Trending News

Blog Post

Album of the Day: Rhye – Woman
Album of The Day

Album of the Day: Rhye – Woman 

Released by: Universal Music Indonesia

Pada awalnya kehadiran Rhye begitu misterius dan penuh ambiguisitas, dengan hanya bermodalkan track soulful dan romantis seperti “Open” dan “The Fall” yang muncul di Internet mendadak mereka menjadi sensasi di dunia musik karena mereka tidak menaruh keterangan tambahan seperti personil dan juga profil dari mereka. Mereka pun juga menjadi “tebak-tebakan” di dunia musik dikarenakan vokalnya yang begitu lembut, feminim dan mirip seperti suara Sade Adu sehingga banyak yang mengira bahwa vokalisnya adalah perempuan. Namun setelah beberapa saat mereka menunjukkan jati diri mereka dan membuat orang-orang kaget, terutama dengan kehadiran album debut mereka, Woman. Ya, karena mereka merupakan sebuah duo yang kedua personilnya keturunan Nabi Adam.

Duo yang terdiri dari Mike Milosh pada vokal dan Robin Hannibal pada instrumen ini menggegerkan dunia musik setelah mereka menampilkan identitas aslinya terutama di bagian vokal Milosh yang mempunyai jenis contralto sehingga membuat suaranya begitu feminim. Masing-masing dari mereka bisa dikatakan bukan pemain baru di dunia musik karna sebelumnya Milosh sendiri sudah mengeluarkan album solo pada tahun 2004 dan 2006 dan Hannibal sendiri merupakan personil dari duo asal Denmark yaitu Quadron. Mereka bertemu di Los Angeles dan langsung membuat proyek Rhye yang begitu sensasional. Alasan mereka tidak mau menunjukkan identitas asli pada awal karir mereka dikarenakan idealisme mereka dalam menilai musik, mereka sendiri tidak mau tampil dengan image yang wah dan musik yang berisik seperti banyak musisi pendatang baru saat ini. “If you like it, you like it. If you don’t, you don’t“, ujar mereka sehingga mereka malah menjadi semakin populer karena idealisme mereka yang tidak mementingkan kesan visual namun kesan audio yang bermakna dan long-lasting.

“Open” pun dibuat jadi pembuka album debut mereka yang dirilis Maret lalu. Citra lembut dan seksi dari lagu ini muncul dikarenkan alunan musik quiet storm dengan beat organik dan minimalis. Dentingan piano membuka “The Fall”, permainan ritmis dan soulful yang mereka mainkan dengan balutan lirik yang romantis membuat track ini berjalan halus. Penggunaan instrumen yang didominasi mulai dari beat drum dan saksofon ini makin menambah kesan soulful. Mereka bermain funk dengan aroma sophisti-pop di “Last Dance”, sekilas mendengar track ini seperti mendengar track-track dari grup soul Sade. Ada keunikan tersendiri di lagu “Verse”, lagu yang merupakan fusi antara trip-hop dan quiet storm ini mempunyai keunikan di liriknya dimana mereka mengibaratkan membangun cinta sama seperti membuat lagu. Hal ini juga tertuang di bait “We’ve comped this bass together/let’s build/let’s build“. “Shed Some Blood” memunculkan beat-beat elektrik dengan permainan gitar yang jazzy dan vokal begitu mellow yang sesuai dengan tema lagu yang moody.

“3 Days” adalah track syahdu dan bisa dikatakan menjadi highlight dari album ini. Permainan harpa di awal yang menimbulkan kesan ekletik dan dilanjutkan dengan permainan keyboard yang groovy mengajak kita untuk bergoyang santai dengan lirik yang mengasosiasikan dengan alam. “One of Those Summer Days” akan sangat cocok didengarkan tatkala kamu sedang ada di taman atau hutan sambil tiduran dan merelaksasikan diri di bawah matahari. Atmosfir lagu yang begitu tenang dan khidmat membuat lagu ini berjalan mengalir. Mereka bermain lambat dalam “Major Minor Love” lalu mereka suntikkan nada-nada R&B yang upbeat dan elektrik pada “Hunger”. Track penutup “Woman” berjalan begitu trippy dengan sound yang mengajak kita untuk berfantasi dalam setiap keindahan yang wanita punya.

Mike Milosh berujar “Personally, I don’t view myself as sounding like a woman. I think I just have a soft quality to my voice, and then people immediately associate that with something extremely feminine“. Dan juga banyak yang mengatakan bahwa album ini begitu seduktif dan terkesan berfantasi liar akan wanita namun ide dibalik pembuatan album ini justru muncul begitu mereka menemukan wanita yang hendak dijadikan istri dari masing-masing personil sehingga album ini untuk mereka adalah sebuah penghargaan cinta terhadap istri dan berbagai macam wanita yang mendengarkan album ini.

Album debut Rhye ini bisa dideskripsikan dalam 5 kata yaitu seksi, feminim, romantis, lembut dan ambigu. Sound seksi bisa kita dapatkan di setiap lagu yang mencampurkan nada sophisti-pop, quiet storm, lounge pop dan juga soul yang empuk. Kesan feminim bisa kita tangkap dari bagaimana Milosh membawakan lagu-lagu di album ini dengan nada tingginya yang bisa membuat orang takjub akan vokalnya. Lirik-lirik di album ini juga begitu romantis dan catchy dan yang terakhir kesan ambigu di beberapa aspek tema dan lirik lagu menjadi keunikan tersendiri di album ini. Maka wajar jika album ini menjadi sensasi karna mereka mampu menyajikan musik soul yang classy, vintage dan khas seolah kembali menghidupkan kembali masa jaya musik ini di era modern. Dan memang untuk ukuran era 2010’an memang sedikit sekali album soul/quiet storm/sophisti-pop yang utuh seperti ini apalagi dalam bentuk duo/grup dan Rhye pun muncul di situasi tersebut dan menjadikannya salah satu album soul yang berkelas nan unik dan salah satu kandidat album terbaik dekade ini.

Official Website

(Luthfi / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Open” 3:37
2. “The Fall” 3:45
3. “Last Dance” 3:27
4. “Verse” 2:52
5. “Shed Some Blood” 3:21
6. “3 Days” 4:16
7. “One of Those Summer Days” 4:33
8. “Major Minor Love” 3:56
9. “Hunger” 3:30
10. “Woman” 2:40

Related posts

Leave a Reply