Trending News

Blog Post

Album of The Day: Mumford & Sons – Babel
Album of The Day

Album of The Day: Mumford & Sons – Babel 

Released by: Universal Music Indonesia

Menyusul keberhasilan album debut mereka, Sigh No More, di tahun 2009, Marcus Mumford, bersama teman-temannya, Country Winston Marshall, Ben Lovett dan Ted Dwane yang tergabung dalam Mumford & Sons, kembali hadir dengan album sophomore mereka yang sangat dinanti-nantikan, Babel.

Band pengusung folk-rock asal Inggris ini memang mencatat prestasi yang luar biasa, karena ditengah menjamurnya band-band sejenis, nama mereka melejit di barisan terdepan dan menjadi yang paling populer, ditengah kurang awamnya musik yang mereka usung. Memang, sudah ada nama-nama seperti Fleet Foxes, Noah and The Whale, Fanfarlo, atau Crystal Skulls dan beberapa nama lagi yang cukup populer, namun yang benar-benar menembus pasar mainstream, bisalah kita sebutkan Mumford & Sons sebagai highlight-nya.

Ini terbukti dengan prestasi luar biasa yang diraih Babel, saat dirilis pada bulan September yang lalu yang menduduki peringkat teratas di berbagai negara. Lantas apa yang membuat Babel ini begitu menarik perhatian. Sebenarnya, setelah mendengarkan albumnya, Babel masih belum bergerak jauh dari apa yang Mumford & Sons usung di album Sigh No More. Folk, rock, pop, dengan sentuhan bluegrass masih menjadi andalan utama.

Lagu-lagu Mumford & Sons, atau pun yang terdapat di dalam Babel, pada dasarnya merupakan lagu-lagu pop kekinian yang dibungkus dalam bentuk yang lebih tradisional. Ornamen-ornamen yang mungkin terdengar udik, namun ternyata mampu memberikan estetika yang berkelas untuk pendengar masa kini.

Track Babel membuka album. Beat yang berdetak kencang dan bergemuruh saling bertimpa dengan banjo, gitar akustik, bass serta vokal Marcus yang nge-rock. Yep, it’s basically a rock song with folky touch. Satu ciri khasnya, semua unsur tadi berbaur dalam harmonisasi yang padu, ketimbang menciptakan distorsi yang biasa diumbar lagu-lagu bercorak rock.

Suasana riuh dan gaduh namun harmonis dan syahdu juga bisa didapat di track I Will Wait. Banjo terdengar begitu ekstensif mewarnai lagu yang penuh semangat ini. Meski begitu tunggu bagian bridge yang memamerkan kemampuan Marcus dalam memberi tiupan emosionil yang menyentuh, sampai kemudian meledak di chorus.

Terdapat juga lagu-lagu semacam Whisper In The Dark, Holland Road, Lover of the Light atau Hopeless Wanderer dan Below My feet yang memiliki semangat menggebu yang sama. Lagu-lagu yang menghamburkan tempo dalam kecepatan yang penuh, sementara Marcus bernyanyi dengan seolah-olah penuh duka. Menarik saat Mumford & Sons juga mengizinkan tipuan terompet ala Mariachi mewarnai beberapa lagunya.

Namun begitu, Babel juga diisi oleh lagu-lagu subtil, sendu dan lirih. Lagu-lagu yang dimana konsep harmonisasi instrumen dan vokal tadi bisa terdengar lebih efektif memadu. Gitar akustik disini lebih berperan penting, ketimbang banjo, meski tetap memakai banjo atau mandolin untuk mempertegas efek folky. Maka hadirlah lagu-lagu semacam Ghosts That We Knew atau Reminder Ada juga lagu-lagu yang merupakan perpaduan antara semangat lirih dan menggebu, seperti yang terdapat dalam Lover’s Eyes atau Broken Clown dan Below My Feet.

Kalau mengira lagu Learn Me Right yang kemarin dibawakan oleh Mumford & Sons bersama Birdy, yang juga menjadi salah satu lagu soundtrack film animasi Brave, tidak dimasukkan ke dalam Babel, maka perkiraan itu tidak sepenuhnya benar. Track terakhir dalam Babel, Not with Haste, pada dasarnya merupakan track yang sama, namun minus vokal Birdy.

Melalui Babel, Mumford & Sons mencoba menjembatani antara komunitas folk dengan pasar yang awam dengan subgenre ini. Sebuah upaya yang baik, karena Babel cukup mampu menghadirkan lagu-lagu yang komunikatif dan mudah dicerna. Kritikan mungkin bisa disampirkan jika lagu-lagu mereka terlalu mengikuti formula tanpa adanya upaya memberikan inovasi terhadap subgenre folk itu sendiri.

Akan tetapi, kita tidak bisa menafikan jika Mumford & Sons sudah cukup baik dalam memberikan kita sebuah album yang menyenangkan untuk disimak dan memiliki tekstur yang cukup meriah. Ambisius namun tanpa kehilangan kesederhanannya.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Babel” 3:27
2. “Whispers in the Dark” 3:15
3. “I Will Wait” 4:36
4. “Holland Road” 4:13
5. “Ghosts That We Knew” 5:39
6. “Lover of the Light” 5:14
7. “Lovers’ Eyes” 5:21
8. “Reminder” 2:04
9. “Hopeless Wanderer” 5:07
10. “Broken Crown” 4:16
11. “Below My Feet” 4:52
12. “Not With Haste” 4:07

Related posts

Leave a Reply