Trending News

Blog Post

Album of the Day: Dido – Greatest Hits
Album of The Day

Album of the Day: Dido – Greatest Hits 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Sebenarnya agak mengejutkan juga saat Dido merilis album Greatest Hits-nya ini, mengingat di awal 2013 ia barus saja melepas album keempatnya, Girl Who Got Away. Akan tetapi, dengan karir sepanjang nyaris dua dekade, mungkin Dido merasa sudah waktunya bagi dirinya untuk merilis album tersebut. Bermodalkan empat buah album dan beberapa single non-album, maka hadirlah Greatest Hits milik penyanyi bernama lengkap Dido Florian Cloud de Bounevialle O’Malley Armstrong ini.

Album ini diisi oleh materi yang disusun berdasarkan barisan single yang dirilis secara kronologis. Jika tugasnya adalah sebagai pencatat perjalanan karir Dido, ia cukup sukses dalam menjalankan tugasnya.

Album pertama Dido adalah No Angel di tahun 2009 dan menelurkan 5 buah single. Akan tetapi untuk kepentingan album ini, Dido hanya menghadirkan 3 saja, yaitu Here With Me, Thank You dan Hunter. Ini pilihan yang masuk akal, mengingat tiga lagu inilah yang terkuat dari segi komersil, terutama Thank You, lagu balada pop-folk yang cantik dan membesarkan namanya. Sementara itu, Here With Me dan Hunter yang memberi penekanan akan trip-hop, subgenre yang sebenarnya lekat diusung oleh Dido.

Masuk ke album keduanya, Life For Rent (2003) yang merilis 4 buah single. Dan Dido memilih untuk memasukkan keempatnya ke dalam album ini. Beda empat tahun dari album No Angel dan Life for Rent membawa dampak pada gaya bermusik Dido, dan ini terlihat dalam pilihan single yang dilepasnya. White Flag, Life for Rent, Don’t Leave Home dan Sand in My Shoes adalah pop eklektik yang memadukan antara semangat indie, folk dan elektro-pop. Satu yang pasti, dalam periode ini Dido terdengar jauh lebih pop dari sebelumnya.

Dalam album ketiga, Safe Trip Home (2008), Dido cenderung hadir dengan lebih personal dan dengan pilihan musik yang lebih low-key, meski imbuhin elektronika dan trip-hop masih belum dipinggirkan sepenuhnya. Akan tetapi jelas folk lebih dirangkul. Sebenarnya hanya ada dua single yang dirilis Dido untuk album ini, Don’t Believe in Love dan Quite Times. Akan tetapi ia sengaja juga memasukkan juga Grafton Street sebagai pilihan untuk album ini. Dan bagi yang sudah menyimak Safe Trip Home tentu mengerti mengapa Dido memasukkan lagu ini, karena Grafton Street memang merupakan salah satu lagu terbaik yang dimiliki oleh Dido.

Sementara itu, Everything to Lose merupakan sebuah nomor trance-house yang dikerjakan Dido untuk soundtrack Sex in the City 2. Lagu ini membuat Dido terdengar berbeda di telinga awam, akan tetapi genre seperti ini sebenarnya bukan hal yang aneh bagi Dido karena ia sudah pernah mengerjakan track serupa dalam album debutnya, No Angel.

Setelah, jeda lima tahun, Dido kembali dengan album keempatnya, Girl Who Got Away yang menghadirkan tiga single, Let’s Us Move On, No Freedom dan End of Night. No Freedom memang mengingatkan akan single-single lawas Dido, sebuah pop-eklektik dengan sedikit sentuhan folk. Lembut dan menawan, dipenuhi oleh vokal Dido yang khas dan menghanyutkan. Sementara Let’s Us Move On yang menampilkan rapper Kendrick Lamar dan End of Night adalah upaya Dido untuk tampil kekinian dengan balutan hip-hop maupun EDM tanpa harus kehilangan ciri khasnya.

Sebagai bonus, Dido menghadirkan beberapa lagu dimana ia tampil sebagai bintang tamu dan bisa disebutkan sebagai salah satu highlight dalam karirnya, yaitu One Step Too Far, sebuah single house milik Faithless, band yang diusung oleh kakak kandung Dido, Rollo. Dan tentu saja tidak lengkap album ini tanpa kehadiran Stan, salah satu hits raksasa Eminem yang mengambil lagu Thank You sebagai sample. Track bonus terakhir adalah sebuah lagu meditatif gubahan musisi India pemenang Oscar, A.R. Rahman untuk film 127 Hours.

Track terakhir adalah sebuah lagu baru yang berguna untuk melengkapi koleksi barisan hits milik Dido. Dalam NYC, Dido tampak menggabungkan antara trip-hop dengan elektro-pop serta semangat urban, yang hasilnya terdengar cukup unik dan membuktikan jika Dido merupakan salah satu artis dengan selera eklektik.

Empat belas tahun setelah No Angel dan tiga album kemudian, tampaknya Dido merasa sudah perlu untuk merilis sebuah album kompilasi hitsnya. Dengan gap perilisan album yang lebar, tampaknya Dido ingin menunjukkan jika ia mengerjakan musik dengan passion, bukan hanya tuntutan karir semata. Dan itu terbukti dengan pilihan lagunya yang eklektik, berkarakter dan khas yang semuanya dapat dicermati dalam album ini, meskipun tentunya album ini hanya meliput hits single saja, ketimbang memberikan variasi pilihan lagu Dido yang lebih komprehensif.

Akan tetapi, tidak mengapa. Sebagai Greatest Hits ia sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Delapan belas lagu yang terdapat di dalamnya merupakan sebuah materi yang cukup berlimpah dan layak untuk diapresiasi bagi yang ingin menikmati perjalanan karir Dido.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy single on iTunes.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Here with Me” 4:16
2. “Thank You” 3:37
3. “Hunter” 3:57
4. “White Flag” 4:01
5. “Life for Rent” 3:42
6. “Don’t Leave Home” 3:48
7. “Sand in My Shoes” 5:00
8. “Don’t Believe in Love” 3:54
9. “Quiet Times” 3:18
10. “Grafton Street” 5:56
11. “Everything to Lose” 4:33
12. “Let Us Move On” (featuring Kendrick Lamar) 4:11
13. “No Freedom” 3:17
14. “End of Night” 3:59
15. “One Step Too Far” (radio edit) (Faithless featuring Dido) 3:26
16. “Stan” (Eminem featuring Dido) 6:45
17. “If I Rise” (with A.R. Rahman) 4:39
18. “NYC” 4:01

Related posts

Leave a Reply