Trending News

Blog Post

Album of the Day: London Grammar – If You Wait
Album of The Day

Album of the Day: London Grammar – If You Wait 

Jika anda adalah seorang mahasiswa yang sadar bahwa anda memiliki bakat di bidang musik dan tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan bakat tersebut, maka grup musik bernama London Grammar ini mampu menjadi inspirasi. Berawal dari kegiatan bermusik demi mengisi waktu senggang dikala menempuh pendidikan di University of Nottingham, trio ini kemudian memroduksi karya-karya yang mampu membuat nama mereka menjadi terkenal. Hasil akhirnya adalah sebuah album debut bergenre pop-elektronik (dan kadang terdengar unsur trip hop dan soft-ambient di dalamnya) yang bernuansa gelap, bahkan bisa dibilang sedikit depresi bertajuk “If You Wait”.

Menurut saya, aset utama dari London Grammar adalah vokal Hannah Reid yang melanglang buana, layaknya mendengar vokal Florence Welch namun dalam versi yang lebih “sopan”. Dan tampaknya, para personil London Grammar lainnya pun menyadari hal tersebut sehingga lagu-lagu yang berada di album “If You Wait” ini seperti dirancang untuk mengeksplorasi kemampuan vokal Reid. Di samping itu, bakat Reid ini pun ternyata juga mampu membuat aransemen musik yang ditawarkan tidak sekadar menyajikan atmosfir kelabu yang perfasif. Ada nuansa ethereal yang didukung oleh vokal Reid dan hal ini seperti sebuah pembuktian bahwa “If You Wait” bukanlah sekedar album yang diproduksi oleh sekumpulan musisi amatiran.

Isi albumnya sendiri terbilang tidak cukup beragam. Diawali dengan “Hey Now”, sebuah track yang agak mengingatkan saya terhadap band-band indie pop masa kini seperti Hurts, Delphic, atau The XX akibat permainan gitarnya yang sedikit terselubung dan mengalun rapi. Selain itu terdapat juga tipe-tipe lagu putus cinta seperti “Shyer” serta “Wasting My Young Years” yang dibawakan secara emosional dan mampu membuat anda merinding jika anda benar-benar masuk ke dalam lirik yang terkandung di dalamnya. Stamina vokal Hannah Reid sepertinya juga tak mengenal kata lelah, terlebih ketika harus meladeni not-not tinggi pada track “Strong” serta “Nightcall” yang terbilang cukup klimaks di akhirnya dan tetap bertahan hingga track penutup bertajuk “If You Wait”, dimana aransemennya dikemas jauh lebih sederhana dibanding track-track yang mendahuluinya.

Bisa dibilang kalau London Grammar mungkin sedang bersenang-senang dengan kedepresiannya melalui album ini, namun sayangnya, suasana mendung yang mereka tawarkan seperti tertahan di satu titik, seolah-olah ranah bermusik seperti ini merupakan zona aman bagi mereka. London Grammar menawarkan nuansa suram yang tak variatif dan bisa berimplikasi pada kebosanan, sehingga apabila anda memutar keseluruhan album ini menggunakan pemutar mp3, tidak ada bedanya mendengarkannya secara shuffle atau tidak. Sedikit monoton dan (seperti) terdengar tidak ada dinamika dari satu track ke track berikutnya.

Namun, kita maklumi saja keadaan tersebut, toh mereka juga baru empat tahun malang melintang di kancah ini. Yang penting menurut saya, London Grammar sepertinya mudah untuk membubuhkan signature di telinga penikmat musik masa kini, sehingga pada suatu hari anda mendengar salah satu lagu mereka di radio, pasti secara instan anda akan berujar “oh ini ‘kan lagunya London Grammar…” dan hal itu akan jarang anda temui pada musisi-musisi debutan. Tetapi dengan kondisi seperti itu, resiko yang akan mereka temui di masa depan adalah mereka akan terus dituntut untuk memenuhi ekspektasi penikmat musik terhadap karya-karya London Grammar berikutnya. Ya semoga saja universitas tempat mereka menuntut ilmu mengajarkan bagaimana meminimalisir resiko seperti ini.

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Hey Now” 3:27
2. “Stay Awake” 3:05
3. “Shyer” 3:07
4. “Wasting My Young Years” 3:24
5. “Sights” 4:13
6. “Strong” 4:35
7. “Nightcall” 4:30
8. “Metal & Dust” 3:28
9. “Interlude” (Live) 4:04
10. “Flickers” 4:45
11. “If You Wait” 4:44

Related posts

Leave a Reply