Trending News

Blog Post

Album of the Month: Lady Gaga – ARTPOP
Album of The Day

Album of the Month: Lady Gaga – ARTPOP 

Released by: Universal Music Indonesia

Menghadirkan sesuatu yang ambisius sepertinya sudah menjadi tekad Lady Gaga semenjak album keduanya, Born This Way. Makanya, tidak mengherankan jika ia menyusul dengan ARTPOP, sebuah album, yang sama dengan Born This Way, mungkin perlu waktu untuk dapat benar-benar dimengerti dan (tentunya) dinikmati.

ARTPOP menghadirkan banyak nama-nama yang besar di skena EDM untuk membantunya. Sebut saja Zedd, DJ White Shadow, Madeon dan juga David Guetta. Kolaborator lawasnya, RedOne hanya menyisakan satu tempat sebagai rekan penulis di track Gypsy, dan jabatan produser berada di tangan Madeon. Meski begitu, Gypsy merupakan satu dari sedikit track yang akan mengingatkan Gaga di era The Fame, dimana elektro-pop catchy yang sederhana tapi memikat lebih menonjol ketimbang balutan musik kompleks.

Well, dibuka dengan piano, tidak ada indikasi Gypsy akan berubah menjadi elektro-pop tadi. Akan tetapi memasuki chorus pertama, barulah ia menunjukkan wujud aslinya. Agak mengingatkan Hair di album Born This Way, Gypsy memadukan antara pop dengan semangat rock yang membuat lagunya terdengar sedikit folky. Ketika ia bernyanyi, “‘Cause I’m, I’m, I’m, I’m /A gypsy, a gypsy, a gypsy,” kita pun akan terut bernyanyi dengan dirinya.

Pendekatan yang mirip dapat ditemui dalam track Dope, dimana Lady Gaga kembali dengan balada pop-rocknya. Dan Dope memang khusus dihadirkan untuk itu. Piano menjadi senjata utama musiknya, meski synth yang berat juga menjadi serat dan membuat atmosfir lagunya terdengar sedikit kelam, tapi tidak mencuri perhatian. Kekuatan Dope jelas ada pada permainan vokal serta denting piano, yang menunjukkan jika Lady Gaga bukan hanya seorang penyanyi, akan tetapi musisi.

Dan ini disusul dengan Applause. Ditulis dan diproduseri oleh Lady Gaga bersama DJ White Shadow, Applause merupakan single pertama dari album ketiga Gaga, ARTPOP. Sesuai dengan konsep ARTPOP, dalam Applause Gaga menghadirkan semangat artistik sekaligus pop yang membesarkan namanya. Gaga seolah kembali ke pendekatan elektro-pop yang membesarkan namanya di era The Fame namun sekaligus memeluk sentuhan kekinian. Ada yang menyebutkan terdengar seperi perpaduan antara David Bowie dengan Annie Lennox, namun Applause sekali lagi menunjukkan kekuatan Gaga dalam mempersembahkan pop catchy yang memorable.

Gypsy, Dope dan Applause merupakan tiga track terakhir dalam ARTPOP, (sepertinya memang disengaja di letakkan di akhir), yang mengingatkan akan semangat pop Gaga yang lama, sementara 13 track sebelumnya adalah EDM yang tebal dengan semangat pop yang besar. Dan ini sudah ditunjukkan dengan track pembuka Aura. Masih mengandalkan dance, beat berat pada verse berpadu dengan chorus yang ringan, memang membuat Aura seperti perpaduan antara tone catchy dengan kompleks.

Dilanjutkan dengan Venus, yang mengambil sampel dari lagu cover version Zombie Zombie dari lagu milik Sun Ra, Rocket Number 9. Synth-pop 80-an berpadu dengan elektro-pop 2000-an melalui semangat pop-punk merupakan formula yang diusung oleh Gaga untuk Venus selain chorus yang catchy, tentunya. EDM ala DJ White Shadow atau Paul Blair tidak menjauhkan dari sentuhan elektro-pop ala Gaga meski kini terdengar tidak terlalu mendominasi.

G.U.Y. (Girl Under You) dibuka dengan janji akan sebuah pop cathcy ala-ala Alejandro akan tetapi chorus yang off-beat kemudian mementahkan ekspektasi tersebut. Sementara synth-pop yang lebih kelam dihadirkan dalam X Dreams dan Gaga bernyanyi dalam nada-nada tinggi seolah-olah tengah membintangi sebuah pentas Broadway, meski chorus justru dihadirkan dengan tone yang lebih cerah dan ringan.

Manicure menabuhkan semangat rock yang tebal, meski pada akhirnya sebuah elektro-pop tetap menjadi sajian utama dan rock hanya menjadi bumbu. Sementara itu dalam Do What U Want?, Lady Gaga channeling Xtina with her powerful vocal. Semangat retro pop Rnb berbalut synth-pop 80-an menjadi sentra utama dari aransemen Do What U Want. Kehadiran R. Kelly sebagai featuring artist mempertegas kesan tersebut. Akan tetapi Do What U Want adalah lagu yang brilian. Homage sekaligus membentuk jati-dirinya sebagai anthem elektro-pop ala Gaga tanpa terlupa menghadirkan hook yang kuat tanpa vokal yang harus over-produced adalah kekuatan utamanya

Skena hip-hop atau Rnb tentunya memang bukan hal yang asing bagi Gaga, karena ia sudang menghadirkan itu sejak zaman The Fame. Maka, selain Do What U Want?, dalam ARTPOP ia juga menghadirkan Jewels n’ Drugs dan dalam track ini membiarkan T.I. sebagai pembuka jalan (track juga menghadirkan Too Short dan Twista). Komposisi lagu ini agak mengingatkan akan komposisi Timbaland yang hadir dengan semangat mars yang berderap.

Sisanya ARTPOP menghadirkan track-track yang penuh dengan muatan kritisi, seperti Swine yang dipenuhi enerji temperamental atau Donatella, Mary Jane Holland atau Fashion! yang merupakan lagu-lagu tentang kultur populer. By the way, Lady Gaga sebenarnya sudah pernah menghadirkan track berjudul fashIon, yang ditulisnya bersama RedOne, untuk soundtrack film Confessions of a Shopaholic (2009). Sementara Fashion! dalam ARTPOP ditulis Gaga bersama Giorgio Tuinfort, DJ White Shadow, Dabid Guetta dan juga will.i.am. Correct me if I was wrong, kedua Fashion ini, meski memiliki gaya yang berbeda, namun terdengar mirip. Disengaja?

Akan tetapi ini Lady Gaga yang kita bicarakan. She’s well known for her ability in recycling. Makanya, tidak heran jika ARTPOP terdengar familiar namun di sisi lain juga terdengar berbeda dari album-album sebelmnya. Ia melakukan ARTPOP untuk memuaskan estetika bermusiknya, namun sebenarnya didedikasikan untuk pendengarnya, seperti yang ia nyanyikan dalam track yang menjadi judul album, ARTPOP:
“Come to me
With all your sub-text and fantasy
Just do that thing that you do
For my love is you”

Ketenaran, rasa percaya-diri, sex, kultur pop dan cinta yang berbalut dalam lagu-lagu pop memang masih menonjol dalam album ini. Akan tetapi, citarasa Art yang ingin diusung oleh Gaga mungkin agak sulit untuk dicerna, bahkan mungkin menimbulkan pertanyaan, Art yang bagaimana? Dan ini yang membuat ARTPOP terdengar begitu divisive. Akan sulit untuk benar-benar mengapresiasi album ini dengan semangat positif dalam sekali atau dua kali dengar saja.

Setelah kita cukup familiar dengan materinya, yang tentunya bisa terjadi jika kita sudah mendengarkan Artpop dalam frekuensi lebih dari empat kali, barulah kita dapat mencerna setiap lagu dalam album ini dengan baik. Dan kita kemudian menyadari jika Gaga masih merupakan artis pop terdepan yang mungkin terlihat tidak kompromistis, akan tetapi pada dasarnya tetap merupakan seorang penampil yang peduli dengan pendengarnya.

PS:
Menurut kabar, ARTPOP merupakan bagian pertama dari dua bagian yang dikonsep Gaga. Jika volume I ini hadir dengan semangat pop yang jauh lebih ringan, maka (kabarnya lagi) volume II akan diniatkan dalam komposisi materi yang sedikit “berat”. Konsep satu album yang dipecah dua ini agak mengingatkan akan The 20/20 Experience-nya Justin Timberlake. Tapi, kita tunggu saja.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Aura” 3:55
2. “Venus” 3:53
3. “G.U.Y.” 3:52
4. “X Dreams” 3:34
5. “Jewels N’ *****” (featuring T.I., Too Short and Twista) 3:48
6. “Manicure” 3:19
7. “Do What U Want” (featuring R. Kelly) 3:47
8. “Artpop” 4:07
9. “Swine” 4:28
10. “Donatella” 4:24
11. “Fashion!” 3:59
12. “Mary Jane Holland” 4:37
13. “Dope” 3:41
14. “Gypsy” 4:08
15. “Applause” 3:32

Related posts

Leave a Reply