Trending News

Blog Post

Burn Baby Burn, Ash Membakar 280 Festival
Concerts Review

Burn Baby Burn, Ash Membakar 280 Festival 

Entah apa yang terjadi dengan gelaran 280 Festival tanggal 23 November lalu, digadang-gadang sebagai Pop Culture Festival yang digelar di Lapangan D Senayan. Beberapa band lokal yang tak bisa dianggap sebelah mata bahkan telah membuka pertunjukan sore itu diantaranya The Aftermiles, Rock N Roll Mafia dan Maliq & D’essentials. Setelah break magribh, penampilan dilanjukan Neonomora dan Sierra Soetedjo. Penampilan Efek Rumah Kaca – Pandai Besi secara selang seling barulah akhirnya membuat sebagian penonton yang tampak duduk santai tersebar di venue mulai bangkit dan merapat ke depan panggung.

Pukul 9 malam penampil utama 280 Festival telah bersiap, Ash. Setelah pada tahun 2001 lalu sempat mengunjungi Indonesia, kini mereka kembali menyambangi penggemar mereka yang malam itu merasakan konser intim bersama idola mereka.

“Meltdown” menghentak dengan penuh mengawali penampilan Ash, cabikan bass Mark Hamilton menderu bersama distorsi gitar vokalis Tim Wheeler, dan dentuman drum Rick McMurray nan bertenaga. Tanpa banyak basa basi, “A Life Less Ordinary” dari album Nu-Clear Sounds menghadirkan keriuhan massa. Dan “Girl From Mars” melupakan sejenak bahwa pengunjung yang minim tidak mengurangi semangat Ash yang dilanjutkan dengan “Oh Yeah”.

“Binary” yang cukup mengagetkan dibawakan Ash, dilanjutkan nomor klasik “Goldfinger”. Meski kini dengan format trio, setelah berpisah dengan gitaris Charlotte Hatherley, Ash kembali menunjukkan taji mereka malam itu dengan lagu “Walking Barefoot”. Tampak debu Lapangan D Senayan membumbung ke udara, penonton yang tak henti bernyanyi bersama, melanjutkan keriangan pada lagu “Kung Fu”. 280 Fstival sendiri tampak seperti festival yang baru saja dimulai pertunjukannya saat “Evil Eye” dibawakan, berlanjut lagu favorit “Sometimes” yang terdengar emosional bagi kebanyakan penggemar Ash malam itu. “Joy Kick Darkness” memberikan ruang bagi penonton untuk beristirahat sebelum “Shining Light” dan “Orpheus” kembali menguras peluh pengunjung 280 Festival.

Mewakili dari album “Trailer” akhirnya muncul “jack Names The Planets” dilanjut penutup malam itu “Return Of White Rabbit” dengan beat yang sexy membuat siapapun bergoyang. Memasuki sesi encore, “Lose Control” membuka penuh energi, dilanjutkan “Angel Interceptor”, dua lagu dari album “1977” yang mendominasi setlish Ash malam itu. “Twilight Of The Innocents” kembali memberikan penonton kesempatan mengeruk tenaga, sebelum “Burn Baby Burn” menutup penampilan Ash, dan gelaran 280 Festival, membawa penonton pada batas kabur antara lelah dan puas tak terkira.

Meski harus diakui sepi pengunjung, 280 Festival racikan OnePlusEnt harus tetap diapresiasi. Terlepas dari dari faktor apapun, promotor maupun penampil dari semenjak sore tetap menunjukkan komitmen dan menunjukkan dedikasi untuk penggemar yang hadir pada hari itu. Ini adalah gelaran pertama, semoga dapat berlanjut di tahun depan dengan lebih baik dan mampu menyedot lebih banyak perhatian. Dan kita kembali terbakar! Burn Baby Burn!

Noverdy Putra
Photo by Budi Susanto

Related posts

Leave a Reply