Trending News

Blog Post

Album of the Day: Arctic Monkeys – AM
Album of The Day

Album of the Day: Arctic Monkeys – AM 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Rasanya baru kemarin kita mendengar Arctic Monkeys menyanyikan lagu mengenai kisah palsu San Fransisco beserta tembang-tembang bernada agresif lainnya. Tak terasa juga sudah sembilan tahun mereka wara-wiri di jagat musik internasional, yang artinya mereka seharusnya mengalami stagnansi berkarya seperti musisi-musisi kebanyakan. Namun pergi merantau ke negeri Paman Sam demi menangkal tendensi tersebut nampaknya membuahkan keberhasilan tersendiri yang akhirnya dikemas ke dalam sebuah album yang lebih gelap, lebih intim, dan pastinya kaya akan eksplorasi musik dibanding karya-karya sebelumnya bertajuk “AM”.

Saya mendengar berbagai rengekan para penggemar yang menginginkan mereka untuk kembali seperti dulu lagi, namun seperti apa yang Paul McCartney dari The Beatles katakan, “…don’t mind growing up, ‘cause you will probably become smarter if you’re lucky”, Arctic Monkeys memanfaatkan kedewasan mereka dengan cara yang jenius. Dalam album ini, mereka menunjukkan bahwa karya-karya apik sebelumnya bukanlah puncak dari karir mereka walaupun telah mendapatkan “akreditasi” baik dari penikmat musik maupun kritikus. Adanya sikap keingintahuan yang tinggi, tidak cepat puas, serta kemampuan mengolah inspirasi inilah yang membuat Arctic Monkeys menjadi bukan sekadar band biasa. Kini mereka adalah musisi di jalannya sendiri.

Seperti pada track pembuka “Do I Wanna Know?” yang membuktikan kemampuan mereka dalam menyerap influence skena musik US dengan menyuguhkan riff-riff rock and roll yang diiringi layer-layer vokal falsetto layaknya sebuah track RnB. Sedangkan “R U Mine?” menawarkan dominasi guitar driven scene yang dibarengi dengan lirik-lirik sassy, genit, serta cuek ala rockstar jaman dahulu. Bagusnya, semua elemen “Amerika” tersebut terkesan tidak memaksa dan berlebihan. Mereka sadar akan proporsi penggunaan hal tersebut yang malah membuat konsep album ini terasa makin kohesif.

Keberadaan Los Angeles sebagai lokasi produksi album ini pun sepertinya cukup dihayati, layaknya track “One For The Road” yang sedikit mengambil esensi dari black music ala West Coast tahun 1990an hingga track berbau American Rock bertitel “Arabella” yang diwarnai chord-chord gitar repetitif pada chorusnya, sangat berbeda dengan apa yang biasa mereka lakukan. Sedangkan “No. 1 Party Anthem” benar-benar meresapi attitude dari rock and roll klasik, tidak hanya dari segi aransemen, namun juga dari penggunaaan catchphrase seperti “Come on, come on, come on.. Number one party anthem” yang sinkronisasinya dengan lirik lain di dalam lagu ini patut dipertanyakan.

Suasana rock and roll klasik (bahkan cenderung seperti gospel) juga terdengar di track “Mad Sounds” yang terasa seperti karya lawas Bob Dylan namun lebih simpel, bahkan permainan keyboard-nya yang begitu retro mampu membuat anda merinding. Ada pula track “Why’d You Only Call Me When You’re High?” yang mengisyaratkan diri sebagai trilogi ke-tiga dari track “Do I Wanna Know?” serta “R U Mine?” yang sama-sama membawa energi cukup edgy, seksi, serta lumayan “nakal” (dan uniknya ketiga judul tersebut sama-sama menggunakan kalimat tanya).

Hujan pujian boleh saja dialamatkan kepada keseluruhan album ini, tetapi saya sedikit melihat “AM” sebagai bentuk egoisme tertentu dari Alex Turner melalui Arctic Monkeys alih-alih sebagai hasil proyek dari sebuah band. Namun sisi positif dari keberadaan Alex Turner kini adalah ia bisa menjaga kesinambungan kreatifitas Arctic Monkeys. Bayangkan saja apabila ia sudah tidak ada lagi di band ini, apakah mereka akan membangun album ke-limanya dengan cara yang sama? Saya rasa tidak.

Lebih lanjut, sepertinya mereka memilih untuk memundurkan linimasa evolusi musik dari album ke album dan menurut saya hal tersebut cukup unik bagi ukuran band yang besar di dekade 2000an, terlebih mereka berhasil menginterpretasi kemunduran linimasa tersebut ke dalam kumpulan karya yang cukup segar dan memiliki identitas tersendiri. Dan sebagai sebuah album yang memperlihatkan dimensi baru bermusik Arctic Monkeys, “AM” akan menimbulkan polarisasi reaksi bagi para penikmatnya. Hanya ada dua pilihan, antara betul-betul menyukainya atau betul-betul membecinya. Apakah anda setuju?

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

Beli CD Arctic Monkeys “AM” Rp. 85.000,- silahkan isi form disini

TRACKLIST
1. “Do I Wanna Know?” 4:32
2. “R U Mine?” 3:20
3. “One for the Road” 3:26
4. “Arabella” 3:27
5. “I Want It All” 3:04
6. “No. 1 Party Anthem” 4:03
7. “Mad Sounds” 3:35
8. “Fireside” 3:01
9. “Why’d You Only Call Me When You’re High?” 2:42
10. “Snap Out of It” 3:12
11. “Knee Socks” 4:17
12. “I Wanna Be Yours” 3:04

Related posts

Leave a Reply