Trending News

Blog Post

Album of the Day: Avril Lavigne – Avril Lavigne
Album of The Day

Album of the Day: Avril Lavigne – Avril Lavigne 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Sebelas tahun mungkin waktu yang singkat. Mungkin juga waktu yang lama. Tergantung perspektif. Yang pasti, sebelas tahun lalu Avril Lavigne hadir dalam album debutnya, Let Go. Dan dalam album kelimanya, Avril memilih sebuah album yang berjudul sesuai dengan namanya, Avril Lavigne.

Avril kini berusia 29 tahun. Sudah memantapkan diri sebagai salah satu musisi yang karirnya cukup stabil, memiliki usaha fashion design, bermain film serta menikah dua kali dengan yang terakhir bersama frontman Nickleback, Chad Kroeger. Akan tetapi, mendengarkan Avril Lavigne, waktu seolah tak bergerak. Mendengarkan Avril Lavigne adalah seperti mendengarkan saat ia masih berusia 18 tahun, seorang gadis pemberontak yang doyan main skateboard dan menganggap sesuatunya ‘complicated’.

Dan jika mendengar track Here’s to Never Growing Up, mungkin sang princess of rock memang belum bersedia move-on dari keremajaan. Dan memang (masih) sangat menyenangkan sekali mendengarkan single yang juga ditulis oleh Chad Kroeger ini. Tidak hanya mengingatkan akan ciri khas Avril yang dulu kita kenal, single ini juga menangkap semangat kekinian yang ditawarkan oleh penyanyi lain seperti Ke$ha atau P!nk. Namun jangan kuatir, ini dalam konteks yang positif. Dan sesuai dengan judul lagunya, apakah Avril menolak dewasa?

Album dibuka dengan Rock N’ Roll, yang agak mengingatkan akan I Love Rock ‘n’ Roll, hits klasik milik Alan Merrill and Jake Hooker of Arrows yang kemudian dipopulerkan oleh Joan Jett & The Blackhearts. Semangat rock yang menggebu menjadi warna utama dari kedua lagu ini sehingga memang terdengar agak mirip. Meski begitu, secara vokal dan musikalitas, Rock N’ Roll jelas milik Avril Lavigne seutuhnya, yang artinya Avril Lavigne memang memiliki ciri khas tersendiri yang sulit untuk dipersamakan dengan orang lain.

Kehadiran track pop-rock ceria berjudul 17, kembali menegaskan jika Avril Lavigne memang masih berusia muda dan seolah tak mau melepaskan kemudaan tersebut. Ia masih mencoba untuk mengkoneksikan dirinya dengan remaja masa kini. Ini mungkin akan sedikit masalah, karena waktu satu dekade itu cukup panjang untuk menciptakan karakteristik remaja.

Remaja yang dulu menjadi pangsa pasar Lavigne mungkin sudah beranjak dewasa dan tidak menggemari lagu-lagu yang diusung oleh Lavigne di album ini, sementara remaja sekarang yang terlalu self-precocious membuat selera musik mereka cukup sulit tertebak. Simak saja bagaimana Lorde yang kelam bisa menjadi begitu hits, sementara di saat lain mereka mengidolakan Justin Bieber yang gemerlapan.

Oleh karenanya Lavigne kemudian tidak mau terjebak pada pola yang sama. Meski dibuka dengan track-track yang seolah-olah menandakan keengganan Lavigne untuk bergerak menuju sesuatu yang “berbeda”, akan tetapi setelahnya Avril Lavigne menghadirkan materi yang cukup berbeda.

Dalam Let Me Go, ia menampilkan sang suami, Chad Kroeger sebagai rekan duet. Single yang ditulis oleh Lavigne bersama Kroeger dan David Hodges ini memang sangat kental dengan nuansa Nickelback, dimana rock melodius begitu memenuhi atmosfir lagunya yang pada dasarnya merupakan sebuah power-ballad ini. Sementara itu, Give You What You Like, yang mungkin merupakan salah satu track terbaik di album ini, Lavigne menghadirkan sesuatu yang kelam dan murung. Ini tentunya bukan indikasi kedewasaan, akan tetapi Lavigne berhasil membangun struktur lagu yang rapi dan komposisi yang matang serta menyanyikan lagunya dengan emosi yang terjaga.

Dalam Falling Fast, Lavigne cukup terampil dalam menghadirkan sisi rapuhnya. Melalui balada mid-tempo manis minimalis ini ia berhasil membetot perhatian kita. Disusul Hush Hush yang terdengar sangat “girlie” di mana piano memainkan peran yang besar dalam mendampingi nyanyian Lavigne yang terdengar melankolis.

Meski begitu, Lavigne masih tak terlupa untuk bersenang-senang dan tampil badung dalam album ini. Mulai dari duetnya dengan Marylin Manson dalam Bad Girl sampai lagu elektro-pop yang sangat cerira berjudul Hello Kitty. Lagu bubble-gum-dance beraroma dubstep ini sangat mengingatkan akan atmosfir Jepang yang menjadi homage dari lagunya. Sementara Sippin’ on Sunshine mungkin pas menjadi anthem musim panas, penuh enerji dan pop-ish, tanpa harus terdengar terlalu juvenile.

Oh yes, Avril Lavigne masih terdengar sangat Avril Lavigne. Bukan sebuah album yang menandakan kedewasaan. Tampaknya kita masih belum bisa mengharapkan Lavigne melepaskan trade-mark-nya sebagai princess of rock. Ia masih muda, berjiwa pemberontak, dan terdengar sedikit labil. Akan tetapi Avril Lavigne juga memiliki banyak lagu yang menyenangkan untuk disimak tanpa harus dipaksakan terdengar remaja. Dan ini menunjukkan jika Avril Lavigne masih merupakan seorang musisi yang patut diandalkan.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Rock n Roll” 3:26
2. “Here’s to Never Growing Up” 3:34
3. “17” 3:24
4. “Bitchin’ Summer” 3:30
5. “Let Me Go” (featuring Chad Kroeger) 4:27
6. “Give You What You Like” 3:45
7. “Bad Girl” (featuring Marilyn Manson) 2:54
8. “Hello Kitty” 3:16
9. “You Ain’t Seen Nothin’ Yet” 3:13
10. “Sippin’ on Sunshine” 3:29
11. “Hello Heartache” 3:49
12. “Falling Fast” 3:13
13. “Hush Hush” 3:59

Related posts

Leave a Reply