Trending News

Blog Post

Album of The Month: Justin Timberlake – The 20/20 Experience (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of The Month: Justin Timberlake – The 20/20 Experience (Deluxe Edition) 

Released by Sony Music Entertainment Indonesia

Pada masanya, Justin Timberlake merupakan sosok penyanyi muda yang sangat potensial. Album debut solonya setelah N’Sync, Justified (2002), mengukuhkan sosoknya yang ternyata memang memiliki pesona tersendiri. Sukses album tersebut disusul oleh album keduanya, FutureSex/LoveSounds (2006), yang menunjukkan kematangan dalam bermusik serta menunjukkan identitasanya sebagai penyanyi berkelas. Namun JT, demikian ia biasa disebut, kemudian disibukkan dengan karir aktingnya, sehingga wajar jika orang curiga ia tidak akan melanjutkan eksistensinya di dunia musik. Tahun demi tahun berlalu dan suprise, surprise! JT is back and The 20/20 Experience menjadi ajang pembuktian jika musik masih menjadi passion utamanya seorang Justin Timberlake.

Awalnya ia memberikan kita Suit & Tie, yang masih dibantu oleh Timbaland sebagai produser, sebuah single midtempo RnB yang cozy dan suave serta menghadirkan Jay-Z sebagai teman nge-rap. Trademark JT masih melekat disini, termasuk falsetto seksinya. Kemudian ia menawarkan Mirrors, sebuah lagu mid-tempo berdurasi 8 menit dan memutuskan untuk kembali ke classic JT, sebuah elektro-RnB yang mengandalkan hook dan melodi ringan tapi catchy. Beat-beat yang diusung memang terdengar agak “lawas”, akan tetapi ini JT yang kita bicarakan. Ia mampu menghadirkan sensasi urban dan kontemporer di setiap lagunya, terlepas ia diproduksi pada dekade apa.

Berdasarkan dua materi ini kita kemudian bisa menerawang kira-kira materi apa saja yang akan dibawakan oleh JT dalam album The 20/20 Experience. Mungkin ia akan melanjutkan sensasi elektro-RnB campur pop yang selama ini kita kenal dari dirinya. Mungkin. Karena meski sensasi tersebut masih dapat kita temui di sini, akan tetapi The 20/20 Experience ternyata menawarkan jauh dari pada itu.

Diusianya yang sekarang menginjak 32 tahun, kedewasaan tampaknya memang mempengaruhi JT dalam bermusik. Saat kini RnB dan Hiphop menjadi anthem lantai dansa yang berhubungan erat dengan Electronic Dance Music, maka JT memutuskan untuk menghadirkan RnB dalam bentuknya yang paling esensial, permainan vokal yang meliuk serta dibalut oleh musik-musik yang mengandalkan groove, mood dan juga atmosfir.

Coba simak nomor renyah seperti Strawberry Bubblegum. Setelah sepanjang 4 menitan ia menghadirkan sebuah nomor RnB intim dengan chorus yang mengundang, mulai menit kelima hingga selesai (lagunya berdurasi 7:59), ia kemudian melanjutkan lagunya dalam balutan urban lounge yang jazzy. Sebuah kejutan yang manis.

Harus diperhatikan disini, umumnya lagu-lagu yang terdapat dalam The 20/20 Experience hadir dalam durasi yang panjang-panjang, sekitar 6 hingga 8 menitan. Ini memang menyebabkan pendengar harus ekstra perhatian dengan setiap materi yang dihadirkan karena JT dengan cermat mengkemas setiap lagunya dalam presisi tertentu. Jadi durasi yang panjang diperlukan karena lagu-lagu tersebut menghadirkan aransemen yang menuntut durasi panjang dan bukan repetisi nada atau melodi.

Ada kalanya JT bermain-main dengan musiknya, seperti yang ditunjukkan dalam Let the Groove Get In, sebuah nomor salsa yang seru dan mengasyikkan. Hentakan elektropop membuat lagunya tidak terdengar seperti salsa biasa, namun hip dan kontemporer. Meski begitu elemen-elemen tradisional seperti perkusi sama sekali tdak dianaktirikan, melainkan menjadi tandem yang sempurna bagi instrumen modernnya. Dan saat lagu mulai terasa monoton, menjelang akhir ia merubah ritme dan juga rupanya menjadi sebuah pop-synth berbalut RnB, namun tanpa kehilangan sensasi salsanya.

Tentu saja JT pada beberapa bagian masih terdengar seperti sebuah kloningan Michael Jackson. Bagian akhir dari track Let the Groove Get In dapat menjadi buktinya. Lengkap dengan shriek dan falsetto khas ala MJ. Akan tetapi secara umum JT menjadi dirinya sendiri yang utuh.

Falsetto, seperti yang dipakai dalam chorus track Pusher Love Girl justru untuk mengekstraksi sensasi vokal soulful ketimbang mengimitasi MJ. Yep, kali ini JT memang hadir dengan semangat soul yang cukup besar sebagai landasan pop-RnB-nya. Simak saja Spaceship Coupe yang agak sedikit Robin Thicke-ish. Atau That Girl yang mengadopsi konsep pop soul retro sebagai sajian utamanya.

Tentu saja kehadiran Timothy Mosley sebagai rekan produser berimbas dengan hadirnya lagu-lagu yang…so Timbaland. Don’t Hold The Wall seperti mengembalikan kenangan akan lagu Hiphop yang riuh seperti di dekade 90-an dimana lagu-lagu seperti ini pernah mendapatkan prestise tinggi. Atau simak saja Tunnel Vision yang lengkap dengan gimmick ala Timbaland yang menjadi ciri khasnya. Kehadiran lagu-lagu ini bukan berarti jelek, hanya saja kemudian terdengar sedikit random, saat materi-materi lain yang terdapat di dalam The 20/20 Experience mengejar kemapanan, baik dalam bermusik maupun cara bernyanyi.

Namun jangan kuatir, hal tersebut sama sekali tidak menganggu benang merah sophisticated dan adult yang diusung oleh The 20/20 Experience. Oh ya, jangan sampai melewakan track Blue Ocean Floor. Berbeda dengan umumnya lagu-lagu JT, baik dari album lamanya ataupun yang diberikannya saat ini dalam The 20/20 Experience, terdengar sangat berbeda dan eksperimental. Lagu “balada” sepanjang 7:19 menit ini menghadirkan vokal JT yang mengalun dengan penuh perasaan. Tidak lembut akan tetapi tidak penuh dengan tenaga juga. Sementara itu musik menghadirkan ambient yang atmosferik. Hasilnya, Blue Ocean Floor adalah sebuah lagu yang moody dan gelap, namun uniknya sangat adiktif untuk didengar.

Untuk rilisan deluxe, terdapat dua lagu sebagai bonus yaitu Dress On dan Body Count. Ada alasan kenapa lagu-lagu ini hadir sebagai bonus, karena secara struktur mereka menghadirkan konsep yang jauh nge-pop juga mudah dicerna, ketimbang lagu-lagu yang berada The 20/20 Experience. Ini disebabkan karena baik Dress On dan Body Count dibentuk oleh struktur yang jauh lebih sederhana dan melulu mengejar sensasi catchy yang pop-ish. Namun bukan berarti jelek, karena lagu-lagu ini bisa menjadi semacam reuni dengan JT yang dulu biasa kita dengar.

The 20/20 Experience adalah album yang istimewa. Tidak hanya menandakan kembalinya Justin Timberlake ke skena musik yang membesarkan namanya, namun juga merupakan sebuah album berkelas yang mampu memadukan antara semangat “old-soul” dengan kemapanan musik masa kini. Dan ia berhasil karena JT merupakan seorang musisi yang brilian. Ia tidak hanya dianugerahi oleh vokal yang juara akan tetapi selera musik yang bagus. Dan ia membuktikan jika para pengekornya harus belajar lebih banyak jika ingin memiliki kualitas bermusik yang berkelas dan matang sepertinya.

Official Website

Beli CD Justin Timberlake “The 20/20 Experience” Rp. 85.000,- silahkan isi form disini
(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Pusher Love Girl” 8:02
2. “Suit & Tie” (feat. Jay Z) 5:26
3. “Don’t Hold the Wall” 7:10
4. “Strawberry Bubblegum” 7:59
5. “Tunnel Vision” 6:46
6. “Spaceship Coupe” 7:17
7. “That Girl” 4:47
8. “Let the Groove Get In” 7:11
9. “Mirrors” 8:05
10. “Blue Ocean Floor” 7:19
Deluxe edition bonus tracks
11. “Dress On” 4:39
12. “Body Count” 4:42

Related posts

Leave a Reply