Trending News

Blog Post

Album of the Day: Keane – The Best of Keane
Album of The Day

Album of the Day: Keane – The Best of Keane 

Released by: Universal Music Indonesia

Meski dibentuk di tahun 1997, namun band pop rock asal Inggris, Keane, baru merilis album mereka di tahun 2004. Kini, nyaris datu dekade kemudian, dan setelah empat album, band yang menaungi Tim Rice-Oxley, Richard Hughes, Tom Chaplin dan Jesse Quin ini merilis album kompilasi hits single mereka. Maka hadirlah album The Best of Keane.

Bayangkan, lagu-lagu memorable dari band Inggris ini akan tergabung dalam satu album. Such a joy! Album ini mencakup 18 hits single yang pastinya akan segera dikenali tidak hanya oleh para penggemar setia Keane namun juga penikmat musik secara umum.

Siapa coba yang tidak mengenal dan suka menanyikan lagu-lagu seperti Everybody Changing atau Somewhere Only We Know. Bahkan lagu-lagu ini sudah cukup sering dinyanyi ulang oleh banyak penanyi lain seperti yang terbaru oleh Lily Allen yang membawakan Somewhere Only We Know dengan lebih lembut.

Album debut mereka, Hopes and Fears, memang fenomenal, karena setiap single yang dirilis dari album ini berhasil mencuri perhatian. Selain dua track di atas, Hopes and Fears juga menghasilkan Bedshaped yang gloomy namun sangat menggedor perasaan, selain Bed and Break dan This Is The Last Time.

Memasuki album kedua, Under the Iron Sea (2006), Keane melanjutkan kiprah sukses mereka dengan juga merilis single-single yang tak kalah kuatnya. Bahkan single yang dirilis di album ini sedikit lebih banyak dibandingkan Hope and Fears, yaitu enam buah. Mereka adalah Atlantic, Is It Any Wonder?, Hamburg Song, Crystal Ball, A Bad Dream dan Try Again. Khusus untuk album ini, Keane juga menyisipkan Nothing in My Way sebagai penyemarak.

Dengan kehadiran 7 buah lagu dari album Under the Iron Sea, Keane tampaknya ingin menunjukkan jika daya kreasi serta estetika bermusik mereka menemukan puncaknya di album sophomore ini. Tidak berlebihan juga, karena meskipun kurang memiliki hits yang benar-benar kuat seperti album pertama, Under the Iron Sea memang merupakan album yang terkonsep secara matang dan menggambarkan musik Keane dengan lebih definitif.

Berlanjut ke album ketiga, Perfect Symmetry (2008) yang tampaknya merupakan sebuah album di mana Keane mencoba keluar dari zona aman dan mengupayakan pendekatan baru dalam musik mereka. Sayangnya memang kurang berhasil, karena Keane seperti kehilangan ciri khas. Tidak mengherankan, meski ada 4 single yang dirilis untuk album ini, Keane hanya memasukkan dua lagu saja, yaitu Spiralling dan Perfect Symmetry.

Sebuah single dari EP Night Train (2010) tak lupa dimasukkan untuk menyemarakkan lagu disamping sebagai pelengkap catatan sejarah karir Keane, yaitu My Shadow. Sayangnya Stop For A Minute yang menampilkan K’naan tidak disertakan. Padahal ini merupakan salah satu single Keane yang cukup istimewa dan jika Keane berniat untuk menampilkan sesuatu yang berbeda, ini mungkin bisa menjadi highlihghtnya.

Akan tetapi, melalui album The Best of Keane ini, mereka ingin menunjukkan lagu-lagu yang nyaris setipe dan Keane-esque sehingga ada alasan mengapa My Shadow dan hanya ada dua lagu dari album Perfect Symmetry, yang dipilih untuk melengkapi koleksi “The Best” mereka.

Dan lagu-lagu yang Keane-esque itulah yang kembali memenuhi album keempat mereka, Strangeland. Meski hanya beramunisi 3 single, Silenced by the Night, Disconnected dan Sovereign Light Café, akan tetapi Strangeland memang akan memuaskan kerinduan penikmat Keane akan lagu-lagu mereka di awal karir.

Dan sebuah greatest hits tentunya tak lengkap tanpa kehadiran single baru, bukan? Maka simak Higher Than the Sun. Nothing new actually. Keane’s trade mark stamped all over it. Begitu juga dengan lagu baru yang lain, Won’t Be Broken. Tapi, siapa yang bisa menolak pop-rock melankolis mereka? Keane tampaknya menyadari dengan penuh hal tersebut sehingga tidak mau jauh-jauh dari pergerakan notasi dan melodi yang biasa mereka usung.

Satu dekade mungkin masih terlalu dini bagi Keane untuk dapat disebut sebagai band yang mapan. Akan tetapi, kita memang tidak bisa menafikan jika Keane merupakan salah satu band yang cukup bersinar dalam sepuluh tahun terakhr ini serta memiliki kelebihan tersendiri yang membuat mereka stand-out.

Untuk dapat menikmati karya-karya mereka secara utuh tentunya akan lebih baik jika menyimak seluruh album mereka satu persatu. Meski begitu, kehadiran The Best of Keane ini sudah cukup komprehensif sebagai catatan kaki dalam menyimak perjalanan karir mereka. Tentunya kita mengharapakan akan terus mendengar lagu-lagu dari album mereka lainnya.

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Everybody’s Changing” Hopes and Fears 3:35
2. “Somewhere Only We Know” Hopes and Fears 3:55
3. “Bend and Break” Hopes and Fears 3:38
4. “Bedshaped” Hopes and Fears 4:35
5. “This Is the Last Time” Hopes and Fears 3:27
6. “Atlantic” Under the Iron Sea 4:10
7. “Is It Any Wonder?” Under the Iron Sea 3:05
8. “Nothing in My Way” Under the Iron Sea 3:59
9. “Hamburg Song” Under the Iron Sea 4:37
10. “Crystal Ball” Under the Iron Sea 3:53
11. “A Bad Dream” Under the Iron Sea 5:02
12. “Try Again” Under the Iron Sea 4:27
13. “Spiralling” (Radio Edit) Perfect Symmetry 3:24
14. “Perfect Symmetry” Perfect Symmetry 5:11
15. “My Shadow” Night Train 4:49
16. “Silenced by the Night” Strangeland 3:16
17. “Disconnected” Strangeland 3:56
18. “Sovereign Light Café” (Radio Edit) Strangeland 3:28
19. “Higher Than the Sun” New song 3:21
20. “Won’t Be Broken” New song 3:42

Related posts

Leave a Reply