Trending News

Blog Post

Album of the Day: Pet Shop Boys – Electric
Album of The Day

Album of the Day: Pet Shop Boys – Electric 

Never too old to dance mungkin inilah pakem yang mereka pakai pada album kedua belas Pet Shop Boys, yaitu “Electric“. Duo yang sudah bisa dikatakan memasuki usia kakek-kakek ini meluncurkan album kedua belas nya setelah hanya berselang sembilan bulan dengan album kesebelas nya yaitu “Elysium”. Album ini juga menjadi album yang spesial bagi duo yang terdiri dari Neil Tennant dan Chris Lowe karena album ini diproduseri oleh Stuart Price yang bisa dikatakan sudah sering membuat rekaman dance/electronic yang critically acclaimed dengan The Killers, Madonna, Zoot Woman, Scissor Sisters, New Order, Kylie Minogue dan masih banyak lagi. Album ini juga menjadi album pertama yang dirilis di bawah label mereka sendiri yaitu x2 (times two) Records sehingga terdengar seperti sesuatu yang fresh dan menjadi hal yang baru dalam karir mereka.

Album “Electric” pun mendapat sambutan positif baik dari pecinta musik maupun kritikus, di segi kualitas album ini mendapat nilai 85 dari 100 berdasarkan dari 24 review media internasional dan duduk di posisi 3 di UK Album Charts, tertinggi semenjak “Very” yang mampu merebut tahta UK Album Chart 20 tahun yang lalu.

Mereka memasukkan “Axis” sebagai track pertama di album ini sebagai suatu pemanasan clubbing. Di lagu ini mereka juga menunjukkan keahlian mereka dalam mengolah musik hi-NRG dan techno, suasana 80’s dance pun juga masih kental di track minim vokal ini. Track ini seperti menghidupkan kembali rasa New Order di era album Low-Life dan beberapa part dari The Chemical Brothers. “Bolshy” dikemas dalam nuansa dance pop medium-beat yang terasa begitu padu dengan rekaman dance era sekarang, sound new wave pun juga muncul di track ini. Orkestra pun tertanam di lagu “Love Is A Bourgeois Construct”, permainan keyboard yang bisa dikatakan anthemik yang membawa kembali era Pet Shop Boys di 90’an dihadirkan, bisa dikatakan lagu ini sedikit mencuil karya terdahulu mereka yaitu “Go West” namun dengan musik yang lebih loud dan lebih mengedepankan unsur electro-house. “Fluorescent” akan terasa begitu industrial ketika memasuki opening lalu noise dari synth pun menyusupi hampir di setiap lini lagu membuat lagu ini low-tempo dan bisa dikatakan cukup mellow diantara track yang lainnya. Mereka menggabungkan downtempo dengan house di “Inside a Dream”.

Mereka sangat electropop di dalam track cover dari lagu Bruce Springsteen yaitu “The Last To Die”. Lagu ini juga sedikit menyerupai The Killers “Human” yang notabene juga diproduseri oleh Stuart Price. Musik techno yang dipadu dengan dubstep feeling mereka mainkan di “Shouting in the Evening”, dentingan keyboard menjadi pemanis lagu ditengah kebisingan yang mereka tawarkan terus menerus hingga usai. Track kolaborasi dengan rapper Example yaitu “Thursday”, 80’s feeling layaknya single-single awal Pet Shop Boys macam “It’s A Sin”, “What Have I Done to Deserve This?” dan “West End Girls” pun dimasukkan menjadi benang merah lagu. Unsur rap dari Example sedikit membuat track ini berubah menjadi hip house. Pada track penutup “Vocal” sentuhan Stuart Price akan sangat terasa, lagu ini mempunyai kesan dance modern dibalut dengan sensasi EDM yang kuat dan juga dengan semangat club yang begitu terasa seolah seperti mendengar sebuah track dari DJ. Lirik lagu ini seolah menegaskan apa arti sebuah vokal yang menjadi satu bagian padu dalam sebuah lagu. Seolah mereka juga mengajak Calvin Harris dalam pengerjaan track ini.

Tidak seperti album-album Pet Shop Boys sebelumnya yang selalu mengandalkan keyboard dan berpegangan pada genre synthpop, grup yang sudah berusia 32 tahun ini mengemas sembilan track di album ini dalam suasana dance, techno, house dan EDM yang begitu seronok dan bertubi-tubi sehingga menjadi pembeda dengan karya-karya Pet Shop Boys sebelumnya. Bisa dikatakan Pet Shop Boys mencoba bereksperimental dengan genre musik yang membesarkan namanya yaitu dance/electronic, memang untuk ukuran umum beberapa track di album ini begitu standar namun bagi Pet Shop Boys membuatnya lebih epik dan lebih noisy mengingat mereka juga jarang melakukan hal tersebut setelah album ketiga mereka Instropective pada tahun 1988 yang menjadi album studio eksperimental mereka karna memasukkan unsur acid house, disco house dan juga synthpop dalam album yang masing-masing tracknya berdurasi diatas 6 menit.

“Electric” bisa dikatakan studio album yang sangat modern namun tidak menghilangkan kesan vintage dan edgy Pet Shop Boys yang sudah melekat dari dulu. Mereka mampu menaruh posisi dimana mereka bisa menarik penggemar club/house music yang memang sekarang wavenya sedang marak di mana-mana dengan penggemar Pet Shop Boys yang lama sehingga membuat “Electric” menjadi salah satu karya terbaik mereka sepanjang mereka merilis album. Pet Shop Boys pun berujar bahwa mereka akan membuat album dance dengan suasana yang begitu euphoric dan fresh dan sepertinya perkataan mereka bukan hanya omong kosong belaka. Dan album ini cukup mengejutkan mengingat usia mereka yang sudah kepala lima namun masih dapat membuat rekaman yang sangat modern dan bisa disukai oleh generasi muda yang memang sangat mengandrungi musik tipe sepert ini. Forget about the past album of them, let’s dance together beyond the Electric.

Official Website

(Luthfi / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Axis” 5:32
2. “Bolshy” 5:44
3. “Love Is a Bourgeois Construct” 6:41
4. “Fluorescent” 6:14
5. “Inside a Dream” 5:37
6. “The Last to Die” (Bruce Springsteen) 4:12
7. “Shouting in the Evening” 3:36
8. “Thursday” (featuring Example) 5:02
9. “Vocal” 6:34

Related posts

Leave a Reply