Trending News

Blog Post

Album of The Day: Music from Baz Luhrmann’s Film The Great Gatsby
Album of The Day

Album of The Day: Music from Baz Luhrmann’s Film The Great Gatsby 

Released by: Universal Music Indonesia

Bagi yang sudah menonton film-film Baz Luhrmann, seperti Strictly Ballroom (1992), Romeo + Juliet (1996) atau Moulin Rouge! (2001), pasti paham jika musik, terutama lagu pop, merupakan bagian tak terpisahkan dalam film-filmnya. Termasuk juga film terbarunya, The Great Gastby, yang diangkat dari novel klasik karya F. Scott Fitzgerald dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Carey Mulligan. Tidak tanggung-tanggung, rapper Jay-Z turun tangan langsung sebagai produser eksekutif menangani album soundtracknya yang diberi judul Music from Baz Luhrmann’s Film The Great Gatsby.

Banyak nama-nama paten yang diajak oleh Luhrmann dan Jay-Z untuk memeriahkan album dan juga filmnya. Dan Jay-Z tidak melulu mengajak artis-artis dari kalangan hip-hop namun juga meluas ke berbagai genre yang eklektis. Ini penting bagi visi Luhrmann yang meski filmnya berseting “jadul” namun dipoles oleh lagu-lagu kontemporer yang membuat filmnya terasa penuh “warna”.

Album dibuka oleh Jay-Z sendiri yang membawakan 100$ Bill. Lagu rap ini diisi oleh potongan-potongan dialog yang berasal dari filmnya serta mencuplik beberapa kalimat penting yang bisa menjelaskan esensi filmnya. Selanjutnya sang istri, Beyoncé yang hadir membawakan hits klasik Amy Winehouse, Back to Black. Tapi Bey tidak sendiri karena ada André 3000 yang menemaninya berduet. Berbeda dari versi aslinya, Back to Black kini hadir dengan lebih gelap dan tempo yang lebih berlarat serta dubstep yang mengisi ruhnya. Awal dengar, lagu ini terdengar aneh, namun lama kelamaan versi terbaru ini terasa pas apalagi jika sudah melihat melihat pemakaiannya di adegan filmnya.

Lagu berikut adalah lagu dance dari pentolan The Black Eyed Peas, will.i.am dan Fergie, meski mereka hadir dalam dua lagu yang berbeda. will.i.am hadir dalam track berjudul Bang Bang, yang meski dibuka dengan lantunan jazz ala era 1920-an, namun kemudian berubah menjadi sebuah EDM ala will.i.am. Jangan salah mengira Britney Spears yang mengisi vokal tamu menemani will.i.am, karena Shelby Spalione-lah yang mengisi vokal solo. Sedang Fergie hadir dalam lagu yang tak kalah danceable berjudul A Little Party Never Killer Nobody (All We Got). Fergie pun tak sendiri karena ada Q-Tip dan GoonRock yang menemani.

Dan tentu saja ada Young and Beautiful milik Lana Del Rey yang dapat didengar di trailernya. Sadcore megah ala Del Rey terdengar pas mengisi filmnya. Menggugah dan menggetarkan. Awalnya single yang ditulis oleh Del Rey bersama Rick Nowels ini akan masuk di EP Paradise, akan tetapi batal dan malah menjadi single andalan untuk album soundtrack The Great Gatsby. Lagu ini sepertinya menjadi theme-song utama dalam film, karena terdengar beberapakali di adegan penting, bahkan mendapat versi jazz dan orchestral yang sayangnya tak termatub dalam album ini. Setelah menyaksikan filmnya, lagu ini terdengar jauh lebih romantis dan menghanyutkan.

Sentimetalia Jazz, yang memang mencapai zaman keemasannya di dekade 20-an tersebut, dapat ditemui dalam Love Is the Drug yang dinyanyikan oleh penyanyi rock Inggris kawakan, Bryan Ferry bersama The Bryan Ferry Orchestra. Meski nuansa rock masih ditemui namun balutan lagu jelas jazz yang dihadirkan dengan efek lo-fi sehingga terdengar seperti lagu yang diputar oleh pelat tua. Treatment yang nyaris sama juga dapat ditemui dalam Crazy In Love yang dinyanyikan oleh Emeli Sandé. Lagu hits milik Beyonce ini menjelma menjadi sangat jazzy nan centil juga berkat gubahan The Bryan Ferry Orchestra.

Vokalis-vokalis perempuan bersuara sakti dengan pilihan jenis musik pop eklektik, Florence Welch dan Florence and the Machinenya serta Sia Fuller pun tak mau kalah menyumbangkan lagu. Jika Florence hadir dengan lengkingan khasnya dalam pop-glam berjudul Over The Love, maka Sia menghadirkan pop-balada murung ala tradisi Adele dalam lagu Kill and Run. Agak mengingatkan akan Skyfall memang. Tapi aspek sinematis-melodramatis di lagu Kill and Run ini memang digjaya.

Sensasi sinematis-melodramatis ini pun dapat ditemui dalam salah satu track terbaik di album ini, Hearts a Mess milik Gotye. Pilihan notasinya masih terdengar Gotye sekali, akan tetapi iringan string section yang mendayu melankolis yang menjadi serat lagunya sulit untuk ditolak. Tidak mengherankan jika versi instrumentalia lagu ini dipakai dalam mengiringi sebuah adegan romantis di film. Sementara band pengusung elektro-indi-pop, The XX, menghadirkan Together, yang awalnya mempersembahkan tone murung yang kelam, sampai masuk bagian bridge yang kaya dengan aransemen string yang cantik. Tidak heran jika film ditutup dengan lagu ini.

Sebagaimananya umumnya album soundtrack, tidak lengkap jika menyisipkan nama-nama pendatang baru untuk menyemarakkan. Disamping bertugas sebagai sarana promosi bagi sang artis, ini juga menyuntikkan kesegaran pada materi albumnya. Maka The Great Gatsby menyediakan band pengusung dubstep/elektro-house asal Inggris, Nero dengan Into the Past yang megah namun misterius dan Coco dari duo Quadron asal Denmark menyumbangkan nomor soul berjudul Where the Wind Blows. Dengan resume Quadron sebagai pengusung neo-soul dan elektronika, tidak heran jika hal serupa dapat ditemui dalam track ini.

Music from Baz Luhrmann’s Film The Great Gatsby adalah sebuah album soundtrack dengan tekstur yang unik serta kaya secara musikalitas. Baz Luhrmann sebagai sutradara filmnya, serta Jay-Z sebagai produser eksekutif untuk albumnya, sangat kompak menghadirkan sebuah album soundtrack yang sangat memuaskan. Tidak hanya menawan, setiap lagu menghembuskan estetika musik yang berkelas, meski nuansa kekinian bertabrakan dengan era 1920-an yang menjadi seting The Great Gatsby. Tampaknya kerancuan ini justru menjadi kelebihan dari albumnya.

Dan seperti halnya film-film Luhrmann lainnya, sungguh sayang untuk melewatkan album soundtracknya yang berperan penting dalam menyusun karakteristik filmnya. A double companion worth to indulge completelly.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “100$ Bill” (performed by Jay Z) 3:20
2. “Back to Black” (performed by Beyoncé x André 3000) 3:21
3. “Bang Bang” (performed by will.i.am with additional vocals by Shelby Spalione) 4:39
4. “A Little Party Never Killed Nobody (All We Got)” (performed by Fergie, Q-Tip and GoonRock) 4:01
5. “Young and Beautiful” (performed by Lana Del Rey) 3:56
6. “Love Is the Drug” (performed by Bryan Ferry with The Bryan Ferry Orchestra) 2:41
7. “Over the Love” (performed by Florence and the Machine) 4:21
8. “Where the Wind Blows” (performed by Coco O. of Quadron) 3:50
9. “Crazy in Love” (performed by Emeli Sandé and The Bryan Ferry Orchestra) 3:08
10. “Together” (performed by The xx) 5:25
11. “Hearts a Mess” (performed by Gotye) 6:04
12. “Love Is Blindness” (performed by Jack White) 3:18
13. “Into the Past” (performed by Nero) 5:17
14. “Kill and Run” (performed by Sia Furler) 3:35

Related posts

Leave a Reply