Trending News

Blog Post

Album of the Day: Mark Owen – The Art of Doing Nothing
Album of The Day

Album of the Day: Mark Owen – The Art of Doing Nothing 

Released by: Universal Music Indonesia

Semenjak merilis album solonya, Green Man, di tahun 1996, salah satu pentolan Take That, Mark Owen, selalu memiliki pendekatan musik yang sedikit tidak nge-pop dengan pengaruh Brit-rock serta indie yang kental. Bahkan, 17 tahun kemudian, di album kelimanya, The Art of Doing Nothing, ia masih mempertahankan konsep tersebut dan bahkan mempertegasnya dengan memasukkan konsep yang lebih kontemporer.

Mendengarkan track kedua, The One, selintas kita akan teringat akan Coldplay, mulai dari beat anthemik hingga chant yang bergelora. Akan tetapi vokal Owen yang khas memberi warna tersendiri pada lagunya tanpa harus terdengar sebagai imitator.

Sementara itu dalam single utama album ini, Stars, yang ditulis oleh Owen bersama Ben Mark dan Jamie Norton, ia mengedepankan sebuah pop berbalut soft-rock yang manis namun tanpa terdengar berbalut gula. Lagi-lagi chant tadi terdengar menyelubungi lagunya. Apakah Owen ingin menyampirkan rasa megah nan epik pada lagu-lagunya?

Tapi rasa-rasanya Owen tidak sepretensius tadi. Secara umum, lagu-lagu yang terdapat dalam album The Art of Doing Nothing seperti eksplorasi Owen akan musik-musik yang disukainya. Contohlah track yang kaya synth-pop dan bercorak new-wave 80-an, Us and Ours. Lagu ini mengalir dengan sangat menarik dan renyah buat dinikmati.

Atau Animal yang bergaya ala Blur yang digabung dalam Suede dan bergerak dalam koridor pop-rock ala Inggris dekade 90-an. Seru sekali. Sementara itu dalam Carnival ia menggerakan elektro-pop dalam serat yang lebih gelap meski tidak terdengar suram. Bermain-main dengan pergantian tone yang cermat, lagu ini begitu memikat.

Owen juga tak melupakan sisi-sisi subtilitas dengan memberikan kita lagu-lagu “balada” yang merepih perasaan yang biru. Sebut saja S.A.D. yang menampilkan Ren Harvieu, yang mengadirkan sadcore ala Lana Del Rey tanpa harus terdengar seperti Lana Del Rey. Atau semacam power-ballad seperti Heavens’s Falling, yang membuat kita terhanyut dalam emosi yang disampaikan oleh Owen.

Owen tak pernah membiarkan lagu-lagunya jatuh dalam ranah melodramatis yang pekat, meski sebenarnya ia memiliki materi seperti itu, seperti sebutlah Morning Belle yang bergelora atau nomor atmosferik, Giveaway yang membuka album. Ditutup dengan Lamb, sebuah nomor akustik minimalis yang bersuara lirih, Owen menunjukkan jika ia memiliki selera musik yang bagus.

The Art of Doing Nothing sekali lagi menunjukkan kekuatan seorang Mark Owen. Not surprisingly eclectic but definitely enjoyable. Mungkin, di antara personel Take That yang melakukan karir solo, Mark Owen yang karya-karya mungkin relatif kurang dikenal. Padahal Owen selalu memiliki materi yang bagus. Mungkin ini disebabkan oleh pilihannya untuk tidak tampil terlalu mainstream. Meski begitu tampaknya Owen tak perlu kuatir, karena ia memiliki pendengar yang setia atau pun penikmat album bagus, seperti The Art of Doing Nothing ini. Recommended!

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Giveaway” 4:09
2. “The One” 4:05
3. “Stars” 4:04
4. “Carnival” 3:50
5. “Animals” 4:26
6. “Us and Ours” 4:42
7. “Heaven’s Falling” (featuring Jake Emlyn) 5:45
8. “Raven” 4:12
9. “S.A.D.” (featuring Ren Harvieu) 4:55
10. “End of Everything” 5:09

Related posts

Leave a Reply