Trending News

Blog Post

Weezer Live in Jakarta, 08 Jan 2013
Concerts Review

Weezer Live in Jakarta, 08 Jan 2013 

Image and video hosting by TinyPic

Tgl 8 Januari 2013 menjadi hari yang bersejarah bagi penggemar band Weezer yang biasa disebut Weezerians atau WeezerFreaks di Indonesia, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah penantian panjang mereka akhirnya usai setelah digelarnya konser Weezer di Lapangan D Senayan, Jakarta, yang bertajuk “Weezer: Perform Greatest Hits Set followed By The Blue Album From Start To Finish”.

Meski hujan yang sempat singgah ke venue hanya sebentar, tapi itu cukup membuat Lapangan D Senayan becek dan penuh lumpur. Tapi pihak promotor yang terdiri dari Chugg Entertainment, StarD Protainment, BlackRock Entertainment, Marygops Studios, dan AsiaLive Entertainment menyatakan “The show must go on!”. Kondisi venue yang becek dan cuaca mendung, ternyata tidak membuat surut penonton yang datang, terlihat dari antrian yang panjang, hingga akhirnya gate mulai dibuka pada pukul enam sore.

Weezer yang terdiri dari Rivers Cuomo (Vokal/Gitar), Brian Bell (Gitar), Patrick Wilson (Drum), dan Scott Shriner (Bass) malam itu memulai konser pukul 20.15, setelah sebelumnya Rivers melakukan pemanasan dengan bermain bola diatas panggung. Konser dibuka dengan “(If You’re Wondering If I Want You Too) I Want You To” yang diambil dari album Raditute, dilanjut dengan “Pork and Beans”, sembari Rivers menyapa penonton dengan sapaan selamat malam, memperkenalkan masing-masing personil dengan bergantian menyanyikan lirik “Pork and Beans”.

“Beverly Hills” dan “Troublemaker” menyusul setelah itu, dibarengi dengan aksi Rivers yang meloncat ke depan penonton, dengan hanya dibatasi pagar pembatas, sontak membuat penonton histeris. Greatest Hits Set pun dilanjutkan dengan serangan koor massal pada lagu “Perfect Situation”, lalu “Dope Nose” dimana Scott sang bassist didaulat menjadi vokal, dan suasana malam itu semakin panas setelah dilanjutkan dengan kejutan ketika Rivers menyanyikan sepotong lirik “Heavy Rotation” dari AKB48 sebelum “Island In The Sun” dan “Hash Pipe” yang menjadi perwakilan The Green Album (2001).

Konser ini menjadi emosional ketika Greatest Hits Set ditutup dengan tiga lagu secara berturut-turut dari album Pinkerton (1996); “Across The Sea”, “El Scorcho”, dan “Tired Of Sex”. Lampu dimatikan, dan backdrop pun berubah menjadi biru, saatnya menikmati perjalan time machine bersama Weezer. Menarik ketika Karl Koch, manager Weezer dari awal karir, berbagi cerita tentang awal karir Weezer lengkap dengan slide dokumentasi dan cerita-cerita lucu, perjuangan mereka hingga akhirnya “The Blue Album”, album perdana mereka rilis tahun 1994 lalu.

“The Blue Album Set” dimainkan berurutan, dari “My Name Is Jonas”, “No One Else” dan “The World Has Turned and Left Me Here” yang kembali harus menyentuh sebagian besar Weezer Freaks malam itu. Memang malam ini menjadi milik mereka yang menantikan konser Weezer di Indonesia.
Tak mau lama-lama berlarut dalam haru biru, “Buddy Holly” menghentak, kondisi venue yang becek tidak lagi diacuhkan, MALAM INI MILIK KAMI!! teriak salah seorang penonton. Gerimis kembali turun mengiringi “Undone (The Sweater Song)”, jas hujan yang telah dipersiapkan tampaknya telah dilupakan penonton malam itu.
“Surf Wax America” yang enerjik diakhiri dengan sing-a-long nan indah, sebelum akhirnya kembali bergemuruh pada “Say it Ain’t So”, tampak dengan jelas Weezer sendiri “menggila” pada malam itu, sebuah kunjungan yang tak terlupakan pastinya.

“In The Garage”, “Holiday” dan “Only In Dreams” menutup “The Blue Album Set”, penonton tak ingin beranjak sedikitpun, berharap encore, teriakan We Want More! Tak kunjung usai, hingga akhirnya hujan turun, benar, ini hujan, bukan lagi gerimis yang menemani sepanjang konser tadi. Namun sesungguhnya “Only In Dreams” telah menjadi klimaks malam itu, hal ini juga menjadi bukti bahwa “The Blue Album” oleh Weezer adalah salah satu album yang memiliki flow yang sempurna untuk dimainkan secara utuh. Malam itu sepatu penuh lumpur, bahkan ada yang telah bertelanjang-kaki, tidak menjadi masalah.

Sebagaimana diungkapkan Rivers Cuomo di sela-sela konser, hanya terjadi disini, di Indonesia “The Capital of Weezer World”. Memori yang tak akan terlupakan bagi kebanyakan penonton malam itu. Hujan lebat mengakhiri lawatan Weezer di Indonesia, sebuah konser yang sangat komunikatif, malam yang memanjakan fans yang telah menunggu kedatangan band kesayangan mereka. Sebuah konser pembuka di Indonesia pada awal tahun 2013 yang akan sarat dengan pujian.

Special Thanks to Chugg Entertainment, StarD Protainment, BlackRock Entertainment, Marygops Studios, dan AsiaLive Entertainment

Untuk foto2 lengkap konser Weezer bisa dilihat disini

(Noverdy Putra)
Photo by Shafiq

Related posts

Leave a Reply