Trending News

Blog Post

Album of The Day: Various Artists – Sound City: Reel To Reel
Album of The Day

Album of The Day: Various Artists – Sound City: Reel To Reel 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Tak mau terlena setelah kesuksesan album “Wasting Light” Foo Fighters, Dave Grohl menggebrak dengan menjadi sutradara sebuah dokumenter tentang studio musik kenamaan Los Angeles, “Sound City”. Sebuah studio analog bersejarah yang menghasilkan album-album terbaik dari musisi kenamaan, seperti Fleetwood Mac, Rick Springfield, Grateful Dead, Tom Petty, Barry Manilow, Rage Against The Machine, Red Hot Chilli Peppers, Weezer, Slipknot, dan masih banyak lagi, termasuk album Nirvana yang fenomenal, Nevermind (1991).

Namun kini Sound City harus menyerah dengan serbuan “digitalisasi”, dan Dave Grohl mengambil inisiatif untuk membeli salah satu elemen penting dari Sound City Studio, yaitu “the neve console 8028”, perangkat yang dibuat custom dan menjadi daya tarik Sound City Studio selama ini. Dave memindahkan “the neve console” di studio pribadi miliknya, Studio 606.

Tak hanya melakukan itu, Dave pun menyutradarai dokumenter yang berisi berbagai cerita musisi-musisi yang pernah melakukan rekaman di Sound City Studio, para pegawai yang pernah bekerja disana, dan untuk menemani dokumenter ini, ia pun menjadi konduktor Original Soundtrack-nya yang bertajuk “Sound City – Reel To Reel” yang melibatkan lebih dari selusin musisi kenamaan, termasuk Foo Fighters yang bertindak sebagai “tuan rumah”, musisi-musisi yang pernah rekaman di Sound City Studio, dan kejutan seperti, Krist Novoselic, bassis Nirvana, dan Sir Paul McCartney yang turut serta dalam album ini. Hanya Dave Grohl yang mampu membuat hal langka ini dapat terjadi.

Mari kita sudahi puja-puji untuk Dave Grohl, rocker kesayangan amerika saat ini (ah kembali dipuji).Album dibuka dengan “Heaven and All” kolaborasi Robert Levon Been dan Peter Hayes (Black Rebel Motorcycle Club) dengan Dave Grohl pada drum, track yang bernafas hardrock yang mengawang-awang dan ditutup dengan kegaduhan yang elegan.

Kolaborasi berikutnya Chris Goss (Masters of Reality, Queens of the Stone Age), Tim Commerford dan Brad Wilk (RATM, Audioslave) dan Dave Grohl dengan judul “Time Slowing Down” bertempo sedang yang sedikit menggantung mood yang telah dibuka oleh track sebelumnya.

“You Can’t Fix this” menghadirkan “keseksian” vokal Stevie Nicks (Fleetwood Mac), dengan diiringi Dave Grohl, Taylor Hawkins, Rami Jaffee (Foo Fighters). Sebuah lagu tribut emosional bagi Stevie Nicks karna Sound City Studio adalah studio yang bersejarah baginya, mengawali karir bersama duo “Buckingham Nicks” dan mempertemukannya dengan Mick Fleetwood lalu bergabung dengan band Fleetwood Mac.

Selanjutnya Rick Springfield berkolaborasi dengan “The Foos” Dave Grohl, Taylor Hawkins, Nate Mendel, dan Pat Smear, dengan judul “The Man that Never Was”, Butch Vig selaku produser album ini mampu mengeluarkan sisi gelap dari Rick Springfield yang memiliki ikatan sangat personal dengan Sound City Studio, dan pada lagu ini sungguh tak terbayangkan Rick Springfield dengan hits power-pop era 80-an “Jessie’s Girl” bisa begitu gelap.

“Your Wife is Calling” adalah track unik dengan kolaborator Lee Ving (Fear), Dave Grohl, Taylor Hawkins, Alain Johannes (Queens of the Stone Age),dan Pat Smear. Punk Rock penuh tegangan tinggi, dan tentu lirik yang “semau gue” ala punk. Vokal Lee Ving yang unik dan chord yang cepat, maka bukan pilihan yang tepat jika mendengar lagu ini dengan duduk tenang menyeduh teh hangat, jika tidak takut tersedak.

Salah satu lagu yang cukup kuat dalam album ini adalah “From Can to Cant” oleh Corey Taylor (Slipknot, Stone Sour), Dave Grohl, Rick Nielsen (Cheap Trick), dan Scott Reeder. Sebuah tembang murung nan emosional yang jika tidak dinyanyikan Corey Taylor mungkin akan terdengar mendayu-dayu. “Centipede” seperti cooling down yang dibuka dengan akustik, sebelum akhirnya penuh distorsi. Meski Joshua Homme, Chris Goss, Dave Grohl, Alain Johannes juga tergabung dalam Queens of the Stone Age semoga saja lagu ini bukanlah materi yang tak terpakai di album band mereka.

Alain Johannes, Dave Grohl, dan Joshua Homme kembali berkolaborasi dalam track berikutnya yag berjudul “A Trick with No Sleeve”, dengan Alain Johannes pada vokal, chord yang mudah melekat di kepala, track ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk diulik.

Kehadiran Paul Mccartney, (The Beatles) dan Krist Novoselic (Nirvana), dalam project ini menjadi gimmick tersendiri, dengan didampingi Pat Smear dan Dave Grohl, “Cut Me Some Slack” hadir dari sebuah sesi jamming, dengan nuansa yang begitu rock n roll, mengajak bersenang-senang, tentu kita bisa sempat lupa bahwa kolaborator pada lagu ini sungguh tidak muda lagi.

Memasuki penghujung album Dave Grohl, Jessy Greene, Rami Jaffee, dari Foo Fighters dengan Jim Keltner salah satu session drummer dengan catatan kolaborasi yang sangat panjang di Amerika, bermain akustik dengan manis dalam judul “If I Were Me”.

Penutup album ini adalah “Mantra” oleh Dave Grohl, Joshua Homme, dan Trent Reznor (Nine Inch Nails), pelengkap yang sempurna untuk sebuah album yang berusaha mewakili salah satu studio analog yang pernah ada, yaitu dengan kehadiran Trent Reznor yang dikenal sangat “digital”, tapi menggunakan perangkat digital bukan sebagai pelengkap, tapi satu kesatuan utuh dengan musik itu sendiri.

Secara keseluruhan, album ini merupakan bentuk apresiasi dari musisi yang pernah bersinggungan langsung dengan Sound City Studio, maupun generasi sesudahnya yang terinspirasi dari album-album yang lahir dari studio legendaris itu. Sementara dari segi sound, album ini memang mengukuhkan bahwa alasan Dave Grohl “menyelamatkan” the neve console patut diacungi jempol, sungguh kita akan menunggu lahirnya album-album fenomenal yang hadir dari the neve console ini di masa yang akan datang.

Album ini pun sebagai suatu bentuk protes Dave Grohl dan kawan-kawan pada penggunaan teknologi yang kebablasan di dunia musik, sehingga “kembali ke analog” seperti sebuah jalan untuk mengajak musisi-musisi baru untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi.

Sedikit kekecewaan, selain flow album yang tidak begitu bagus, juga kolaborator album ini dirasa masih sedikit, jika melihat rekam jejak Sound City Studio yang melahirkan lebih dari 100 album dengan predikat gold dan platinum. Tentu upaya Dave Grohl melalui project ini menjadi salah satu dokumentasi yang harus diapresiasi setinggi-tingginya. Tapi tentu jika kita menunggu Sound City – Reel To Reel : Vol 2, tidak ada salahnya juga kan??

(Noverdy Putra)

TRACKLIST
1. “Heaven and All” – Robert Levon Been, Dave Grohl, Peter Hayes 5:27
2. “Time Slowing Down” – Chris Goss, Tim Commerford, Grohl, Brad Wilk 5:58
3. “You Can’t Fix This” – Stevie Nicks, Grohl, Taylor Hawkins, Rami Jaffee 5:56
4. “The Man That Never Was” – Rick Springfield, Grohl, Hawkins, Nate Mendel, Pat Smear 3:24
5. “Your Wife Is Calling” – Lee Ving, Grohl, Hawkins, Alain Johannes, Smear 3:20
6. “From Can to Can’t” – Corey Taylor, Grohl, Rick Nielsen, Scott Reeder 4:50
7. “Centipede” – Josh Homme, Goss, Grohl, Johannes 5:10
8. “A Trick With No Sleeve” – Johannes, Grohl, Homme 4:55
9. “Cut Me Some Slack” – Paul McCartney, Grohl, Krist Novoselic, Smear 4:38
10. “If I Were Me” – Grohl, Jessy Greene, Jaffee, Jim Keltner 4:10
11. “Mantra” – Grohl, Homme, Trent Reznor 7:43

Related posts

Leave a Reply