Trending News

Blog Post

Album of the Day: Beyonce – Beyonce
Album of The Day

Album of the Day: Beyonce – Beyonce 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Spekulasi tentang album terbaru Beyoncé setelah 4 (2011) menjadi mentah setelah dengan tiba-tiba sang Diva RnB merilis album kelimanya, sebuah self-titled, di akhir tahun 2013. Apalagi beberapa single yang dirilisnya sebelum album ini muncul, dan kurang mendapat respon yang menggembirakan, tidak tersertakan di dalamnya. Beyoncé benar-benar hadir dengan materi baru yang selama ini mungkin hanya segelintir orang yang mengetahuinya.

Menariknya, keserbatiba-tibaan ini ternyata bukan lantas Beyoncé terdengar tidak matang. Malah sebaliknya. Masih mengusung semangat RnB berbalut elektro-pop, namun kini Beyoncé terdengar jauh lebih matang dan album seperti sebuah kulminasi akan setiap bentukan artistik yang selama ini diolah oleh Bey.

Artinya Beyoncé masih mengusung gaya bermusik yang familiar, akan tetapi materi yang telah ada diplintir lagi dengan sedemikian rupa sehingga tidak hanya terdengar canggih dan begitu berkelas, namun juga mengusung semangat estetis yang tinggi. Ini juga merupakan sebuah album konsep, dimana Bey menghadirkan Beyoncé sebagai album visual, yang berarti setiap track yang terdapat di dalamnya disertakan pula sebuah video musik. Menarik sekali, bukan?

Album dibuka dengan Pretty Hurts yang mengkritisi tentang kultur body image yang saat ini tengah menjamur. Tapi lagu yang juga ditulis oleh Sia Furler ini tidak hanya bertugas sebagai sebuah kajian sosial, secara musikal ia juga tertata dengan rapi. Bermodalkan vokal powerful Bey yang rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, Pretty Hurts terdengar menggaungkan esensinya dengan manis dan pedih sekaligus.

Beyoncé memang banyak menyisakan ruang untuk lagu-lagu berunsur tematis seperti ini. Sebut saja Flawless yang mengambil pidato penulis asal Nigeria, Chimamanda Ngozi Adichie, sebagai sample. Hiphop menjadi baluran dari Flawless, dan dengan stuktur yang terdengar “liar”, justru memberi penekanan pada aspek politis tentang self-empowerment dalam lagu. Lagu-lagu sejenis ini tentunya bukan hal yang asing, mengingat sebelumnya ia sudah punya Run the World (Girls) misalnya.

Atau ada Partition. Dibuka dengan interlude berjudul Yoncé yang hadir dengan dengan beat yang berderap, nyaris seperti anthem, dimana Bey ngerap dengan sempurna, lagu berkomentar tentang perlunya independensi dalam sebuah hubungan. Imbuhan anthem tadi masih kental mewarnai.

Tapi Beyoncé tidak melulu berbicara tentang aspek politis. Ia juga punya momentum yang mengadirkan keintiman yang mengharu-biru bahkan sangat pribadi. Sebut saja Blow, sebuah lagu beraroma funk tanpa melupakan RnB serta Hiphop menjadi istimewa karena ditulis oleh banyak nama paten antara lain, Pharrell, Timbaland, Justin Timberlake dan Beyonce pastinya. Dengan sexual innuendo yang kental terasa, Blow terdengar retro dan kontemporer sekaligus.

Untuk balada, kembali lagi Beyoncé dan pentolan OneRepublic, Ryan Tedder, menghasilkan sebuah lagu penuh emosi setelah Halo. XO, demikian judulnya dan seolah ditakdirkan menjadi salah satu hits klasik Beyoncé. Mulai dari melodi yang manis hingga chorus dengan hook yang sangat menggoda untuk ikut dinyanyikan. Bahkan setelah didengar ulang, lagu ini tak juga membosankan. Sebuah lagu romantis non-sentimentil namun sangat mencuri hati. Pengaruh Tedder sangat kental sekali dipadu dengan nyanyian Beyoncé yang penuh perasaan

Kehadiran sang suami, Jay Z, menjadi tandem sempurna dalam Drunk In Love, saat trap beats dan bass terdengar begitu mendominasi. Begitu urban, juga sangat catchy. Ada juga Drake yang menjadi teman Bey dalam menyanyikan lagu romantis manis dengan struktur tak terduga, Mine. Kerjasamanya dengan Frank Ocean tentunya berbentuk dalam sebuah lagu yang mengusung semangat artistik yang tinggi, Superpower.

Semangat artistik inilah yang kental mendominasi Beyoncé, membuat ia tidak hanya terkesan same old same old, karena mengambil setiap elemen dari jenis lagu yang sebelumnya sudah pernah dikerjakan oleh Bey, akan tetapi juga menginfusi eklektisme dalam lagu-lagunya. Dengar saja Haunted, yang dengan berani melebur trip-hop dengan hiphop, elektropop dan RnB.

Bagi beberapa orang, Beyoncé akan terdengar “berat” dan “rumit” sehingga mungkin saja mereka tidak akan menyukai album ini. Padahal jika disimak berulang, rasanya mereka akan menemukan kekuatan album ini. Sementara, bagi telinga “terlatih”, Beyoncé akan segera menangkap pendengaran dengan materinya yang bernas, artistik dan artikulatif.

Pada interlude Haunted, yang berjudul Ghost, Bey berkata, “probably won’t make any money on this,” karena ia percaya jika Beyoncé (mungkin) tidak semua orang. Bisa jadi ia benar. Tapi fakta justru berbicara lain. Beyoncé mendapat sambutan yang meriah, tidak hanya dari penerimaan para kritikus, akan tetapi juga sisi komersil yang sangat menggembirakan, terutama untuk album yang hadir tanpa promosi.

Jangan lewatkan pula 18 sisipan video yang memamerkan selera Bey akan musik video yang memiliki beragam corak dan gaya. Hadirnya nama-nama sutradara paten seperti Melina Matsoukas, Jonas Åkerlund, Hype Williams atau Jake Nava, tentunya tidak udah diragukan lagi skekuatan visual dan narasi video-videonya.

Menyebutkan Beyoncé sebagai album terbaik Bey mungkin akan terdengar sumir. Akan tetapi album ini bisa disebutkan sebagai puncak karir dari penyanyi bernama lengkap Beyoncé Giselle Knowles-Carter ini. Satu yang pasti, Beyoncé merupakan salah satu album terbaik yang bisa kita nikmati tahun ini.

PS:
Sementara ini rilisan resmi Indonesia Beyoncé hanya bisa diperoleh secara digital melalui iTunes.

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
Songs
1. “Pretty Hurts” 4:17
2. “Haunted” 6:09
3. “Drunk in Love” (featuring Jay Z) 5:23
4. “Blow” 5:09
5. “No Angel” 3:48
6. “Partition” 5:19
7. “Jealous” 3:04
8. “Rocket” 6:31
9. “Mine” (featuring Drake) 6:18
10. “XO” 3:35
11. “Flawless” (featuring Chimamanda Ngozi Adichie) 4:10
12. “Superpower” (featuring Frank Ocean) 4:36
13. “Heaven” 3:50
14. “Blue” (featuring Blue Ivy) 4:26

Videos
1. “Pretty Hurts” 7:04
2. “Ghost” 2:31
3. “Haunted” 5:21
4. “Drunk in Love” (featuring Jay Z) 6:21
5. “Blow” 5:25
6. “No Angel” 3:53
7. “Yoncé” 2:02
8. “Partition” 3:49
9. “Jealous” 3:26
10. “Rocket” 4:30
11. “Mine” (featuring Drake) 4:59
12. “XO” 3:35
13. “Flawless” (featuring Chimamanda Ngozi Adichie) 4:12
14. “Superpower” (featuring Frank Ocean) 5:24
15. “Heaven” 3:55
16. “Blue” (featuring Blue Ivy) 4:35
17. “Credits” 2:34
18. “Grown Woman” (bonus video) 4:24

Related posts

Leave a Reply