izmir escort bayan
Trending News

Blog Post

bodrum escort
Album of The Day: Anggun – Best-Of: Design of a Decade 2003–2013
Album of The Day

Album of The Day: Anggun – Best-Of: Design of a Decade 2003–2013 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Dengan merilis Best-Of: Design of a Decade 2003–2013, ini merukan kali kedua Anggun merilis album kompilasi hits terbaiknya, setelah album Best-Of di tahun 2007. Well, jika merunut lebih jauh lagi, sebenarnya Anggun juga telah merilis album kompilasi hitsnya di Indonesia, namun sebatas lagu-lagu lokalnya dan dirilis di dekade 90-an saat juri The X Factor Indonesia ini belum melaju karirnya secara Internasional.

Dengan memberi batasan tahun antara tahun 2003 hingga 2013, album ini otomatis hanya merangkum single demi single yang dirilis selama sepuluh tahun terakhir dan diambil dari album-album seperti Luminescence (2005), Elevation (2008) dan Echoes (2011). Seperti kebiasaan Anggun, ia tidak pelit untuk menghambur-hamburkan lagu yang dipadatkan ke dalam album kompilasi single. Tidak heran jika album Design of Decade ini begitu melimpah dengan materi yang menarik.

Dari album Luminescence, kita memang hanya akan mendapatkan lagu Saviour, yang juga menjadi soundtrack film laga Jason Statham, Transporter 2, dan A Crime. Sungguh sayang tidak ada In Your Mind atau I’ll Be Alright. Akan tetapi tidak mengapa. Kehadiran dua lagu ini sudah cukup mewakili sensasi RnB/elektro-pop yang mulai diusung oleh Anggun setelah world-music/eclectic-pop di album-album sebelumnya.

Sementara itu, album Elevation menyumbangkan Jadi Miliku (Crazy), Stronger (yang menampilkan Big Ali), My Man (menampilkan Pras Michael), Sebelum Berhenti (Seize The Moment), dan World. Tampaknya album ini dianggap Anggun yang paling mendefenisikan karirnya di sepanjang dekade 2003 hingga 2013, karena jumlah lagu yang dikutip dari Elevation cukup besar. Elevation sendiri masih melanjutkan tematis RnB yang diusung oleh Luminescence, akan tetapi album ini terdengar jauh lebih fokus dengan konsep RnB tersebut termasuk dengan mengundang Big Ali dan Pras Michael untuk membantu dirinya.

Album paling mutakhir milik Anggun adalah Echoes. Dari album ini diselpikan lagu-lagu seperti Echo (You and I), Buy Me Happiness, Lie to Me atau Hanyalah Cinta yang merupakan versi Indonesia dari lagu Only Love. Sebenarnya dari Echoes kita akan mendapatkan versi terbaru dari hit raksasa Anggun, Snow On the Sahara, namun dalam album Design of Decade ini Anggun memutuskan untuk menghadirkan versi paling mutakhir dan dalam balutan baru yang lebih kontemporer, berkat gubahan musisi Kanada bernama Cyril Kamar. Meski terdengar less-exotic dan sangat urban, namun tetap menawan untuk disimak.

Anggun pun tak luput untuk meng-“hadiahkan” beberapa lagu non-album, agar album kompilasi hits ini tak terlalu “usang”. Untuk kedua lagu ini, Anggun kembali lagi mengajak musisi pengusung elektronika asal Jerman, Schiller. Ini sebenarnya bukan kali pertama Anggun bekerjasama dengan Schiller karena di tahun 2010 yang la telah membantu Schiller di single Always You dan Innocent Lies. Tidak mengherankan jika Innocent Lies pun akhirnya disertakan dalam album Design of a Decade ini selain lagu baru yang berjudul Blind.

Innocent Lies adalah sebuah anthem trance yang kental dengan ambient. Hanya saja berbeda dengan seperti biasanya, meski secara arsiran musik bercorak trance, namun karena tempo berjalan sehingga terdengar seperti sebuah balada elektro-pop. Namun, rasa-rasanya Innocent Lies terlalu sederhana jika disebut sebagai elektro-pop. Sementara itu Blind pun mengambil pola yang sama namun dengan elemen ambient yang lebih kental. Blind menghadirkan vokal Anggun dalam gaya yang lebih tertahan dari biasa dan cenderung melahirkan atmosfir yang moody.

Sebenarnya menarik melihat pilihan Anggun sebagai lagu “bonus” yang ditawarkan oleh Anggun, karena ia seolah masuk ke dalam lembah new-age yang lebih tersegmentasi. Akan tetapi sebenarnya ini justru lebih cocok dengan profil Anggun saat ini ketimbang memaksakan untuk menghadirkan ritmis RnB dalam lagu-lagunya. Ingat dengan Deep Blue Sea bersama Deep Forest di tahun 2002 yang lalu? Sensasi yang sama kita rasakan dalam Blind dan Innocent Lies. Other-worldly, moody, atmospheric, sekaligus magis. Sungguh senang jika ini menjadi pilihan Anggun untuk album selanjutnya.

Design of a Decade juga menghadirkan bonus tambahan berbentuk tiga buah lagu remix, yaitu Crazy (Tomer G. & Roi Tochner Remix), Saviour (Teetoff’s Dance Remix) dan Echo (You and I) (Hakimakli Radio Edit).

Bagi para penggemar setia Anggun, mungkin Design of a Decade 2003–2013 tidak terlalu komprehensif. Akan tetapi, setidaknya album ini dapat menjadi sebuah alat bantu bagi yang tertinggal dalam mengikuti diskografi seorang Anggun Cipta Sasmi dan tertarik untuk melihat perjalanan karirnya selama satu dekade terakhir. Pilihan lagunya juga cukup memuaskan. Sebagai sebuah album kompilasi hits, ia cukup layak untuk dimiliki.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Jadi Miliku (Crazy)” 4:18
2. “Saviour” (Main Theme from Transporter 2) 3:58
3. “Buy Me Happiness” 3:11
4. “Stronger” (feat. Big Ali) 3:32
5. “My Man” (feat. Pras Michel) 3:39
6. “Hanyalah Cinta” 4:04
7. “Echo (You and I)” (Full English Version) 3:03
8. “Sebelum Berhenti (Seize the Moment)” 4:23
9. “Lie to Me” 4:20
10. “A Crime” 3:55
11. “World” 3:47
12. “Blind” (with Schiller) 4:50
13. “Innocent Lies” (with Schiller) 4:37
14. “Snow on the Sahara” (2013 Exclusive Version) 3:56
BONUS TRACK
15. “Crazy” (Tomer G. & Roi Tochner Remix) 4:11
16. “Saviour” (Teetoff’s Dance Remix) 3:50
17. “Echo (You and I)” (Hakimakli Radio Edit) 3:50

Related posts

17 Comments

  1. kc

    Anggun sll keren! Suaranya juara!

  2. rooney

    padahal menurutku yang paling bagus tuh lagu2 di album Chrysalis …

    Gak suka dgn SOTS yg versi ini.. jadi hilang “magic” nya..

    dan sayang juga undress me gak masuk di album ni…

  3. iron saragih

    Gak tertarik…

  4. chrizalis

    Nanti belinya pas udah ada DVD nya

  5. Yoga

    Kapan rilisnya ???

  6. jursil

    membosankan…..

  7. eldaman

    ya bener lagu Snow On The Sahara versi baru malah terasa hilang “kekuatan” krn identitasnya justru di arrensemen yg versi lama,,,ethnic2 exotic…!!

  8. Ai

    Wow, ga nyangka komentarnya banyak yg negatif ya. Aku jg sbnrnya ga suka album ini. Dekade 2003-2013 itu bisa dibilang memang masa produktifnya Anggun, tapi enggak lebih “enak” dibanding era dua album pertamanya. Best Of itu jauh lebih berkesan ketimbang album ini ya. Tapi karena supportif ke Anggunnya, makanya tetap punya ini album. Snow On The Saharanya ga banget.

  9. SOTS

    Echo (You and I) lengkap versi Inggris dan Prancis (remix), Lie to Me (versi Inggris dari Yang Terlarang), Blind, juga Innocent Lies, semua itu udah lebih dari cukup sebagai pertimbangan untuk beli album ini. Ditambah booklet yang keren pula.
    Sukses terus untuk Anggun.

    Yoga: udah rilis dari 10 mei lalu.

  10. ayam tumis

    Anggunnya sih oke.. Tapi kok jd seperti kehabisan amunisi gini ya?

    Snow On The Sahara jadi aneh.. Remix nya gagal tuh.m jadi jelek

  11. Dani

    No Offense, tapi memang lagu Snow On The Sahara nya jadi terkesan biasa sekali, beda dengan versi aslinya..

  12. Ongki

    Aku suka Anggun, tp sayang bgt, Snow on the Sahara nya jd aneh dan lemah vokalnya. Aura mistik nya ilang.

  13. DK

    emang mau ada DVD nya? *tertarik*

  14. Erwin Sagata

    Tetap harus dibeli kayaknya buat koleksi, setuju kalo lebih greget The Best of yang pertama

  15. sinyo

    semakin tinggi pohon akan semakin kencang pula angin yg menerpa, terbukti album ini masuk top 5 di itunes indonesia, dan di album ini gak ada tipu” kayak tetangga sebelah si monmon itu yg katanya di album internationalnya bakal feat ama artis hollywoood ternyata gak ada, cuman bual aja

  16. Arif

    Albumnya keren, Snow On the Sahara-nya versi 2013-nya juga bagus.. Best-Of Design ever .. tapi dvd-nya kapan keluar yah? katanya ada versi dvd-nya jg

Leave a Reply

Required fields are marked *

Entsorgung Berlin