Trending News

Blog Post

Album of The Day: Bastille – Bad Blood
Album of The Day

Album of The Day: Bastille – Bad Blood 

Dari London, Inggris. Di tahun 2010 telah diproduksi sebuah band beraliran rock yang musiknya menjadi konsumsi dunia mulai tahun 2013 ini. Mereka adalah Bastille, beranggotakan empat personel; Dan Smith, Chris Wood, Kyle Simmons, dan Will Farquarson. Dari panggung ke panggung, festival ke festival, Bastille menguatkan pondasi kebersamaan mereka. Kesempatan itu menempa sejauh mana keinginan mereka untuk bisa mencapai predikat “bukan band biasa”.

Musik yang Bastille buat dipastikan memiliki level ketertarikan yang tinggi. Buktinya, acara televisi “Hollyoaks” menjadi langganan menggunakan lagu-lagu yang mereka miliki. Dengan bantuan dari Q Magazine di UK, Dan cs menjadikan Bastille nama yang populer di musik. Virgin Records-lah yang kemudian berkesempatan untuk menyalurkan musik mereka ke dunia. Kontrak yang ditandangani mengantarkan “Bad Blood”, debut album Bastille berhasil dirilis di 2013 ini. And guess what?! Media di UK menjadikan mereka sweetheart. Langkah menguasai pasar pun semakin mudah saja.

‘Pompeii’, salah satu single andalan dari “Bad Blood” berhasil menempatkan diri di posisi 2 UK Singles Chart. Euphoria Bastille pun dimulai. Album yang sempat mencicipi posisi teratas di album chart Inggris ini pun akan disodorkan ke publik Indonesia. Terima kasih kepada Universal Music Indonesia yang bersedia mengantarkan mereka pada suguhan New Artist Highlight CreativeDisc, menjadikan November lebih berwarna lagi.

Released by: Universal Music Indonesia

Inggris tampaknya memang selalu bisa diandalkan dalam memberikan nama-nama baru yang menjanjikan dalam industri musik, termasuk grup baru bernama Bastille ini. Awalnya dibentuk Dan Smith sebagai proyek solo, kini Bastille juga terdiri atas Chris ‘Woody’ Wood, Kyle Simmons dan Will Farquarson. Setelah merilis sebuah EP berjudul Laura Palmer di tahun 2011, kini mereka siap memeriahkan skena pop-rock dengan album debut, Bad Blood.

mendengarkan track Bad Blood, yang sesuai dengan judul album debut mereka, Bastille terdengar memadukan antara rock, pop, synth-pop dan new wave serta sedikit sentuhan reggae, dengan semangat eklektisme yang kuat. Hasilnya, sebuah lagu alternative yang sangat infectious. Sulit untuk tidak menyukainya

Namun bagaimana dengan album keseluruhan? Ternyata eklektisme memang tak bergerak jauh dari lagu-lagu Bastille meski tentu saja rock masih menjadi landasan utama. Album dibuka oleh sebuah chant ala Afrika dalam Pompeii. Beat drum yang elektrik mengindikasikan sebuah anthem dan memang benar adanya. Pompeii adalah sebuah track sing-a-long yang pasti dengan mudah untuk disukai karena tidak hanya memiliki notasi sederhana yang mudah diingat namun juga melodi yang manis.

Di tengah hantaman autotunes dan EDM, bukan berarti Bastille benar-benar jauh darinya, karena di beberapa lagu, mereka masih menggunakan elektro-pop ataupun synth untuk menciptakan efek seru, akan tetapi patut dipuji bagaimana mereka mampu menghadirkan efek tersebut tidak belaka sebagai gimmick namun juga berperan penting dalam susunan lagunya.

Contohlah Overjoyed dimana lagunya dibangun dari elektro-pop yang sebenarnya bisa jatuh ke ranah dubstep namun didesain sedemikian rupa agar terdengar menjadi komposisi balada yang pekat dengan atmosfir kelam. Dan lagu ini disambung dengan These Streets yang melaju dengan beat ritmis yang dengan mudah menjadi teman untuk menggoyangkan tubuh.

Yang pasti, aransemen Bastille diusahakan organis tanpa harus terdengar steril mesti memperbantukan bentuk-bentuk elektronika. Dan contoh sempurna untuk itu bisa ditemukan dalam track Weigh of Living, Pt. II. Kita masih bisa merasakan semangat rock ditengah deru beat synth. Toh secara umum lagunya memang sebuah lagu (pop) rock yang memikat.

Tapi bukan berarti Bastille tanpa cacat cela. Pada beberapa lagu mereka terdengar mirip dengan band lain secara musikal, sebut saja Things We Lost in the Fire seperti fun. yang bermain di wilayah elektropop. Sedangkan Laura Palmer seperti mengajak kita dalam berderap ala Coldplay. Atau Flaws mempertegas kemiripan Bastille dengan Imagine Dragons, band yang tengah popular saat ini.

Tapi seharusnya ini bukan menjadi masalah. Memang, Bastille kadangkala terdengar sangat mirip dengan Imagine Dragons, akan tetapi mendengarkan track manis seperti Oblivion yang pastinya akan menyedot perasaan atau Icarus yang mengajak nge-dance seru, rasa-rasanya sulit untuk menolak pesona album Bad Blood ini.

Bagi yang bertanya, mengapa ada track Weight of Living, Pt. II namun tidak tercatat ada Weight of Living, Pt. I dalam bookletnya, jangan kuatir, karena track itu tersembunyi setelah track terakkhir, Get Home, mengajak kita untuk larut dalam kesenduanya.

Overall, Bad Blood ini adalah album yang sangat enjoyable. Terlepas dari beberapa kemiripan ataupun tuduhan jenerik kepada lagu-lagunya, Bastille sukses menghadirkan album ini dalam lagu-lagu easy listening yang menarik. Setiap track hadir dengan memikat dan secara keseluruhan menyatu sebagai album yang tidak membosankan sama sekali.

Official Website

Buy “Bad Blood” on iTunes here

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Pompeii” 3:34
2. “Things We Lost in the Fire” 4:00
3. “Bad Blood” 3:32
4. “Overjoyed” 3:26
5. “These Streets” 2:55
6. “Weight of Living, Pt. II” 2:54
7. “Icarus” 3:45
8. “Oblivion” 3:16
9. “Flaws” 3:38
10. “Daniel in the Den” 3:08
11. “Laura Palmer” 3:06
12. “Get Home” 3:11
13. “Weight of Living, Pt. I (hidden track)” 3:26

Related posts

Leave a Reply