Trending News

Blog Post

Penampilan Mengesankan Dari Steelheart dan Firehouse
Concerts Review

Penampilan Mengesankan Dari Steelheart dan Firehouse 

Rangkaian Perayaan Guiness Arthur’s Day 2013 akhirnya menyambangi Surabaya pada kamis malam yang lalu, 17 Oktober 2013. Dua band papan atas STEELHEART dan FIREHOUSE berbagi panggung di Grandcity Convention Hall. Perayaan ini juga dimeriahkan oleh KOTAK yang tampil sebagai opening act. Untuk STEELHEART sendiri, Tour di tiga kota di Indonesia adalah kedatangan yang kedua untuk tahun ini. Sebelumnya bulan Juni yang lalu, mereka adalah salah satu Headliner pada Java Rockin’land Festival 2013 di Pantai Karnaval, Ancol Jakarta.

Sebagaimana yang kita ketahui, Arthur’s Day adalah satu perayaan yang digunakan untuk mengenang hari lahirnya pembuat bir terkenal asal irlandia Sir Arthur Guinness. Yang tentu saja sesuai namanya, dia adalah pembuat bir paling terkenal hingga hari ini di seluruh dunia : “Guinness”. Perayaan Arthur’s Day dimulai pada tahun 2009 bertepatan dengan perayaan 250 tahun penanda-tanganan perjanjian sewa 9.000 tahun St. James’s Gate Brewery oleh Arthur Guinness pada September 1759 di Dublin, Irlandia. Di hari lahir ke 254 tahun ini, Indonesia merayakannya di empat kota berbeda, yakni Medan (12 Oktober), Surabaya (17 Oktober) dan Makasar (19 Oktober), serta puncaknya di Jakarta (26 Oktober 2013). Untuk tiga kota yang disebutkan lebih dahulu, STEELHEART dan FIREHOUSE menjadi headliner-nya, sedangkan untuk Jakarta, ONE REPUBLIC, MEW dan CLUB 8 akan menutup rangkaian perayaan ini pada tanggal 26 Oktober.

Sore tanggal 17 Oktober 2013, Convention Hall Grandcity Surabaya mulai dipadati oleh para penggemar STEELHEART dan FIREHOUSE yang datang untuk melepas kerinduan dengan dua band yang sempat malang melintang pada tahun 90-an ini. Tak ketinggalan juga, fans dari KOTAK yang biasa disebut Kerabat Kotak juga banyak terlihat di sekitar arena pertunjukan.

Membuka penampilan malam itu dengan “Rock Never Dies”, KOTAK yang terdiri dari Tantri (Vokal), Cella (Gitar) dan Chua (Bass) tampil memukau ribuan penonton yang telah memasuki Convention Hall. Beberapa lagu yang mereka bawakan diantaranya “Tendangan dari Langit”, “Pelan-pelan Saja”, “Panggung Sandiwara” (Covering Ahmad Albar), dan lain-lain. Tantri mewakili KOTAK tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya malam itu, “Sangat Senang bisa sepanggung dengan Steelheart dan Firehouse yang banyak menginspirasi nya dalam bermusik!!”, tuturnya di atas panggung.


STEELHEART

Penonton yang tadinya masih banyak di luar telah memadati Convention Hall. Mereka langsung bersorak histeris ketika lampu dipadamkan. Satu persatu personil Steel STEELHEART formasi terakhir yang terdiri dari frontman Miljenko Matijevic, Chris Risola pada lead gitar, Rev Jones pada bass, dan Mike Humbert pada drum naik ke atas panggung tepat pada pukul 20:55. “Bad Polution” langsung dibawakan sebagai lagu pembuka, disusul dengan lagu-lagu yang pernah akrab ditelinga penonton seperti “Like Never Before”, “Black Dog” (Led Zeppelin Cover), “We All Die Young”, serta “Everybody loves Eileen”. Aksi panggung mereka masih gahar terutama sang vocalist Miljenko Matijevic yang akrab disapa Mili. Walaupun tidak sebagus dulu, tapi dia masih mampu tampil all out malam itu, lengkingan vocalnya masih membuat penonton berdecak kagum. Dia juga bermain gitar akustik 12 strings pada lagu “You Showed Me How To Love”. Yang menjadi highlight dari penampilan STEELHEART malam itu adalah ketika Mili menyanyikan tembang ballad “She’s Gone” di tengah-tengah kerumunan penonton sebagai lagu penutup pertunjukan mereka. Koor massal pun terdengar membahana dari awal sampai di akhir lagu yang paling popular dari STEELHEART ini.


FIREHOUSE

Selang 25 menit setelah STEELHEART turun panggung, akhirnya tibalah pada penampil terakhir pada perayaan Arthur’s Guiness Day di Surabaya yaitu FIREHOUSE. Kuartet asal Charlotte, North Carolina yang terdiri dari C.J Snare (vocal), Bill Laverty (Gitar), Michael Foster (Drum), dan Allen Mc Kenzie (Bass) langsung menghentak dengan tembang pembuka “Shake and Tumble”, disusul oleh “All She Road’, “You’re Too Bad”, “Sleeping With You” dan lagu ballad “When I Look Into Your Eyes”. C.J. Snare terlihat sangat talkative dengan penonton, dia beberapa kali menyapa penonton dengan Bahasa Indonesia, “Halo Surabaya, Kami Firehouse..!!”, disambut dengan teriakan histeris dari penonton. Dia juga sempat memuji penonton yang ber-sing along menyanyikan When I look Into Your Eyes, “Kalian Luar Biasa!!”, teriaknya. Pada kesempatan lain dia juga bercerita kalau siangnya dia dan bassist Allen Mc Kenzie mencoba salah satu masakan khas Surabaya Rawon Setan yang ada di seberang Hotel J.W. Marriot, tempat mereka menginap. “Wow, It’s so spicy..”, ucapnya. Di tengah-tengah konser C.J. Snare juga mengajak salah satu petinggi Guinness untuk naik ke atas panggung dan bersulang bersama.

Malam itu Firehouse membawa penonton yang memadati Convention Hall bernostalgia dengan lagu-lagu yang pernah sangat akrab di telinga pada tahun 90-an seperti, “Rock On The Radio”, “Here For You”, “Love is A Dangerous Thing”, “Trying to Make A Living”, “Over Night Sensation”, “Love of A Life Time”, dan “Reach For The Sky”. Sedangkan pada encore, Firehouse menutup aksi mereka dengan 2 lagu yaitu “I Live My Life For You” dan “Don’t Treat Me Bad”. Dibandingkan STEELHEART, penampilan FIREHOUSE terlihat lebih ditunggu penonton. Hal ini mungkin dikarenakan Firehouse memiliki lagu hits yang lebih banyak dan memiliki fans yang lebih banyak. Koor massal sering terdengar dari penonton ketika Firehouse melantunkan lagu-lagu slow ballad mereka seperti “When I Look Into Your Eyes”, ”Here For You” dan ”I Live My Life For You”.

photo & teks by Budi Susanto

Related posts

Leave a Reply