Trending News

Blog Post

Java Jazz On The Move – Salihara Jazz Buzz, 26 Jan 2013
Concerts Review

Java Jazz On The Move – Salihara Jazz Buzz, 26 Jan 2013 

Image and video hosting by TinyPic

Rangkaian ketiga acara Salihara Jazz Buzz kembali diselenggarakan pada 26 Januari 2013 malam di Teater Salihara. Pagelaran ini juga masuk dalam rangkaian acara ”Java Jazz On The Move” sebagai pemanasan sebelum acara puncak Java Jazz Festival pada 1-3 Maret mendatang.

Adapun yang tampil pada Salihara Jazz Buzz kali ini adalah pianis berbakat Sri “Aga” Hanuraga. Pianis yang meraih juara pertama di ajang East of Eastern Jazz Festival di Nijmegen, Belanda, pada tahun 2006 ini tampil bersama drummer Kritijan Krajcan dan pembetot kontrabass Mattia Magatelli. Dibagi dalam dua bagian, Sri Hanuraga Trio membawakan komposisi-komposisi yang dicuplik dari album self titled milik Aga. Membuka dengan “Blues For McCoy” merupakan sebuah komposisi penghormatan Aga untuk salah satu pianis idolanya, McCoy Tyner. Menyuguhkan konsep “a blues that is not a blues” yang memancing penonton untuk menerjemahkan sendiri maknanya.

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Begitu pula yang dialami Aga dalam proses kreatifnya. Menonton anime adalah salah satu hobi pianis yang telah melanglang buana pentas di Paris, Nice, Cannes, Monako, Belgia, Hungaria, Jerman, Polandia, dan Rumania. Hasilnya adalah “Crowned Clown” merupakan komposisi yang diambil dari karakter favoritnya di anime D.Gray-man karya Osamu Nabeshima. Selain mengagumi McCoy, ada beberapa nama musisi favorit Aga yang komposisinya dibawakan sebagai penghormatannya. “Four in One” milik Thelonious Monk serta “Countdown” gubahan John Coltrane. Aga cukup beruntung aransemennya untuk “Four in One” juga pernah direkam untuk album dari drummer jazz kegendaris, Ralph Peterson Jr. Pengaruh budaya Indonesian pun masuk dalam karyanya. Trio ini menggubah ulang lagu karya Sunan Kalijaga, “Ilir-Ilir”, yang tak lain merupakan lagu tradisional Jawa yang sangat disukai oleh Aga. Kesan lambat dan murung namun diimbuhi oleh penuhnya permainan instrumen di sana-sini.
Aga yang tengah bergabung dengan kelas gamelan Jawa selama enam bulan ini, dimana di memainkan bonang, slentem, dan daron. Hal ini kemudian melahirkan ide membuat komposisi yang sampai saat ini belum juga menemukan judul yang sesuai. Aga mencoba memindahkan nada-nada pentatonik gamelan melalui permainan jari-jarinya menjadi nada-nada diatonik di atas ebony dan ivory. Tak hanya jari, lengannya pun turut andil membunyikan nada di atas piano. Simak pula perasaan rindunya akan rumah dan keluarganya di Indonesia. Melalui komposisi “Pulang” yang tenang, penonton dapat merasakan kerinduan yang terwakili lewat alunan nada meski tanpa campur tangan lirik.

Nikmati kemeriahan Jazz berikutnya untuk menyambut Java Jazz Festival 2013 mendatang!

(Milankoni)

Related posts

Leave a Reply