Trending News

Blog Post

Single of The Day: Phoenix – Entertainment
Single of The Day

Single of The Day: Phoenix – Entertainment 

Released by: Warner Music Indonesia

Apa yang anda harapkan setelah menunggu selama 4 tahun dari Phoenix sejak album “Wolfgang Amadeux Phoenix” dirilis? Pakah itu musik yang lebih dewasa? Nuansa serius? Atau berharap Phoenix menjadi lebih hipster? Well, nampaknya Phoenix ingin menggebrak trend tipe album-album comeback yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat. Dan tampaknya mereka tetap ingin menjaga kadar musikalitas mereka di ranah yang sederhana, namun tetap meriah serta unik. Perlu bukti nyata? Simak saja “Entertainment”, single andalan mereka dari album “Bankrupt!” yang dirilis pada tahun 2013 ini.

Phoenix tetaplah Phoenix. Sebuah band yang bisa anda kategorikan sebagai band pop, rock, electronic, indie, alternative, you name it, semua elemen tersebut mereka padu padankan pada single ini. Diawali dengan raungan synthesizer (yang mana pada bagian ini terdengar seperti lagu lawas milik David Bowie) yang terdengar agak oriental dan perlahan-lahan emosi lagu ini meningkat dan dapat membuat anda mengangguk-anggukan kepala. Sesungguhnya tak ada yang istimewa dari lagu ini, namun semangat yang dibawa Thomas Mars dkk dapat membuat anda menyukai “Entertainment”. Saya pribadi menyukai bagian chorus dimana layer-layer gitar dari Laurent Brancowitz dan Christian Mazzalai berpadu dengan synthesizer yang membuat lagu ini seolah-olah memasuki “moment of revelation” sebelum akhirnya meledak di interlude post-chorus, sungguh sebuah struktur lagu yang cukup cerdas.

Tetapi sepertinya lirik lagu ini tidak seriang instrumen yang dibawakan. Dengan mengambil tema konflik antar personal, sepertinya Phoenix telah membuat lirik yang terkesan “ya udah sih, terus kenapa?”, sebuah hal yang disayangkan mengingat mereka pernah membuat lirik yang sangat menarik pada lagu “Lisztomania” atau “Love Like A Sunset”. Atau mungkin saja lirik lagu ini sebenarnya memiliki metafora lain yang tidak dapat saya tangkap maknanya. Selain itu bagian synthesizer bernada oriental yang mereka mainkan sepanjang lagu terkesan sangat berlebihan. Memang menarik, namun cukup mengganggu menurut saya.

Dan disaat semua band se-generasi mereka berlomba-lomba menunjukkan kedewasaan dan memamerkan materi rumit sebagai bukti senioritas, Phoenix malah mengedepankan kesederhanaan bermusik mereka. Mungkin saja kesederhanaan merupakan sebuah hal yang dianggap resiko oleh band lain, namun bagi Phoenix, hal ini bukanlah masalah. Apa yang telah mereka lakukan pada karya-karya sebelumnya membuat kadar awareness atau trademark mereka cukup asosiatif di kalangan penikmat musik. Sehingga tak peduli pada tingkatan musikalitas mana mereka berada, Phoenix masih akan tetap terdengar seperti Phoenix.

Lihat Videonya

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

LYRIC
Headline from this day on
Why you keep pretending that you wanna let go?
Do. Do you wanna let go?
Loud volume turn to low low low low low low

What you want and what you do to me
I’ll take the trouble that you have in mind

Entertainment
Show them what you do with me
When everyone here knows better
What I once refused to be
Is everything they long together
I’d rather be alone

I love, I love, I love, I notice
I heard it all before I died
Before I knew you
Once upon a time would take too long, long, long, long, long, long

What you want and what you do to me
I’ll take the trouble that you have in mind

Entertainment
Show them what you do with me
When everyone here knows better
What I once refused to be
Is everything they long together
I’d rather be alone

Related posts

Leave a Reply