Trending News

Blog Post

Lovegarage Konser Pembuka 2014 Bersama Phoenix
Concerts Review

Lovegarage Konser Pembuka 2014 Bersama Phoenix 

Ajang Love Garage kembali diadakan, acara tahunan yang sudah memasuki tahun keempatnya kali ini diadakan lebih dini dari tahun-tahun kemarin yaitu di bulan Januari dan menampilkan Phoenix sebagai artis utamanya. Konser yang bertempat di eX Park pada tanggal 17 Januari 2014 ini juga hitungannya cukup berani untuk melaksanakan konser outdoor dengan kondisi Jakarta yang sedang mengalami puncak musim hujannya.

Gelaran konser pun dibuka dengan berbagai macam penampilan pembuka seperti penampilan band lokal Protocol Afro dan Jirapah juga penampilan DJ Set dari Zero 7 dan Fenech-Soler. Cuaca sebelum penampilan Fenech-Soler masih cerah, setelah Fenech-Soler memainkan setnya selama setengah jam baru hujan mulai turun dengan deras. Setelah penampilan Fenech-Soler usai, crew Phoenix pun membersihkan panggung dari genangan air akibat hujan yang deras. Pada jam 22:35 dengan bermandikan hujan akhirnya band asal Perancis ini naik panggung juga. Lagu pertama “Entertainment” pun membuka konser lalu tanpa henti mereka memainkan “Lasso”,”Lisztomania” dan “Long Distance Call”. Begitu masuk di tengah lagu “Too Young” mereka langsung menyambung dengan lagu “Girlfriend”. Setelah Thomas mengucap greetings, penonton pun langsung disuguhkan dengan “The Real Thing” dan “Fences”. Tiga lagu dari album Bankrupt! seperti “Trying To Be Cool”, “Drakkar Noir”, “Chloroform” dibawakan berturut-turut dalam kemasan medley. Setelahnya Thomas Mars berbaring sejenak dan mereka memainkan set instrumental mereka yaitu “Love Like A Sunset Part I” dan “Love Like A Sunset Part II” diselingi dengan “Sunskrupt!”. Sajian visual dari layar yang berlatar jalanan Paris dimunculkan pada saat lagu ini dimainkan. Lagu pun ditutup dengan solo gitar dari Laurent Brancowitz. Tembang lama mereka “Consolation Prizes” juga turut dibawakan. Sesudahnya “S.O.S. In Bel Air” dan “Armisitice” dimainkan. Setelah lagu “Armsitice”. Thomas Mars pun masuk ke crowd panggung sebelah kanan. Dengan basah kuyup karena hujan yang semakin deras Mars pun menyanyikan “1901” dari awal sampai akhir bersama dengan penonton. Usai “1901” Phoenix pun mengakhiri konsernya dengan anti-klimaks karena tidak ada encore yang dimunculkan, hal ini terjadi lantaran kondisi cuaca yang memburuk usai Phoenix melakukan konsernya dan 2 lagu encore “If I Ever Feel Better” dan “Rome” gagal dibawakan akibat panggung yang sudah kebanjiran usai mereka manggung.

Penampilan Phoenix yang kedua di Jakarta pun boleh dikatakan patut diacungi jempol, meski diakhiri tanpa encore namun mereka masih mau memberikan suguhan yang maksimal meskipun dalam kondisi hujan deras. Penonton pun seolah tidak peduli dengan kondisi cuaca dan terus bergoyang bersama Phoenix dengan balutan jas hujan tipis yang dibagikan di pintu masuk. Ada hal yang menarik di konser ini, sewaktu Phoenix memainkan lagu slow hujan pun berhenti. Begitu lagu yang upbeat dibawakan hujan pun turun begitu derasnya seolah hujan juga turut menikmati penampilan mereka. Meski ditutup dengan anti-klimaks, kondisi cuaca yang buruk dan sound yang sedikit kurang maksimal, penampilan Phoenix yang kedua di Jakarta pun sangat memukau dan dekat dengan fans, tak peduli kondisi hujan Mars tetap saja menyatu dengan crowd dan penampilan personil lainnya yang begitu maksimal juga all-out.

(Luthfi)
Photo by Budi Susanto

Thanks to Ismaya Live

Related posts

Leave a Reply