Trending News

Blog Post

Album of The Day: Gin Wigmore – Gravel & Wine
Album of The Day

Album of The Day: Gin Wigmore – Gravel & Wine 

Released by: Universal Music Indonesia

Kesuksesan album debutnya, Holy Smoke (2009), membuat nama Gin Wigmore berkibar di negara asalnya, Selandia Baru. Meski begitu, mungkin tidak banyak yang tahu siapa dia sebenarnya, sehingga di album keduanya, Gravel & Wine, ia mencoba mengembangkan saya dengan rentang yang lebih luas. Dan ia memang patut melakukan tersebut, karena memiliki potensi yang cukup.

Kekuatan Wigmore adalah vokalnya yang khas (dan sedikit mengingatkan akan DUffy) serta passion-nya yang kental di ranah soul dan dipadu dengan rock. Maka tidak heran jika Gravel & WIne dipenuhi oleh banyak lagu-lagu yang bederap kencang dan penuh dengan semangat.

Album dibuka dengan Black Sheep, sebuah anthem yang seolah-olah menjadi pernyataan sikap seorang Gin Wigmore, “I wasn’t born a beauty queen but I’m okay with that / Maybe radio won’t mind if I sing a little flat.” Selanjutnya album memang diisi oleh banyak lagu yang penuh gelora.

Saat soul dan rock berpadu, maka hadirlah Man Like That, yang terdengar sangat bersemangat karena vokal unik Wigmore sukses mempersembahkan dinamikanya dengan mulus. Man Like That memang unik sehingga tidak heran jika bir Heineken menjadikan lagu ini sebagai bagian dari iklan mereka untuk mempromosikan film James Bond terbaru, Skyfall.

She got the swag! Dengarkan Dirty Love dimana Wigmore tidak menemui kendala sama sekali untuk berdendang dengan gaya santai namun tetap hadir dalam estetika melodi serta kualitas produksi yang terjaga.

She knows what she want! Poison atau Devil In Me atau Hapy Ever After menjadi bukti kalau semangat old-soul daru Gin Wogmore tidak terdengar ketinggalan zaman sekali namun diplintir atau dilekatkan pada semangat pop urban untuk tetap terdengar klasik sekaligus kekinian.

Namun Gravel & Wine tidak melulu memiliki lagu-lagu up-tempo yang meledak-ledak atau bertempo kencang. Ia juga masih memiliki beberapa balada penguras emosi yang menghanyutkan. Dengarkan saja If Only yang melantun dengan lirih dan lembut sampai kemudian hadir dalam momentum yang emosionil. Atau dengar saja Saturday Smile yang mungkin terdengar sedikit Adele-esque, akan tetapi tak kalah dalam memancing haru.

Oh ya, menjelang akhir Gravel & Wine menghadirkan track-track yang sedikit berbeda karena Wigmore terdengar sedikit berjalan ke arah blues (dan country mungkin?). Dengarkan saja Sweet Hall yang terdengar seperti sebuah anthem bluegrass yang dipadu dengan sentuhan mariachi. Seru.Unik. Fun!

Memadukan antara soul dan rock tentunya bukanlah hal yang aneh atau baru. Namun tidak ada salahnya jika mengulang pola yang sama jika saja dibawakan dengan passion yang diperlukan untuk itu. Dan hasilnya, voila, dahsyat! Simak saja Gravel & Wine yang dipastikan akan sukses mengajak kita untuk larut dalam iramanya yang seru dan memikat.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
No. Title Length
1. “Black Sheep” 3:03
2. “Man Like That” 2:50
3. “Poison” 3:07
4. “Kill of the Night” 3:25
5. “Devil In Me” 3:26
6. “If Only” 4:45
7. “Dirty Love” 2:52
8. “Happy Ever After” 2:37
9. “Saturday Smile” 3:22
10. “Sweet Hell” 3:36
11. “Singin’ My Soul” 3:09
12. “Hell On the Side” 3:40

Related posts

Leave a Reply