Trending News

Blog Post

Album of The Day: Foals – Holy Fire
Album of The Day

Album of The Day: Foals – Holy Fire 

Released by: Warner Music Indonesia

Foals. Ya, nama ini mungkin masih asing bagi sebagian dari anda. Namun nyatanya, band ini telah eksis sejak tahun 2008 dan sudah menelurkan 3 album yang memiliki kualitas jempolan. Saya pribadi sudah mengenal band ini sejak masa SMA, dan saya sangat ingat sekali pada masa dimana album kedua mereka, “Total Life Forever” mengiringi masa-masa tahun pertama kuliah saya di Fakultas Ekonomi UI. Oke, saya cukupkan saja nostalgianya, karena terlepas dari itu, band ini memang terkenal akan attitude bermusiknya yang memiliki preferensi untuk tidak mengikuti pakem yang sudah ada, dan cenderung menggunakan pendekatan “suka-suka gue” yang terkontrol serta cukup inventional untuk setiap karya yang mereka ciptakan. Dan secara tak mengherankan, pendekatan ini pun juga mereka aplikasikan di album ketiga mereka, “Holy Fire”. Album berdurasi 50 menit yang memiliki probabilita tinggi untuk dicintai oleh semua kalangan pecinta musik.

Silahkan simak “My Number”, sebuah track yang mungkin dapat dibilang mengandung lirik yang tidak pernah anda duga akan keluar dari mulut Yannis Philappakis. Berbalut atraksi permainan hi-hat dan cymbals yang apik dari Jack Bevan dan diiringi tab-tab funk dari permainan gitar Jimmy Smith, Yannis Philippakis terus melantunkan lirik yang sangat pop, ringan, jujur, dan tanpa bantuan majas hiperbola apapun. Ibaratnya, lagu ini seperti sebuah kontradiksi dari lagu “Call Me Maybe” yang dilantunkan oleh Carly Rae Jepsen. Lalu apabila anda rindu dengan single “Spanish Sahara” yang mereka rilis pada tahun 2010 lalu, maka aura yang sama mereka hadirkan lagi pada track “Late Night”. Bedanya kali ini Philippakis menyanyikannya dengan lebih emosional dan menyajikan lirik yang lebih person-centered. Saya sangat merinding ketika mendengar mereka memainkan lagu ini di BBC Radio 6 Live at Maida Vale beberapa waktu lalu, dan menurut saya, “Late Night” akan lebih bagus efeknya apabila dibawakan secara live. Namun videoklip -nya yang berisi adegan seks yang nyata serta adanya simulasi bunuh diri membuat saya memutuskan untuk menikmati lagu ini secara audio saja.

Track lainnya, “Out of the Woods”, dengan intro yang cukup mirip dengan music scoring ala game Crash Bandicoot, berhasil mentrasmisi lirik-lirik curahan hati melalui vokal Phillipakis yang ignoran. Ada pula track “Providence” yang dapat dibilang merupakan track paling ofensif dari seluruh lagu yang terdapat di “Holy Fire”. Bahkan lagu ini memiliki ambience campur-campur di dalamnya, mulai dari soul, progressive pop, sampai funk. Mari acungkan 2 jempol bagi Jack Bevan yang telah membuat lagu ini makin menarik dengan pergantian pattern-pattern drumming di setiap bagian-bagiannya. Sedangkan pola-pola vokal variatif ditunjukkan Philippakis di track “Inhaler”, dimana falsetto yang rapi hingga teriakan manis pada bagian chorus disajikan secara apik bagi telinga anda. Oh, dan tentunya nikmati juga bagian interlude lagu ini yang bisa membuat anda asyik mengangguk-anggukan kepala sendiri.

Banyaknya track-track catchy pula sophisticated di dalam “Holy Fire” merupakan amunisi yang sangat cerdas dalam menggaet lebih banyak penggemar baru. Peringkat nomor 1 di Australia dan nomor 2 di Inggris seharusnya bisa jadi indikator keberhasilan album ini secara penjualan dan dari segi pernyataan yang saya tulis sebelumnya. Namun terlepas dari sisi komersialnya, di album ini Foals terdengar benar-benar layaknya sebuah band, tanpa adanya dominasi dari salah satu personil manapun. Semuanya dalam porsi yang seimbang. Mungkin hal ini akibat pembinaan serta etos kerja Dave Sitek yang dulu pernah menjadi produser mereka di album “Antidote”. Namun terkadang masih ada satu atau beberapa lagu di album ini yang mengingatkan saya akan beberapa karya mereka di album sebelumnya, “Total Life Forever”. Baiklah, hal ini mungkin tidak menjadi masalah untuk saat ini, tetapi untuk karya-karya selanjutnya, hal ini bisa jadi masalah. Dan untuk sementara, saya pikir album ini bisa jadi representasi yang baik bagi skena musik populer masa kini. Well, bagaimana menurut anda?

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Prelude” 4:07
2. “Inhaler” 4:54
3. “My Number” 4:03
4. “Bad Habit” 4:40
5. “Everytime” 4:04
6. “Late Night” 5:27
7. “Out of the Woods” 3:25
8. “Milk & Black Spiders” 5:17
9. “Providence” 4:08
10. “Stepson” 4:49
11. “Moon” 4:53

Related posts

Leave a Reply