin’ Better: A Decade Of Hits” yang menampilkan hit terbarunya ‘Keeps Gettin’ Better’ sebagai corak baru dalam mengaplikasikan musik pop a la Christina. Evolusi gaya Christina juga satu yang tak lepas dari dirinya. Dalam video musik untuk ‘Keeps Gettin’ Better’, kita disuguhkan sedikit dari banyaknya style yang pernah ia punya.

Dalam catatan Christina Aguilera, kolaborasi dengan banyak artis masuk dalam highlight tersendiri. Setelah Keizo Nakanishi, ia melanutkan perjalanan kerjasama musiknya dengan muncul sebagai salah seroang performer untuk proyek All Stars Tribute ‘What’s Going On’, berduet bersama Ricky Martin dalam ‘Nobody Wants To Be Lonely’, menyanyikan soundtrack film “Moulin Rogue” bersama Lil Kim, Mya, dan Pink, dituliskan lagu ‘Impossible’ sekaligus diproduseri oleh Alicia Keys, menulis lagu ‘Miss Independent’ untuk Kelly Clarkson, berpartner dengan Justin Timberlake untuk tur “Justified/Stripped Tour”, menyanyikan versi baru ‘Car Wash’ untuk soundtrack film “Shark Tale” bersama Missy Elliott, hadir di album Nelly untuk lagu ‘Tilt Ya Head Back’, menyanyikan lirik untuk lagu ‘A Song For You’ di album Herbie Hancock, berduet dengan Andrea Bocelli untuk lagu ‘Somos Novios’, hadir di album Diddy membawakan lagu ‘Tell Me’, penampilan live dengan Tony Bennett untuk lagu ‘Steppin’ Out With My Baby’, hadir di album live Rolling Stones membawakan lagu ‘Live With Me’, tampil di lagu ‘Castle Walls’ milik T.I., dan juga tampil untuk lagu ‘Moves Like Jagger’ milik Maroon 5. Tahun ini Christina menambahkan daftar kolaborasinya dengan merekam lagu ‘Steppin’ Out’ ke dalam versi studio bersama Tony Bennett, berkontribusi di lagu ‘Blower’s Daughter’ untuk album Chris Mann, berduet dengan CeeLo Green di album Natalnya untuk lagu ‘Baby, It’s Cold Outside’, juga menyanyikan hook untuk lagu ‘Feel This Moment’ milik Pitbull.

Karya-karya apik Christina terus muncul, selagi ia membagi perannya sebagai orang tua tunggal untuk anaknya, Max dan menjadi pelatih untuk The Voice versi Amerika. “Bionic” hadir di pertengahan tahun 2010. Meskipun album ini dianggap gagal secara komersil, Christina memandang keberhasilan justru ia raih menciptakan sebuah album vokal dalam ranah musik dance. Ia tak memandang mengapa album ini tidak mencapai sukses komersil, tapi ia melihatnya sebagai langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Di tahun yang sama, film pertama Christina sekaligus album soundtracknya muncul. “Burlesque” yang memasangkannya bersama legenda musik, Cher, meraup berbagai pujian. Filmnya berikut dua lagu soundtracknya diunggulkan dalam Golden Globe Awards. Dua album dalam setahun bukanlah hal yang asing bagi Christina, begitu juga keberagaman cita rasa dalam musik yang ia bisa hasilkan.

Bergerak dari apa yang pernah ia tampilkan dan apa yang pernah ia raih, spekulasi dan ekspektasi muncul untuk album terbaru Christina. “Lotus”, hadir mendekati akhir tahun 2012 ini. Sebanyak 17 track yang solid mengambil bunga teratai sebagai perwakilannya. ‘Your Body’ dihadirkan menguatkan konsep idealisme bermusik Christina. Sebongkah ide yang melepaskan diri dari tuntutan pasar adalah perwujudan dari ‘Your Body’ dan 16 track lainnya dalam “Lotus”. Single kedua dari album ini juga sudah dilepaskan. ‘Just A Fool’, sebuah duet dengan Blake Shelton yang memperlebar khazanah musik dari Christina Aguilera. Biarkanlah ia lepas dari kategori sukses yang orang tetapkan, tapi jangan biarkan “Lotus” lolos dari telinga. Karena untuk itu. CreativeDisc dan Sony Music Indonesia mengajak kita dalam Karnaval Divas: Christina Aguilera di Artist Highlight akhir tahun ini.

Official Website Christina Aguilera
Official Twitter @TheRealXTina
Official Facebook Christina Aguilera
Review Album Christina Aguilera “Lotus” baca disini

Image and video hosting by TinyPic
Dan sekarang giliran.. Diva Ksatria, Ke$ha.

Hubungan darah merupakan faktor yang paling lazim dalam mewariskan bakat. Ke$ha yang bernama asli Kesha Rose Sebert mewarisi musik dalam darahnya dari sang ibu. Ibunya, Pebe Sebert adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu. Di usia belasan, Ke$ha dibuatkan sebuah demo yang kemudian sang ibu kirimkan ke kolega lamanya. Dari satu tangan ke tangan lainnya, demo ini berjalan hingga sampai ke tujuan akhir; Dr. Luke dan Max Martin. Mereka yang terkesan dengan penampilan Ke$ha meyakinkan sang artis untuk fokus dalam dunia musik. Di usia 17 tahun, Ke$ha nekat keluar dari sekolah untuk mengejar karir. Kenekatannya ini membuahkan hasil. Ke$ha ikutan sejumlah proyek musik artis sebagai pemanasan proyeknya sendiri nanti.

Vokal latar di single ‘Nothing In This World’ milik Paris Hilton, menulis lagu untuk band The Veronica’s ‘This Love’, tampil di video ‘I Kissed A Girl’-nya Katy Perry, menyediakan vokal latar untuk lagu Britney Spears, ‘Lace and Leather’. Percikan nama Ke$ha mengudara saat ia tampil di single hit ‘Right Round’ milik Flo Rida. Disini, ia menyediakan vokal untuk hook lagu yang menjadi salah satu lagu tersukses di penjualan digital tersebut. Ia pun PD. Kontrak untuk multiple album bersama RCA sudah berada di tangannya. Dan meluncurlah karya pertamanya, ‘TiK ToK’. Dari sini, Ke$ha dikenal sebagai vokalis yang menonjolkan teknik autotune untuk vokalnya dengan sound electropop sebagai musiknya. ‘TiK ToK’ kemudian bertengger selama 9 pekan di puncak Billboard, menjadikannya artis wanita dengan debut single terlama yang duduk di posisi 1 Billboard Hot 100 setelah Debby Boone di tahun 1977. Suksesnya Ke$ha di awal karirnya ini enggak tanggung-tanggung, karena ‘TiK ToK’ juga menjadi juara di chart tahunan single Billboard!

Pantaslah ketika album pertamanya rilis, “Animal”, antisipasi masyarakat besar untuknya. Album ini juga berhasil menambahkan koleksi hit Ke$ha dengan rilisan ‘Blah Blah Blah’, ‘Your Love Is My Drug’, dan ‘Take It Off’. Layaknya mesin mobil yang baru dipanaskan, Ke$ha semangat untuk tancap gas dan melaju menuju titik sukses lainnya. Percepatan perilisan album buatnya menghadirkan “Cannibal”, sebuah album mini yang berisi 9 lagu yang disengaja Ke$ha sebagai perpanjangan album “Animal”. ‘We R Who We R’ adalah single andalan dari album ini yang membuat Ke$ha muncul untuk kedua kalinya di puncak Billboard Hot 100. Seperti layaknya ‘TiK ToK’, kesuksesannya juga menyambar ke daratan Eropa, Asia, dan Australia. Hit lainnya yang tercipta meliputi ‘Sleazy’ dab ‘Blow’.

Di usia karirnya yang masih di bawah lima tahun, Ke$ha sudah punya taji. Ia dipercaya oleh Humane Society untuk menyandang gelar global ambassador perlindungan binatang. Fokusnya adalah untuk menyelematkan binatang dari percobaan kosmetik dan perburuan hiu. Ke$ha juga bergabung dengan PETA guna menyelamatkanbayi anjing laut dan pencegahan penyiksaan hewan untuk restoran cepat saji. Semuanya ini dilakukannya tanpa melukapan kodratnya sebagai artis. Rentang waktu kurang lebih dua tahun dipakainya untuk mempersiapkan album studionya yang kedua. Ia memperlajari musik rock, country, dan juga elektronika untuk menambah pengetahuan mengenai pengelolaan musik yang akan ia terapkan untuk albumnya kelak. Corak musik dancepop dan vokal autotune yang terlalu erat dengan citra Ke$ha membuatnya belum cukup kuat untuk keluar dari wadah itu sehingga single terbarunya, ‘Die Young’ masih berkutat dengan corak musik demikian. Single yang mendapat perbandingan dengan hasil karya Flo Rida dan Katy Perry ini berhasil masuk ke Top 5 Billboard Hot 100 saat persaingan single sedang panas-panasnya. Ke$ha mendesak dalam kerumunan rilisan hot Maroon 5, Rihanna, Taylor Swift, dan juga PSY. Ia masih mampu menyediakan ruang bagi single-nya untuk mengecap sukses disana.

Musik techno yang tersedia dalam album kedua Ke$ha, “Warrior” adalah sajian super hot di akhir tahun ini. Saat orang-orang mungkin menyiapkan diri untuk bersantai dalam alunan musik Natal menjelang akhir tahun nanti, Ke$ha justru menampilkan hal yang bisa membuat semarak. Selain Dr. Luke dan Max Martin, album ini juga berhias karya Benny Blanco, Shellback, Greg Kurstin, dan The Flaming Lips. 16 track yang tersedia di dalamnya adalah sajian khas Ke$ha yang menggertak. Single kedua yang dijadwalkan rilis bulan Januari 2013 mendatang adalah ‘C’mon’, sebuah track yang interaktif. Seatraktif CreativeDisc dan Sony Music Indonesia yang mendatangkan pejuang yang satu ini dalam Karnaval Divas: Ke$ha. Desember 2012 tak akan sama dengan Desember-Desember terdahulu. Taraf HOT-nya beda! Salah satu faktornya adalah Ke$ha.

Official Website Ke$ha
Official Twitter @Keshasuxx
Official Facebook Ke$ha

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply