Trending News

Blog Post

Album of the Day: Kings of Leon – Mechanical Bull (Deluxe Version)
Album of The Day

Album of the Day: Kings of Leon – Mechanical Bull (Deluxe Version) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Band rock asal Amerika, Kings of Leon ternyata berniat meramaikan 2013 dengan album terbaru mereka. Berdiri semenjak tahun 1999 dan sejumlah lagu bagus yang terangkum dalam lima album, band pengusung southern rock ini kembali lagi dengan Mechanic Bull yang menegaskan jika mereka merupakan band rock yang cukup stabil namun tidak terjebak dalam stagnansi akan tetapi terus mencoba formula baru.

Single pertamanya adalah Supersoaker. Vokal Caleb Followill yang serak dan terkadang gloomy masih terdengar memesona. Supersoaker masih terdengar sangat Kings of Leon dan mereka masih diandalkan dalam menghadirkan lagu yang terdengar sangat rock namun memiliki melodi manis yang menyentuh.

Akan tetapi secara umum Mechanical Bull juga terdengar sedikit berbeda karena mereka menjadikan dasar musik yang mereka usung untuk dilapisi oleh berbagai subgenre yang membuat lagu-lagu yang terdalam album ini terdengar segar.

Rock City mengajak kita dalam rock yang kental dengan sentuhan blues, sedang Don’t Matter menghadirkan rock vintage yang berdegup kencang, memadukan antara beat drum dengan distrosi gitar yang tetap terdengar harmonis. Ini agak mengingatkan akan musik Kings of Leon di masa awal karir mereka, di mana semangat nge-rock yang penuh stamina terdengar mendominasi.

Mechanic Bull memang menyisakan ruang yang cukup luas bagi Kings of Leon untuk menampilkan musik lama mereka. Tonight, Temple atau Last Mile Home mungkin bisa memuaskan rasa rindu kepada mereka yang lama.

Pada dasarnya Mechanic Bull dibagi dalam dua kubu, musik rock gahar yang mengandalkan tempo yang bergerak cepat dan juga lagu-lagu cenderung bertempo lambat sampai lambat yang dihadirkan dengan komposisi cantik yang menghanyutkan. Mechanical Bull punya beberapa lagu seperti itu yang tampil dengan menawan.

Dalam Beautiful War, Caleb bernyanyi dengan penuh perasaan dan cenderung kontemplatif namun tak kehilangan nafar rocknya, sementara aransemen mengedepankan melodi syahdu namun diwarnai gitar yang menderit-derit. Perpaduan yang cukup bertabrakan ini justru membuat Beautiful War menjadi istimwa dan unik.

Jangan lewatkan pula Wait For Me yang memanfaatkan gitar elektrik untuk menimbulkan atmosfir menghantui melalui petikan yang monoton namun berirama manis. Tidak ada salahnya memanfaatkan folk untuk memperkaya musik, bukan? Maka simaklah Comeback Story yang dipastikan akan menghanyutkan para pendengar melalui kolaborasi vokal dan musik. On the Chin agak sedikit mengimbuhi elemen country, yang ternyata efektif dalam membangun balada ala southern rock yang mereka usung.

Uniknya Kings of Leon adalah mereka mampu menghadirkan vokal dan musik sebagai bagian yang tak terpisahkan sebagai alat ceritanya, bukan hanya menjadi latar. Tanpa kehadiran vokal sekalipun, musik yang dihadirkan oleh Kings of Leon pun bisa mengalun dan mengandung naratisi untuk didengarkan.

Kelebihan utama dari Mechanical Bull adalah di mana setiap track terdengar mencorong dan dapat berdiri sendiri. Ini terjadi karena Caleb Followill, Nathan Followill, Jared Followill dan Matthew Followill mengerjakan musik mereka dengan passion ketimbang mengejar target tertentu saja (baca: penjualan).

Mendengarkan Mechanical Bull jelas akan segera mengasosiasikan lagu-lagu yang terdapat di dalamnya dengan Kings of Leon. Tidak bisa tidak. Karena ciri khas mereka yang tebal hadir dengan sempurna dalam album. Akan tetapi, upaya ekstra mereka untuk memberikan sesuatu yang berbeda ternyata memberi kelebihan tersendiri yang menyebabkan Mechanical Bull terdengar seperti sebuah album rock yang kuat secara musikalitas namun juga sangat mudah dicerna.

Tidak hanya itu saja, Mechanical Bull menunjukkan kematangan Kings of Leon sebagai musisi serta merupakan pamer ketajaman mereka dalam meramu formula album yang juara. Rasa-rasanya dengan mudah kita bisa mengatakan jika Mechanic Bull merupakan salah satu album terbaik tahun ini.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Supersoaker” 3:50
2. “Rock City” 2:56
3. “Don’t Matter” 2:50
4. “Beautiful War” 5:09
5. “Temple” 4:10
6. “Wait for Me” 3:30
7. “Family Tree” 3:50
8. “Comeback Story” 3:59
9. “Tonight” 4:33
10. “Coming Back Again” 3:28
11. “On the Chin” 4:16
No. Title Length
12. “Work on Me” 4:04
13. “Last Mile Home” 4:11

Related posts

Leave a Reply