Trending News

Blog Post

Album of The Day: Atoms for Peace – Amok
Album of The Day

Album of The Day: Atoms for Peace – Amok 

Saat beberapa musisi hebat memutuskan untuk membuat sebuah super group, sudah sepatutnya penikmat musik tercengang mendengar sajian yang dibawakan. Anda seharusnya tidak perlu kaget dengan hal ini. The Good, The Bad, and The Queen dan Audioslave adalah contoh luar biasa pada era sebelumnya. Maka begitu pentolan Radiohead, Red Hot Chili Peppers, R.E.M, dan Forro in the Dark bersatu, sudah seharusnya super group ini akan menghasilkan sesuatu yang cukup eklektik dan original. Atoms for Peace adalah nama grup ini. Merupakan representasi dari para musisi yang sebenarnya memiliki perbedaan konsep bermusik, namun disatukan oleh satu kecintaan yang sama, yaitu Afrobeat. Sehingga tak berlebihan rasanya apabila “Amok” merupakan sebuah tanda cinta yang cukup elegan.

Lagu “Before Your Very Eyes” membuka perkenalan kita dengan album ini. Sesaat saya mengernyitkan alis menebak-nebak apakah yang mereka bawakan saat ini. Apakah itu funk? Experimental? Electronic? Mungkin hanya tuhan (dan mereka) yang tahu apa yang telah mereka lakukan dengan lagu ini. Namun yang pasti, lagu ini sangatlah menarik. Vokal yang menggema, cabikan bass yang stakato, serta pola drum yang apik mengingatkan saya pada satu hal: Afrobeat ala 1970an. Namun yang saya sayangkan, masih terdapat ego Thom Yorke yang dominan dalam memerankan perannya sebagai bagian dari sebuah grup. Contohnya adalah “Default” yang terdengar cukup serupa dengan solo proyeknya pada tahun 2006 yang lalu, serta “Judge, Jury, and Executioner” yang menurut saya, memiliki sedikit aura “Lotus Flower” di dalamnya. Namun saya masih menganggap wajar hal tersebut, toh kedua lagu tersebut dibuat sebelum super group ini berkembang seperti sekarang. Terima kasih kepada sang produser (Hi Nigel Godrich! You and Dave Sitek are the best producers ever!) yang telah membuat track positioning album ini cukup strategis, sehingga hal tersebut hampir tidak terbaca dengan jelas

Lebih lanjut lagi, lagu “Dropped” mengunggulkan penggunaan synth dan programming pad yang padu. Terlebih pada saat permainan bass-bass Flea yang terdengar undercover nan sinis yang memasuki bagian tengah lagu, membuat pola cabikan bass ini ternilai sangat mahal harganya. Sedangkan “Unless” mengoptimalkan pola-pola perkusi dan hi hat yang konstan. Sebuah usaha apik yang dilakukan oleh Mauro Refosco, yang juga merupakan pembuktian bahwa album ini juga memberikan ruang gerak bagi personil lain untuk bereksplorasi lebih jauh, walaupun memang Thom Yorke memang berperan sebagai jantung di super group ini.
9 lagu rasanya kurang cukup untuk membuktikan bahwa terdapat benang merah antara konsep musik yang mereka bawakan sebelumnya dengan karya kali ini melalui sebuah inspirasi bernama Afrobeat. Namun terlepas dari itu, saat saya membaca forum fans Radiohead di internet, sayangnya banyak sekali fans-fans Radiohead yang skeptis akan super group ini. Oke, saya tahu bahwa apa yang mereka sajikan kali ini sangat berbeda dengan Radiohead, Red Hot Chili Peppers, bahkan R.E.M, namun bukankah disitu letak logikanya? Untuk apa Thom Yorke membentuk sebuah grup baru apabila ujung-ujungnya beliau akan membuat hal yang sama seperti Radiohead? Apalagi Thom Yorke tak pernah memaksa fans-fans Radiohead untuk menyukai proyek ini. Sehingga dalam kasus tersebut, dapat diambil sebuah kesimpulan yang menarik. “Amok” merupakan sebuah pembuktian bahwa fanatisme bukanlah cara terbaik dalam menikmati musik. Namun fanatisme akan sebuah musik tertentu dapat menjadi sebuah inspirasi bagi karya yang sangat apik. Terima kasih telah membuka telinga kami, Atoms for Peace!

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Before Your Very Eyes…” 5:47
2. “Default” 5:15
3. “Ingenue” 4:30
4. “Dropped” 4:57
5. “Unless” 4:40
6. “Stuck Together Pieces” 5:28
7. “Judge, Jury and Executioner” 3:28
8. “Reverse Running” 5:06
9. “Amok” 5:24

Related posts

Leave a Reply