Trending News

Blog Post

Album of The Day: Beady Eye – BE
Album of The Day

Album of The Day: Beady Eye – BE 

Oasis memang selamanya akan milik Oasis. Ya, mungkin itulah pelajaran yang dapat diambil oleh Liam Gallagher dan kawan-kawannya setelah band bentukannya post-Oasis, Beady Eye, terbilang kurang berhasil dalam meyakinkan penggemar britpop scene melalui album debutnya “Different Gear, Still Speeding” yang dirilis pada tahun 2011 lalu. Dengan mengambil nuansa yang sangat mirip dengan album terakhir Oasis, “Dig Out Your Soul”, “Different Gear, Still Speeding” hanya dianggap sebagai ajang gengsi-gengsian antar kakak beradik Noel dan Liam Gallagher pasca bubarnya Oasis, tanpa memberikan suatu esensi orisinalitas musik seperti yang penggemar bayangkan. Maka demi menciptakan identitas bermusik Beady Eye yang lebih pasti, kini Dave Sitek dipercaya untuk me-produseri album ini. Pemilihan yang sangat jitu mengingat: satu, dia memiliki etos kerja yang baik (lihat apa yang telah ia lakukan untuk Foals), dan dua, dia belum pernah mendengar Oasis sebelumnya (really?). Dan akhirnya, hasil keluaran mutakhir tersebut diberi nama “BE

Saya tak menyatakan bahwa album ini akan dipenuhi atraksi permainan instrumen yang wah, revolusioner, apalagi musik yang cutting edge. Namun sebaliknya, kelebihan album ini adalah mereka menggali musik rock n roll ala Inggris hingga kedalaman yang medium, tidak mendalam pula tidak begitu dangkal. Hal ini menjadikan “BE” sebagai sebuah perbaikan dari “Different Gear, Still Speeding” dimana lagu-lagu yang terdapat pada album tersebut kebanyakan masih berada pada zona nyaman mereka.

Simak saja “Flick of the Finger”, track yang cukup apik dan secara tak langsung menginterpretasikan keseriusan mereka dalam menggarap “BE”. Kesemua elemen musik di dalam lagu ini disajikan secara sederhana dan humble tanpa ada maksud untuk menyatakan “Look, we’re the greatest band on earth!” dan semacamnya. Dua jempol karena hal ini sangat jarang sekali ditemui pada band-band lain yang sudah established. Nuansa rock n roll yang blak-blakan juga dapat anda temui di lagu “Face the Crowd” dimana penggunaan drive-drive gitar yang murni akan sangat dicintai oleh penggemar britpop maupun pecinta rock n roll ala Inggris di luar sana. Sungguh sebuah track yang sederhana namun elegan. Lebih lanjut lagi, salah satu track favorit saya, “Soon Come Tomorrow” membawa nuansa blues yang tercermin dari utilisasi gitar yang dapat membuat anda merasa seperti berada di sebuah gigs pada sebuah kota kecil di daerah prairie, dimana gigs itu berlangsung pada salah satu malam disaat musim dingin. Solo gitarnya yang menggunakan drive maksimum seperti memberi kesejukan tersendiri. Salut bagi Gem Archer dan Andy Bell.
Lirik-lirik yang ditawarkan di album ini pun cukup menarik. Contohnya adalah track “Don’t Brother Me”, dimana liriknya (mungkin) ditujukan bagi Noel Gallagher yang dibuktikan dengan kata-kata seperti “I’m always in the sun, did you number one?” atau kode-kode lainnya dalam penggalan lirik “..come on now, give peace a chance, take my hand, be a man”. Selain itu dengan dibawakannya lagu ini secara semi-akustik, nuansa curhat Liam semakin terasa kental. Nada keoptimisan juga berlanjut di lagu “Start Anew”, sebuah track yang memiliki nuansa dan spirit yang sama dengan lagu “Let There Be Love” milik Oasis. “…come on take a chance and start anew” sahut Liam sembari diiringi aransemen yang sendu.

Saya merasakan adanya kedewasaan Beady Eye melalui album ini. Ego yang semakin teredam, tanpa adanya dominasi salah satu personil, serta adanya upaya untuk keluar dari zona nyaman mereka merupakan sifat-sifat yang patut diapresiasi. Lebih lanjut lagi, NME Magazine pada edisi 8 Juni 2013 mengatakan bahwa “..Beady Eye have attempted to do what their old band never could: evolve”, dan sedikit banyak saya setuju dengan hal tersebut. Anda akan mendengar Beady Eye seperti Beady Eye pada album ini dan bukan Oasis KW super seperti sebelumnya. Memang “BE” bukanlah sebuah hal yang revolusioner, namun setidaknya album ini merupakan langkah yang baik dalam menentukan identitas Beady Eye itu sendiri sebagai sebuah band. Tinggal tunggu waktu saja sampai kapan identitas bermusik seperti ini akan bertahan di dalam diri Beady Eye….

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Flick of the Finger” 3:46
2. “Soul Love” 5:10
3. “Face the Crowd” 4:00
4. “Second Bite of the Apple” 3:28
5. “Soon Come Tomorrow” 4:58
6. “Iz Rite” 3:26
7. “I’m Just Saying” 3:45
8. “Don’t Brother Me” 7:30
9. “Shine a Light” 5:04
10. “Ballroom Figured” 3:31
11. “Start Anew” 4:29

Related posts

Leave a Reply