Trending News

Blog Post

Album of The Day: Macklemore and Ryan Lewis – The Heist
Album of The Day

Album of The Day: Macklemore and Ryan Lewis – The Heist 

Siapa Macklemore dan Ryan Lewis? Jika dua tahun lalu ditanya, mungkin hanya segelintir orang saja yang mengenal mereka. Macklemore adalah Ben Haggerty, seorang rapper yang secara independen sudah secara aktif sebagai musisi semenjak tahun 2000. Sedang Ryan Lewis adalah seorang produser dan DJ, di antara beberapa profesi yang dilakoinya. Mereka mulai bekerjasama di tahun 2008, yang mencapai momentum dengan merilis album The Heist yang merupakan album debut dari kolaborasi mereka.

Perpaduan antara Macklemore dengan Ryan Lewis cukup efektif untuk menghasilkan musik yang eklektik, dalam artian The Heist tidak melulu berisi lagu-lagu hiphop dan rap murni akan tetapi dengan brilian mencampur adukkan beberapa subgenre musik sehingga lagu-lagu yang mereka tidak terdengar tipikal dan berbeda. Ini menjadikan The Heist tidak hanya terdengar segar namun bisa disebutkan merupakan salah satu album hip-hop terbaik di beberapa tahun terakhir ini.

Macklemore dan Ryan Lewis serta The Heist mengalami proses perjalanan yang cukup panjang untuk dapat dikenal luas seperti saat ini. Bermula dari single My oh My di tahun 2010 yang bisa disebutkan sebagai single pre-album dan sekaligus promosional. Moody dan murung menjadi arsiran utama My Oh My, meski Macklemore ngerap dengan sangat passionately sekali. Akan tetapi rasanya cukup bisa kita letakkan My Oh My dalam kategori sad core?

Menyimak The Heist, sulit untuk menafikan kesan moody atau murung cenderung mewarnai The Heist. Ini dipertegas dengan track pertama, Ten Thousand Hours yang melengkapi dirinya dengan gimmick ala-ala Lana Del Rey. Hilangkan rapnya, ini bisa jadi sebuah lagu milik nona Del Rey, meski chorus di vokal malah mengingatkan akan lagu-lagu Skylar Grey.

Yang pasti Macklemore dan Ryan Lewis mencapai momentumnya dengan perilisan single Thrift Shop. Meski secara tematis terdengar remeh-temeh, terbukti jika gaya slengean mereka yang slengean mereka yang dibantu pula oleh Wanz, tidak hanya catchy namun juga adktif. Suasana hip-hop alternative yang mereka usung terdengar semakin meriah saja. Unsur-unsur komedi yang kental membuat singlenye terdengar sangat seru untuk disimak

Thrift Shop mungkin yang mengangkat nama duo Macklemore & Ryan Lewis ke permukaan, namun album The Heist memiliki banyak track seru lainnya, termasuk Can’t Hold Us ini. Perpaduan antara elektro-pop yang asyik dengan hiphop yang seru menjadi andalan single ini. Karena aransemennya yang asyik tidak mengherankan jika di awal 2013 ini, Microsoft Outlook memakai lagu ini dalam iklan komersial mereka.

The Heist tidak mutlak hanya Macklemore dan Ryan Lewis. Mereka tidak segan-segan untuk mengajak musisi lain untuk membantu mereka, sehingga The Hesit diisi oleh banyak nama, yang mungkin kurang familiar akan tetapi jangan diragukan kemampuan mereka dalam membantu Macklemore dan Ryan Lewis.

Simak saja Thin Line yang menghadirkan Buffalo Madonna. Kehadiran pria yang bernama asli Nathan Quiroga ini memberi kedalaman tersendiri dalam lagunya yang mengadopsi elektro-pop dan indie-pop. Macklemore dan Ryan Lewis memang tidak tanggung-tanggung dalam memadu-madankan subgenre lain dengan musik mereka, karena tidak hanya rock atau indie-pop saja, karena country/folk pun dipakai untuk membalur lagunya seperti yang dapat disimak dalam track Cowboy Boots. Awalnya terdengar aneh, akan tetapi denting banjo yang menemani rap Macklemore kemudian malah terdengar akrab dan pas.

Sementara itu hip-hop yang lebih “murni”, lengkap dengan bumbu RnB tentu saja bukan menjadi anak tiri. Maka simak saja track seperti Neon Cathedral yang menghadirkan Allen Stone atau Jimmy Iovine (yeah that Jimmy Iovine) yang menampilkan Ab-Soul atau Wing$ yang penuh dengan kemarahan dan membuat Macklemore terdengar agak mirip dengan Eminem meski secara vokal ia memang memiliki warna yang mirip dengan Ludacris.

In my personal opinon, vokal dan cengkok Macklemore memang terdengar seperti Ludacris. Akan tetapi Macklemore terdengar jauh lebih gelisah dan gelap, dibandingkan rapper yang sekarang lebih sering bermain film ini. Ini seolah mempertegas pilihan Macklemore dan Ryan Lewis yang tidak mau terjebak pada lagu-lagu “bersenang-senang” saja, akan tetapi lagu-lagu yang peduli dengan masalah sosial sekaligus memberi pernyataan sikap mereka.

Contoh paling sempurna untuk itu tentu saja Same Love. Karena tidak hanya mengulas topik yang cukup sensitif untuk skena hip-hop, homoseksualitas, track ini juga menegaskan jika Macklemore dan Ryan Lewis merupakan pendukung dari gerakan persamaan hak bagi kalangan gay dan straight. Tidak hanya berani, Macklemore dan Ryan Lewis juga cukup tegas dengan pernyataan mereka. Ini menunjukkan jika mereka merupakan persona hip-hop yang berkarakter.

Seperti disebutkan diatas, The Heist merupakan album hip-hop terbaik di beberapa tahun terakhir ini. Setiap track yang dihadirkan dalam The Heist disusun dengan sangat baik. Memadukan antara estetika hip-hop dengan berbagai genre tidak hanya membuat album terdengar kaya secara tekstur namun juga menjanjikan pengalaman mendengarkan musik yang seru.

Dengan The Heist, duo Macklemore dan Ryan Lewis tidak hanya raise the bar for themself akan tetapi skena hiphop secara umum. Harus ditunggu gebrakan mereka selanjutnya untuk mengetahui apakah mereka hanya sekelebat lewat atau here’s to stay. We’ll see.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Ten Thousand Hours” 4:09
2. “Can’t Hold Us” (featuring Ray Dalton) 4:18
3. “Thrift Shop” (featuring Wanz) 3:56
4. “Thin Line” (featuring Buffalo Madonna) 4:16
5. “Same Love” (featuring Mary Lambert) 5:20
6. “Make the Money” 3:45
7. “Neon Cathedral” (featuring Allen Stone) 4:34
8. “BomBom” (featuring The Teaching) 4:56
9. “White Walls” (featuring Schoolboy Q & Hollis) 3:40
10. “Jimmy Iovine” (featuring Ab-Soul) 3:53
11. “Wing$” 5:00
12. “A Wake” (featuring Evan Roman) 3:46
13. “Gold” (featuring Eighty4 Fly) 4:12
14. “Starting Over” (featuring Ben Bridwell of Band of Horses) 4:11
15. “Cowboy Boots” 4:18
16. “Castle” 4:18
17. “My Oh My” 4:17
18. “Victory Lap” 3:34

Related posts

Leave a Reply