Trending News

Blog Post

Album of the Month: Katy Perry – Prism
Album of The Day

Album of the Month: Katy Perry – Prism 

Released by: Universal Music Indonesia

Bisakah kita sebut Katy Perry sebagai reigning Queen of Pop? Dari segi fans dan penjualan album, itu mungkin saja. Namun, sebagai seorang musisi, jelas Katy Perry masih memerlukan banyak waktu untuk membuktikan eksistensi dirinya. Kini hadir persembahan terbarunya, sebuah album yang berjudul sederhana, namun sepertinya berjuta makna, Prism.

Dalam Roar, rilisan single pertama untuk prism, Katy Perry bekerjasama lagi dengan Bonnie McKee dan Dr. Luke serta Max Martin bertugas sebagai produser. Jika sebelumnya Katy Perry mengeksplorasi semangat pop, maka kini ia tampaknya kembali ke akar rocknya akan tetapi tanpa melupakan semangat pop-catchy yang menyukseskan album Teenage Dream. Meski kabarnya mirip dengan single terbarunya Sara Bareilles, akan tetapi Roar bisa dikatakan milik Katy Perry sepenuhnya, karena semua ciri khas Katy Perry ada disini. Anthemic, catchy and melodic. A perfect formula for a number one pop.

Kritisi kepada Katy Perry akhir-akhir ini adalah bagaimana dia sangat berusaha keras mengejar hits demi hits dengan mengerjakan lagu-lagu yang diproyeksikan untuk mendapatkan hits tersebut. Dan ia berhasil. Teenage Dream (2010) dan “buntutnya”, Teenage Dream: The Complete Confection (2012) mungkin bisa menjadi pembuktian.

Dari seorang Lady Rocker yang witty sebagaimana kita mengenalnya dalam One of the Boys (2008), berkat Teenage Dream, ia berubah menjadi seorang Princess of Pop yang gelamor. Keuntungan bagi Perry adalah namanya semakin berkibar dan mengumpulkan banyak pendengar setia yang pastinya akan sangat menunggu-nunggu Prism.

Dan tentu tidak ada salahnya jika mengulang formula jika terbukti sukses bukan? Maka Prism pun kembali menampilkan sisi gelamor Perry tadi. Terlepas dari Roar yang sepertinya kembali ke akar, Prism ternyata banyak diisi oleh lagu-lagu pop, yang bisa dipastikan akan sangat menyenangkan untuk disimak.

Simak saja Legendary Lovers yang memiliki atribut pop yang tebal, mulai dari hook yang catchy sampai melodi yang gampang diingat. Uniknya Perry memasukkan unsur-unsur Bollywood agar lagunya terdengar semakin catchy saja. Yang patut disimak dari Prism adalah bagaimana Perry melebarkan semangat popnya tadi untuk tidak terjatuh kepada ranah bubble-gum pop belaka. Ia cukup berani mengeksplorasikan pop dengan meleburkan beberapa sub-genre ke dalamnya.

Simak saja Walking on the Air, dimana Perry mengajak pendengar untuk kembali ke lantai disko era 90-an, dimana house yang lebih sederhana masih mendominasi. Perry seperti mengembalikan semangat La Bouche atau Crystal Waters ke dalamnya. Dan ini sungguh menyegarkan meski terdengar vintage.

Semangat 90-an juga bisa ditemui dalam Birthday yang memang benar dikatakan orang-orang, mengingatkan akan pop RnB yang dibawakan Mariah Carey di awal-awal karirnya. Sementara itu dalam This Moment, Perry mengajak mundur satu dekade lagi atau dimana synth-pop mencapai puncaknya. Mendengarkan This Moment akan mengingatkan akan lagu-lagu dari New Order yang berpadu dengan Madonna misalnya. This Is How We Do pun menyisakan ruang 80-an ke dalam lagunya, lengkap dengan rap yang terdengar mengadopsi ala-ala Salt-N-Pepa.

Selebihnya memang nomor-nomor pop yang tidak terlalu mencorong, jika tidak mau disebut filler. Masalahnya, lagu-lagu seperti International Smile atau Ghost seperti mendaur ulang formula Teenage Dream dan Fireworks dalam notasinya, meski tentu saja dibengkokkan sedemikian rupa agar tidak terdengar sama.

Untunglah nomor-nomor seperti Unconditionally yang disebut Perry sebagai track favoritnya di Prism dan Dark Horse, dimana jenerik bisa dipinggirkan sebentar dan Perry memasuki teritori yang lebih variatif. Unconditionally adalah sebuah power ballad megah yang diselubungi oleh sensitifitas dan emosionalitas yang tebal, sedang Dark Horse yang menampilkan rapper Juicy J, menampilkan Perry sebagai seorang persona HipHop meski senangnya di bagian chorus ia kembali ke ranah rock.

Lagu-lagu yang berada dalam Prism sebagian besar diproduseri Dr. Luke, Max Martin, Cirkut, Benny Blanco, Stargate atau Klas Åhlund, nama-nama yang memang berada di belakang kesuksesan Perry sebelumnya. Tentu saja tim yang sama ini wajib dipertahankan. Masalahnya memang, seperti yang ditemui dalam beberapa lagu, mau tidak mau kesan repetisi susah dihindarkan.

Meski begitu, Perry ternyata masih berinisiatif mengajak nama-nama baru dalam albumnya. Sebut saja Bloodshy dalam Love Me, sebuah lagu yang mengedepankan elektro-pop yang berdegup dengan lebih kencang, meski dihadirkan dalam atmosfir yang terdengar lebih gloomy. Sementara itu Greg Kurstin dan Sia bekerjama mengerjakan Double Rainbow, sebuah balada menyentuh yang juga mengedepankan aura atmospheric tadi. Dan sebagaimana biasa lagu yang dikerjakan oleh Sia, sesuatu yang melankolis namun tidak cengeng, mengisi aura lagunya.

Prism memang masih menawarkan semangat pop Katy Perry. Eksplorasi yang dikembangkan dalam album ini memang patut diberi kredit lebih meski rasa-rasanya tidak bergerak terlalu jauh dari wilayah aman sehingga tentunya jangan mengharapkan Katy Perry menjadi seorang Sky Ferreira, Zola Jesus, Charli XCX atau yang paling hot, Lorde, misalnya, yang jauh lebih berani dalam menembus batas-batas pop tadi.

Meski begitu, Prism jelas merupakan sebuah album pop yang menyenangkan untuk disimak bagi penikmat musik pop ringan. Penuh dengan lagu-lagu manis dan catchy yang siap menemani pendengarnya. Katy Perry sepertinya memang tidak berniat untuk mengejar prestise artistik bermusik tertentu. Ia hanya ingin menampilkan pop pada sosok terdepannya bukan mengejar “tahta” yang didambakan oleh banyak insan musik pop. Dan rasa-rasanya ia cukup berhasil untuk itu.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Roar” 3:42
2. “Legendary Lovers” 3:44
3. “Birthday” 3:35
4. “Walking on Air” 3:42
5. “Unconditionally” 3:49
6. “Dark Horse” (featuring Juicy J)3:35
7. “This Is How We Do” 3:24
8. “International Smile” 3:48
9. “Ghost” 3:23
10. “Love Me” 3:53
11. “This Moment” 3:47
12. “Double Rainbow” 3:52
13. “By the Grace of God” 4:28

Related posts

Leave a Reply