Trending News

Blog Post

Album of the Month: Eminem – The Marshall Mathers LP 2
Album of The Day

Album of the Month: Eminem – The Marshall Mathers LP 2 

Released by: Universal Music Indonesia

Tigabelas tahun setelah The Marshall Mathers (2000) dan beberapa album di antaranya, Eminem alias Marshall Bruce Mathers III alias Eminem (no pun intended) merilis sebuah sekuel yang diberi judul The Marshall Mathers LP 2. Dan Slim Shady pun kembali mengangkat isu-isu yang familiar, dendam, kemarahan, patah hati dan hal-hal yang gay unfriendly lainnya.

Album dibuka dengan Bad Guy, sebuah epik dua bagian sepanjang 7.14 menit yang memasukkan gimmick lagu-lagu lamanya, terutama Stan dalam sebuah lagu penuh emosi yang mungkin bisa menggambarkan isi album secara utuh. Mengembalikan kenangan lama, mengomentari karirnya hingga alasan mengapa the Marshall is matter. Jangan lewatkan umbaran kata faggot yang meriah.

Akan tetapi, tentunya tidak adil menilai album ini hanya dari subjektifitas Eminem dalam merangkai setiap untaian lirik. Mari kita lihat album ini sebagai sosok sejatinya, sebuah album musik yang mengumpulkan barisan lagu yang menjalin menjadi satu paket untuk disimak secara menyeluruh.

The Marshall Mathers LP 2 cukup variatif dalam menghadirkan pilihan lagunya. Hiphop dalam versi Eminem juga pencampuran antara rock, soul hingga pop. Gaya rapnya tidak berubah tentu saja,akan tetapi kita bisa mendengar jika ia tidak seksplosif dahulu. Bukan berarti jelek, akan tetapi hadir dalam emosi yang lebih rapi dan terkendali.

Dalam Rhyme or Reason, pop retro yang terkesan sedikit psychedelic membuat lagu ini sangat mudah untuk dicerna. Semangat yang sama juga hadir dalam Love Game yang menampilkan Kendrick Lammar sebagai bintang tamu. Hanya saja tonenya kini terasa lebih cerah dan mengedepankan unsur fun, seperti mendengarkan Beach Boys dengan rap menjadi porsi utama, meski sebenarnya lagu mengambil sampel dari hits klasik milik Wayne Fontana & the Mindbenders, Game of Love.

Rock tentunya masih menjadi sarana efektif bagi Eminem untuk memadukan semangat Hip-hopnya. Maka album menghadirkan banyak hal ini. Menghadirkan Berzerk sebagai single andalan, dengan semangat rock n’roll yang kental, lagu terdengar begitu seru. Eminem tetap nge-rap tentu saja, hanya saja terdengar “less angry” and more light. Kalau ada yang bilang terdengar sedikit mirip dengan lagu-lagu Beastie Boy, ada benarnya, but overall it’s Eminem’s song in and out.

Ada juga Survival, yang menampilkan vokal dari Liz Rodrigues, lagu hadir dengan semangat rock anthem yang tampaknya menangkap semangat game yang diwakilinya, yaitu Call of Duty: Ghosts. Namun jangan kuatir, Eminem tetap nge-rap seperti biasanya. Dalam So Far, ia memanfaatkan sample lagu milik Joe Walsh, Life’s Been Good, bahkan juga The Real Slim Shady, yang membuat terdengar cukup “kaya”.

Album juga memiliki beberapa lagu yang mengalun dengan lebih “tenang”, meski rasanya masih terdengar full of anger or resentment. Legacy mungkin akan mengingatkan akan Stan karena memiliki gaya yang sama. Sementara dalam Stronger I Was ternyata Eminem cukup berhasil memberikan subtilitas dalam lagunya. Satu diantara sedikit lagu milik Eminem yang lebih peduli pada melodi cantik dengan tujuan menghanyutkan, meski tentu saja Eminem tentunya tak akan melewatkan melemparkan F-word ke dalamnya.

Eminem juga masih peduli dengan pencapaian hits single. Maka siapa yang tak menolak untuk mengulang kerjama sukses dengan Rihanna, yang hadir dalam kolaborasi ke empat mereka, The Monster. Tampaknya Eminem sudah merasa cocok dengan Riri dan demikian sebaliknya, sehingga saling membantu dalam lagu mereka. The Monster menghadirkan duet Eminem dan Rihanna yang lebih eksplosif ketimbang The Love the Way You Lie, karena hadir dalam beat cepat yang ritmis.

Sementara Nate Ruess dari fun. dimanfaatkan untuk menngimbuhi Headlights dengan sesuatu yang versatile. Materinya yang gampang dicerna menjadi modal lain bagi Eminem di jajaran top40. Eminem tak terlupa pula mengajak Skylar Grey dalam Asshole, sebuah lagu yang tidak hanya memiliki lirik self-mocking namun juga ultra catchy dengan beat ritmis serta chorus dengan hook yang kuat.

Album ditutup dengan Evil Twin, yang bisa saja menjadi semacam modus bagi Eminem bagi orang untuk memaklumi gejolak amarahnya yang seolah tak pudar dimakan waktu. Tujuh belas tahun setelah Infinite, ia tidak banyak berubah. Akan tetapi, setidaknya Eminem kini sadar jika ciri khasnya masih bisa dieksploitasi untuk mempertahankan ciri khasnya. Apakah semua emosi yang terhimpun dalam album ini asli atau buatan, itu semua mungkin hanya Eminem dan Tuhan yang tahu. Atau….mungkin kita juga sebenarnya sudah tahu?

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Bad Guy” 7:14
2. “Parking Lot” (skit) 0:55
3. “Rhyme or Reason” 5:01
4. “So Much Better” 4:21
5. “Survival” 4:32
6. “Legacy” 4:56
7. “Asshole” (featuring Skylar Grey) 4:48
8. “Berzerk” 3:58
9. “Rap God” 6:03
10. “Brainless” 4:46
11. “Stronger Than I Was” 5:36
12. “The Monster” (featuring Rihanna) 4:10
13. “So Far…” 5:17
14. “Love Game” (featuring Kendrick Lamar) 4:56
15. “Headlights” (featuring Nate Ruess) 5:43
16. “Evil Twin” 5:56

Related posts

Leave a Reply