Trending News

Blog Post

Album of the Day: The Joy Formidable – Wolf’s Law
Album of The Day

Album of the Day: The Joy Formidable – Wolf’s Law 

Released by: Warner Music Indonesia

Terdapat teori sains yang bernama Wolff’s Law yang menyatakan bahwa tulang-tulang akan menjadi lebih kuat ketika menerima tekanan sebagai bentuk dari sebuah adaptasi. Sepertinya bagi band asal Wales, The Joy Formidable, hukum Wolff’s ini terdengar begitu analogis, dan teori biologi itu dijadikan konsep mendasar bagi album “Wolf’s Law”. The Joy Formidable ingin menarasikan berbagai permasalahan personal yang kebanyakan bercerita tentang reparasi hubungan interpersonal yang mengalami sebuah tekanan dan bagaimana hubungan baru ini menciptakan kebaikan tersendiri.

Dibalut dengan iringan noise-noise shogaze yang juga sarat akan sayatan gitar dengan drive maksimum, “Wolf’s Law” makin terdengar ironi apalagi ditambah dengan vokal tanpa ekspresi ala Ritzy Bryan. Namun entah mengapa ironi tersebut dapat terdengar padu, seperti lantunan lirik “Where are we going? Where are we going?” pada track “Cholla” yang terdengar sedikit mengejek tetapi mampu terdengar meneror sebagai dampak dari hempasan noise-noise yang digunakan. Terlihat upaya The Joy Formidable untuk membangun nuansa yang berbeda walaupun menggunakan lirik lagu yang itu-itu saja.
Hal menarik juga dapat ditemukan di lagu “Little Blimp” dimana vokal persuasif Ritzy Bryan dapat terdengar mencurigakan walaupun ia terus mengajak untuk meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan bersama. Seolah-olah sang vokalis menghipnotis anda untuk memulai sebuah hubungan baru yang penuh akan dosa. Namun, meninggalkan nostalgia pun juga dapat terdengar begitu sendu, seperti pada lagu “Silent Treatment” yang bernuansa semi akustik. Berbagai macam ambience musik ditawarkan The Joy Formidable untuk meninggalkan berbagai kenangan lama, agar sejalan dengan konsep album secara general.

Rekomendasi saya adalah “Maw Maw Song”, sebuah lagu berdurasi 6 menit yang memiliki komposisi tensi yang berubah-ubah. Entah mengapa bagi saya hal tersebut adalah hal yang cukup keren, apalagi ditambah dengan sayatan gitar menghipnotis di bagian interlude-nya walaupun gimmick vokal “maw-maw-maw-maw” terdengar agak mengganggu. Di samping itu, lagu “Forest Serenade” juga terdengar cukup megah dan lebih akrab di telinga dibandingkan dengan seluruh jajaran nomor yang tersaji di dalam album ini.

Mungkin bagi anda yang terlalu sering mendengarkan musik itu-itu saja, album “Wolf’s Law” ini dapat menjadi sebuah alternatif yang baik. Bagaimana mereka memainkan logika yang terdapat di lirik-lirik lagu dan menjadikannya sebagai sesuatu yang memiliki makna sedikit menyimpang adalah sebuah hal yang jarang anda temukan pada skena musik masa kini. Melalui plot-plot yang bising, The Joy Formidable membuktikan bahwa terdapat banyak cara dalam menyikapi sebuah peristiwa. Kesedihan tak harus diwakili dengan lagu yang mengundang air mata, kemarahan tak berarti harus dilampiaskan dengan lagu yang memekakan telinga, serta memulai sesuatu yang baru tak harus selalu disikapi dengan perasaan riang gembira. Saya tak tahu apakah kalimat yang tadi masih ada korelasinya dengan Wolff’s Law, tapi setidaknya saya mencoba untuk menutup tulisan ini agar anda segera menikmati album “Wolf’s Law”.

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “This Ladder Is Ours” 5:11
2. “Cholla” 3:23
3. “Tendons” 4:19
4. “Little Blimp” 2:52
5. “Bats” 3:48
6. “Silent Treatment” 3:39
7. “Maw Maw Song” 6:47
8. “Forest Serenade” 4:22
9. “The Leopard and the Lung” 6:00
10. “The Hurdle” 3:59
11. “The Turnaround” (includes hidden track, “Wolf’s Law”) 9:32

Related posts

Leave a Reply