Trending News

Blog Post

Album of the Day: M.I.A. – Matangi
Album of The Day

Album of the Day: M.I.A. – Matangi 

Released by: Universal Music Indonesia

Mathangi “Maya” Arulpragasam atau yang lebih beken dengan M.I.A. bukanlah jenis musisi yang kompromistis dengan selera pasar atau komersialisme. Jarak setiap album yang dirilisnya selalu memiliki jeda yang cukup panjang, antara 2 atau tingga tahun, yang mungkin saja disebabkan karena ia ingin mengasah selera artistik musikalitasnya tadi alih-alih mengejar target penjualan atau pun mempertahankan populeritas. M.I.A. tampaknya yakin jika jika musiknya akan berbicara sendiri dan ditunggu oleh para penggemarnya atau penikmat musik secara umum ketimbang secara aktif merilis album dengan rajin.

Penantian tiga tahun setelah /\/\/\Y/\ atau Maya (2010) dibayar lunas dengan album keempatnya, Matangi. Penyanyi berdarah Srilangka ini menyebutkan jika Matangi merupakan album “spritual”-nya. Untuk mengerti maksudnya tentunya kita harus mendengarkan album ini secara penuh.

Beramunisi 15 lagu, Matangi memang miliki materi yang cukup berlimpah. Akumulasi kreatifitasnya selama masa hiatus mungkin? Meski begitu, M.I.A. Setiap komposisi yang ditawarkannya tidak pernah terdengar cheesy, melainkan selalu penuh dengan aransemen kompleks yang artistik. Meski begitu, sebenarnya tidak ada yang khusus dipersembahkan oleh Matangi karena ia masih menampilkan kekuatan M.I.A. dalam memadukan elektronika, hip-hop, new wave, dance, world music dan tentunya sentuhan Bollywood.

Album dibuka dengan Karmageddon yang bertugas sebagai intro album. Track berdurasi 1 menitan ini bergerak dalam tempo sedang dan ambiance yang gloomy sementara M.I.A. bernyanyi dengan lirih. Langsung disusul dengan MATANGI yang bercorak bangra dan sesuai judulnya bisa disebutkan sebagai intisari album ini. M.I.A. menyebutkan jika Matangi bersumber dari nama seorang Dewi Hindu yang bernama (tentu saja) Matangi, dewi yang dianggap sebagai perwujudan lain dari Sarasvati, dewi musik dan pembelajaran.

Terlepas dari asal-usul pemberian nama, Matangi merupakan album yang cukup provokatif, kalau saja kita baru mengenal M.I.A. Ia menjanjikan sesuatu yang segar dari Bad Girls, track pertama yang diperkenalkannya untuk Matangi. Bekerjasama dengan Danja, Bad Girls terdengar gegap gempita tidak hanya oleh instrumen musiknya akan tetapi dengan vokal M.I.A. yang berkarakter. Pada beberapa bagian M.I.A terdengar seperti membaca mantera.

Bisalah kita sebut jika gaya rap M.I.A disini condong terdengar seperti singtalk. Terlepas dari segala urusan teknis, Bad Girls terdengar sangat catchy dan hummingable. Berjalan dalam tempo sedang, lagu mengandalkan gaya bermalas-malasan M.I.A. yang uniknya tidak terdengar menganggu sama sekali. Bad Girls pun masih dengan cantik memadu-padankan antara Hip Hop dengan sentuhan etnik meski dalam balutan elektro-pop yang cukup kental.

Dalam Bring the Noize, yang diproduseri oleh duo asal Perancis, Surkin dan Switch, Bring the Noize berjalan dalam tempo yang cepat dan rapat, sementara M.I.A. pun memuntahkan barisan kata dengan tak kalah cepat. Iringan musik yang berbau techno-industrial terdengar megah namun juga kelam, meski secara tepat guna berfungsi sebagai latar lagunya.

Bernyanyi dengan santai, M.I.A. tampil dengan lebih lepas dalam Come Walk With Me, sampai pada pertengahan lagu, tempo dan aransemen berubah secara ekstrim dalam tempo yang jauh lebih cepat akan tetapi tidak kehilangan dinamika yang dibangun di awal. Jelas merupakan track terbaik dalam Matangi dimana M.I.A. dapat hadir tanpa pretensi harus menjadi kompleks.

aTENTion bergerak dalam tempo cepat dan rapat dengan sedikit sentuhan deep-house. Ini membuat tracknya terdengar lebih urban ketimbang lagu-lagu M.I.A biasanya. Sementara itu Matangi menyediakan dua track yang saling berkoneksi, Exodus dan Sexodus, dimana keduanya hadir dalam balutan tempo sedang yang berjalan berlarat dan menampilkan The Weeknd.

Dan jika Drake punya Y.O.L.O atau You Only Live Once, maka M.I.A. punya Y.A.L.A. atau You Always Live Again yang seolah-olah menentang konsep yang diusung oleh Drake tersebut dengan memberi imbuhan kepada filosofi Hinduisme tentang reinkarnasi. Rebelitas dan nyeleneh seperti ini memang menjadi kekuatan dari seorang M.I.A., meski pada akhirnya menjadi tertebak dan album kehilangan sensasi twisted sebagaimana album-album sebelumnya.

Bagaimana pun konsistensi dalam memberikan sesuatu yang “berbeda” dan selalu berubah itu sulit. Madonna sekalipun punya momentum di mana ia tidak berhasil untuk melakukannya. Matangi masih menampilkan konsep bad girl penuh enerji yang menorehkan dirinya di peta dunia musik. Ini menjadikan Matangi terdengar bermain “aman” dan tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Akan tetapi, sebagai sebuah album yang menawarkan semangat eklektisme, Matangi masih bisa diandalkan. Mungkin kendala utama dari album ini adalah pada satu titik, terutama pada saat memasuki bagian tengah, album terasa repetitif dan melelahkan sehingga kita menjadi tidak begitu peduli untuk membedakan antara satu track dengan track lain, ataupun konsern terhadap aspek tematis yang diusung oleh lagunya, kecuali benar-benar berkonsentrasi untuk itu.

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Karmageddon” 1:34
2. “MATANGI” 5:12
3. “Only 1 U” 3:12
4. “Warriors” 3:41
5. “Come Walk with Me” 4:43
6. “aTENTion” 3:40
7. “Exodus” (featuring The Weeknd) 5:08
8. “Bad Girls” 3:47
9. “Boom Skit” 1:15
10. “Double Bubble Trouble” 2:59
11. “Y.A.L.A.” 4:23
12. “Bring the Noize” 4:35
13. “Lights” 4:35
14. “Know It Ain’t Right” 3:42
15. “Sexodus” (featuring The Weeknd) 4:50

Related posts

Leave a Reply