Trending News

Blog Post

Album of The Day: Imagine Dragons – Night Visions
Album of The Day

Album of The Day: Imagine Dragons – Night Visions 

ABOUT IMAGINE DRAGONS:

Dari indie ke major. Imagine Dragons adalah band asal Las Vegas, Nevada yang punya asal usul sukses yang menyenangkan. Di tahun 2008 mereka membentuk diri. Nama unik mereka adalah anagram yang dirahasiakan, hanya anggota band yang tahu apalah kata atau frase itu. Tapi kita semua tahu, kalau 2013 adalah tahun breakout bagi kawanan ini, setelah single mereka, ‘It’s Time’ menjamah ke Top Charts di Amerika Serikat sana.

Tak lama dari pembentukan, Imagine Dragons membuat album mini yang mereka rekam di Battle Born Studios. Dan ketika mereka hendak kembali ke studio tersebut untuk merilis sebuah EP lagi, mereka mendapat kontrak rekaman! Adalah Interscope Records yang sangat berniat untuk menjadikan mereka dikenal lebih luas dari yang pernah mereka bayangkan. Dengan sedikit bantuan dari MTV, band ini mendapatkan level baru popularitas bagi kelangsungan musik mereka. Billboard dan Amazon setuju. Mereka juga menyediakan tempat spesial untuk memperkenalkan Dan Reynolds dan kawan-kawan dengan menyebut mereka sebagai Bintang Baru Paling Bersinar berikut Artist Rock Terfavorit. Dengan nama yang semakin berkibar, jadwal manggung di berbagai festival musik pun semakin padat. Sasquastch! Music Festival, Isle of Wight Festival, Rock am Ring and Rock im Park, dan masih banyak lagi.

Ingin merasakan keistimewaan dalam keseharian? Atau ingin mendengarkan kejutan yang tak disangka-sangka? Dengarkan album Imagine Dragons! Album yang Las Vegas Weekly sebut sebagai album yang “well-crafted and wildly creative” ini memang se-hot yang kita bayangkan. Dan dalam perayaan Rock Month of April, CreativeDisc dan Universal Music Indonesia dengan bangga menyajikan menu Imagine Dragons di atas meja, sebagai New Artist Highlight this April! Bon appetite!
(Intro: Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Official Website

REVIEW ALBUM “NIGHT VISIONS”

Released by: Universal Music Indonesia

Dan Reynolds, Ben McKee, Wayne Sermon dan Dan Platzman yang tergabung dalam grup rock asal Las Vegas, Imagine Dragons sudah eksis semenjak tahun 2008, akan tetapi menemukan momentum mereka di tahun 2012 yang lalu berkat kesuksesan single It’s Time yang terdapat di dalam album debut mereka, Night Visions.

Kita mungkin menemukan gambaran Imagine Dragons sebagai band pop, berdasarkan single It’s Time yang sempat dipopulerkan oleh Glee itu. Mengapa tidak? Meski tetap mengusung semangat rock namun Imagine Dragons tidak lantas tenggelam dalam riuhnya instrumen elektrik atau gebukan drum yang membahana. Ada sesuatu yang romantis dalam It’s Time. Mungkin disebabkan oleh melodi yang sangat mengalir dan sangat mudah disimak karena It’s Time menghadirkan aransemen yang cukup sederhana. Kekuatan utama memang pada vokal Dan Reynolds yang powerful namun tidak terdengar berlebihan dalam memberi aksentuasi maskulin. Takarannya pas. Hasilnya, sebuah lagu yang sangat menyentuh, terlepas dari unsur rock yang melekat tadi.

Imagine Dragons sebelumnya sudah merilis lima buah EP, sehingga Night Visions dipastikan tidak akan terengar seperti album debutan sama sekali. Setiap track yang terdapat di album ini disusun dengan teknis yang matang dan rapi. Coba dengarkan saja track pembuka album, Radioactive, sebuah nomor alternative rock yang berbalut dubstep, namun tak terdengar awkward sama sekali. Kesan menggebu namun pekat yang terdapat dalam lagunya mengindikasikan semangat rock yang kental.

Namun, Imagine Dragons juga mementingkan melodi dan notasi yang mudah dicerna, sehingga kening tak perlu mengkerut untuk dapat mencerna isi albumnya. Mulai dari pop-semi-balada seperti Every Night yang romantis dan sedikit galau hingga pop-antemik penuh semangat On the Top of The World, Imagine Dragons sukses dalam merentangkan versatilitas mereka dalam bermusik.

Secara umum lagu-lagu di dalam Night Visions terdengar berbeda antara satu dengan yang lain, baik secara tone, tematis, hingga corak. Yang menjadi benang merah mungkin semangat rock yang menjadi dasar setiap lagu. Ini mungkin bisa dianggap sebagai kelemahan dari Night Visions, karena renggangnya konsistensi yang membuat album ini terdengar solid.

Namun Imagine Dragons membayarnya dengan menghadirkan lagu-lagu yang sangat menarik untuk disimak. Bahasa sederhananya, bagus-bagus. Tidak ada track yang rasanya menjadi semacam filler, karena setiap lagu berdiri sama kuat dan rasa-rasanya bisa menjadi single yang dilepas tersendiri.

Coba dengarkan Amsterdam yang bergerak dalam corak modern-rock. Pergerakan notasi begitu tertebak sebenarnya, dibuka dengan alur yang kalem, hingga meledak di bagian chorus, akan tetapi berbekal aransemen yang kuat, lagu ini terdengar begitu menyentuh. Simak juga Bleeding Out yang menghadirkan sentuhan synth penuh intensitas, sehingga memberikan efek antemik yang kuat pada lagu yang sebenarnya berkisah tentang kegalauan dalam percintaan.

Night Visions adalah sebuah ajang pembuktian bagi Imagine Dragons jika mereka merupakan band yang solid dan mengerti benar yang mau dikerjakan serta memiliki referensi musik yang luas. Ini terbukti karena Night Visions memiliki materi yang kaya. Okelah, mungkin beberapa lagu akan terdengar agak mirip band itu atau band itu, akan tetapi terlepas dari itu Night Visions cukup sukses dalam menjalankan misinya, yaitu menghibur dan memberi waktu mendengarkan musik yang berkualitas.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Radioactive” 3:06
2. “Tiptoe” 3:14
3. “It’s Time” 4:00
4. “Demons” 2:57
5. “On Top of the World” 3:12
6. “Amsterdam” 4:01
7. “Hear Me” 3:55
8. “Every Night” 3:37
9. “Bleeding Out” 3:43
10. “Underdog” 3:29
11. “Nothing Left to Say” (6:33), includes hidden song “Rocks” (2:11) 8:56

Related posts

Leave a Reply