Trending News

Blog Post

Album of The Day: Kanye West – Yeezus
Album of The Day

Album of The Day: Kanye West – Yeezus 

Released by: Universal Music Indonesia

Kanye West made a brilliant return with his sixth album, Yeezus. He definitely knows how to make a sophisticated Hip-hop album. Hanya ada 10 track yang terdapat di dalam Yeezus, akan tetapi Kanye dengan gemilang membangun setiap track sebagai sebuah opus yang memikat dengan aransemen yang kompleks. Apakah ini terdengar ambisius atau pretensius? Mungkin saja, akan tetapi Kanye West tidak hanya cerdas, namun ia juga cermat dalam menyusun materi Yeezus agar terdengar istimewa.

Salah satu track yang mencuri perhatian, dari banyak, adalah New Slave. Synth yang gelap menyelubungi dengan sempurna rap Kanye yang memuntahkan isu-isu sosial seperti rasisme, materialisme serta streotipe dalam sebuah alegori berjudul New Slaves. Ada Daft Punk, Travis Scott, Hudson Mohawke dan Mike Dean membantu Kanye memproduksi single ini, sementara vokal Frank Ocean yang khas bisa terdengar disini terutama di bagian akhir yang mengambil sample lagu Gyöngyhajú lány, milik band rock asal Hungaria, Omega.

Kebiasaan mengambil sampel dari banyak lagu ini tentu saja sudah menjadi ciri khasnya. Yang unik, Kanye selalu mengerti bagaimana mengintegrasikan lagu-lagu yang secara struktur terdengar berbeda dengan lagu yang ditulisnya, akan tetapi kemudian malah menyublim menjadi satu, seolah-olah lagu tersebut memang dikerjakan untuk lagu-lagu milik Kanye West.

Simak saja bagaimana penyanyi legendaris Nina Simone seolah memang hadir untuk menemaninya di track Blood on the Leaves. Padahal vokal Simone diambil dari track lawas Strange Fruits. Nina Simone tidak hanya satu-satunya menjadi “teman” bagi Kanye di track ini karena ia pun mengambil sampel lagu R U Ready milik TNHGT dan menginterpolasi rap C-Murder di lagu Down 4 My Niggaz. Perpaduan material usang dan baru ini ternyata efektif dalam menghantarkan sebuah lagu yang terdengar atmosferik sekaligus enerjik.

Sementara itu, dalam Bound 2 ia meminjam banyak sekali lagu lama untuk menjadi sampel seperti Aeroplane (Reprise), Bound, yang dibawakan oleh Ponderosa Twins Plus One dan vokal Brenda Lee di lagu Sweet Nothin’s. Yang dapat dicermati adalah bagaimana Kanye dengan berani menghadirkan pola yang sedikit berantakan namun ternyata bekerja dengan efektif. Di tangan musisi yang tak mengenal materinya dengan baik, ini akan menjadi kekacauan, akan tetapi Kanye memang memiliki intuisi serta selera yang bagus sehingga mengerti bagaimana menangani materi-materi yang berbeda ini agar menjadi satu lagu baru yang utuh.

Apakah ini dapat menjadi sebuah kritik jika Kanye mengalami degradasi ide kreatif? Rasanya tidak juga. Setiap materi yang terdapat dalam Yeezus adalah orisinil dalam perspektif tertentu. Pemilihan lagu-lagu lawas sebagai sampel menunjukkan seuatu kreatifitas yang inventif ketimbang kemandegan ide. Dan seperti disebutkan sebelumnya, ditangan yang salah, ini akan menjadi sebuah blunder. Sekali lagi, Kanye adalah seorang musisi yang cerdas, maka hal-hal tersebut tidak terjadi di sini.

Sepuluh track dalam Yeezus disusun dengan sangat baik sehingga mereka masing-masing dapat berdiri sendiri. Yeezus terdengar sangat futuristik sekaligus organis. Track pembuka, On Sight bisa jadi buktinya. Dibuka dengan gimmick efek robotik ala Daft Punk, Kanye merepet dengan gahar. Well, jelas saja terdengar sangat Daft Punk-ish, mengingat Daft Punk bertindak sebagai produser.

Kemeriahan disambung dengan Black Skinhead yang dipenuhi oleh semangat rock yang bergelora. Daft Punk masih bertugas sebagai produser bersama Kanye dan Gesaffelstein, Brodinski, Mike Dean, Lupe Fiasco, No ID, Jack Donoghue serta Noah Goldstein. Meriah sekali memang.

Daft Punk bukan satu-satunya produser utama di album ini, karena masih ada nama langganan Kanye, Mike Dean, juga di sana. Produser kawakan Rick Rubin pun tercatat menjadi prodser di album ini. Selain itu, kolaborator tetapnya, seperti Justin Vernon, Frank Ocean, Chief Keef, Assassin, Kid Cudi, King L dan Charlie Wilson masih siap mendukung Kanye. Terdapat juga nama-nama seperti Chief Keef, Assassin dan King L yang kali ini membantunya.

Pada beberapa bagian Yeezus terdengar seperti synth-pop/new-wave extravaganza seperti halnya M83, yang dapat disimak dalam track Hold My Liquor yang menampilkan Chief Keef dan Justin Vernon atau acid house/EDM dalam Guilt Trip yang menampilkan Kid Cudi. Meski rap masih memenuhi tampilannya, akan tetapi secara atmosfir kita dapat merasakan semangat new wave/EDM tersebut.

Kanye tentunya tidak melukan rap-rap yang lebih tradisional, karena Yeezus masih menyediakan I’m In It atau Send It Up, meski efek-efek futuristik masih terdengar mendominasi.

Dengan track seperti I Am God, Kanye West memang terdengar arogan. Akan tetapi harus diakui jika Yeezus memiliki konsep yang matang dan dieksekusi dengan presisi yang pas serta kualitas yang terjaga. Ini menjadi pembuktian jika Kanye tidak hanya seorang penyanyi, akan tetapi juga musisi sekaligus konseptor yang ulung. Dengan tema-tema yang terkadang berat, kompisisi yang tak kalah berat, namun uniknya Yeezus tetap terdengar accessible untuk disimak.

Apakah Yeezus salah satu album terbaik tahun ini? Bisa jadi. Yang pasti, album ini menegaskan kekuatan seorang Kanye West yang tak terbantahkan dan meningkatkan level Hip-hop ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Conrtributor)

TRACKLIST
1. “On Sight” 2:36
2. “Black Skinhead” 3:08
3. “I Am a God” (featuring God)3:51
4. “New Slaves” 4:16
5. “Hold My Liquor” 5:26
6. “I’m in It” 3:54
7. “Blood on the Leaves” 6:00
8. “Guilt Trip”4:03
9. “Send It Up” 2:58
10. “Bound 2” 3:49

Related posts

Leave a Reply