Trending News

Blog Post

Konser Black Rebel Motorcycle Club di Dago Tea House
Concerts Review

Konser Black Rebel Motorcycle Club di Dago Tea House 

Black Rebel Motorcycle Club (BRMC) yang merupakan trio garage rock/alternative rock dari San Francisco ini akhirnya menyambangi Indonesia dan Bandung dipilih menjadi destinasi mereka untuk melakukan show mereka dalam rangka tur album barunya “Specter At The Feast”. Trio yang digawangi oleh Peter Hayes, Robert Levon Been dan Leah Shapiro ini telah menelurkan tujuh album dari debut album mereka B.R.M.C pada tahun 2001.

Konser ini diadakan di Teater Tertutup Dago Tea House. Untuk menempuh ke venue konser saya harus jalan masuk ke venuenya yang terletak di bagian bawah dari jalan raya. Suasana dingin dan pemandangan orang-orang yang memakai kaos hitam dengan jaket kulit hitam menjadi penanda bahwa malam ini adalah malam yang sangat seru untuk dilewati bersama mereka. Open gate pun dibuka pada jam 18:00 dan show dimulai dua setengah jam kemudian. Venue konser yang lumayan kecil dan beraroma teater menjadi salah satu pertanda bahwa akan ada keintiman yang bakal terjadi di konser ini apalagi gap antara penonton dan band tidak terlalu lebar seperti layaknya konser international biasanya.

Let the show begin, mungkin itulah alasan mereka kenapa mereka membuka setlist konser dengan “Let The Day Begin” yang merupakan cover dari The Call yang notabene merupakan band ayahnya Robert Levon Been. “Beat The Devil’s Tattoo” dan “Rival” mereka mainkan berikutnya. Pada “Ain’t No Easy Way”, Hayes pun menenteng harmonika dan bernyanyi layaknya seorang penyanyi folk yang sangar. Salah satu lagu hit mereka “Berlin” mereka mainkan setelah “Hate The Taste”. Raungan noise gitar yang keluar dari gitar Robert Been pun terus mengiringi performance mereka. Setelahnya, Robert Been pun menyampaikan greetings mereka ke penonton. Sensasi shoegaze yang muram mereka hadirkan di “Returning”. Lagu terpanjang mereka di setlist “American X” juga mereka mainkan, pada lagu ini lightning yang sangat wah terus menerus mengikuti beat lagu yang naik turun membuat penonton semakin takjub akan aksi band ini. Permainan gitar yang ngeblues dan rough juga ada di lagu ini.

Harmonika pun dibawa lagi dalam “Screaming Gun”, vokal pun diambil alih oleh Hayes. “Love Burns”, “Conscience Killer” dibawakan sesudahnya. Unsur psychedelic dan noise rock pun semakin menggila di “Stop”. “Weight of The World”, “Lullaby”, “In For The Rose”, “Red Eyes and Tears” dibawakan setelahnya. Ada kejutan pada saat mereka memainkan “Six Barrel of Shotgun”. Setelah melihat reaksi penonton yang cenderung bosan dan tidak bersemangat, Been pun membuka pagar antara penonton dan band yang hanya dibatasi beberapa centimeter saja dan sontak penonton pun berhamburan mencoba naik ke stage untuk berpesta dan bergoyang bersama mereka di stage. Sehingga terjadilah keintiman dari mereka dan keliaran dari penonton yang terus terbakar energinya menikmati alunan rock dari mereka. “Spread Your Love” pun dimainkan terakhir sebelum mereka turun panggung untuk tiga encore akustik dan dua encore utama. “Complicated”, “Mercy” dan “Shuffle Your Feet” menjadi lagu yang dibawakan secara akustik malam itu. Lagu pamungkas mereka “Whatever Happened To My Rock n Roll (Punk Song)” berhasil membuat penonton kembali liar dan “Sell It” pun menjadi penutup rock n roll show malam itu.

Pada malam itu semua penonton terpuaskan melihat aksi trio ini. Venue yang kecil dengan penonton yang hampir lumayan penuh menunjukkan bahwa fans dari band ini tidak terlalu banyak tapi setia dan sudah ditunggu dari dulu. Salut juga saya ucapkan kepada band ini dan pihak penyelenggara konser. BRMC sendiri mampu memberikan performance mereka yang epik, noisy dan tentunya rock n roll. Mereka juga tidak terlalu peduli status mereka sebagai band yang sudah terkenal dengan memberikan kebebasan untuk penonton menyambangi mereka dan melihat aksi masing-masing personil dengan jarak yang bisa dihitung dalam ukuran milimeter, Been juga menjadi orang yang sedikit flamboyan di konser ini dan selalu mendekatkan diri ke penonton membuat malam itu menjadi semakin cadas. Lightning yang ditawarkan juga cukup megah dan kolosal. Lightning terus menerus mengikuti beat lagu dan tema lagu membuat penampilan mereka semakin sempurna. Dan para penonton pun sangat puas untuk nge-rock bareng sama mereka dan sepertinya untuk para fans BRMC sendiri mereka bisa memulai Desember dengan penuh senyum dan kegembiraan karena bisa melihat performance trio ini secara live. An awesome performance!

(Luthfi)
Photo by Alfharis
Thanks to promotor 3HUNDRD

Related posts

Leave a Reply