Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single: 10 Feb
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single: 10 Feb 

Bombay Bicycle Club (Alb. So Long, See You Tomorrow / Island) – Luna
Grup pengusung rock alternative asal London, Bombay Bicycle Club, menghadirkan pendekatan baru dalam album keempat mereka, So Long, See You Tomorrow, di mana mereka menghadirkan unsur-unsur world music dalam lagu-lagunya, termasuk Luna ini. Aransemen tabla dari India memberi penekanan pada kata Bombay, meski secara umum, Luna merupakan rock progresif yang menghentak-hentak namun tidak pernah terdengar liar. Aransemen yang manis dipercantik dengan hadirnya vokal tamu dari Rae Morris. Album dirilis pada tanggal 3 Februari. (8/10)

Ingrid Michaelson (Alb. Lights Out / Mom + Pop Music) – Girls Chase Boys
Ingrid Michaelson pun tak mau kalah menghadirkan sesuatu yang baru dalam musiknya. Meski terdengar cerah dan ceria, akan tetapi secara temastis Girls Chase Boys malah terkesan gelap dan ironis, dengan permainan simbolisasi yang cerdas. Sebuah lagu tentang putus cinta yang tak mau terdengar melodramatis, melainkan up-tempo dan to-the-point. Single yang dirilis pada tanggal 4 Februari ini merupakan single pertama dari album keenam Ingrid, Lights Out. (8/10)

Afrojack feat. Wrabel (Single / Island Def Jam) – Ten Feet Tall
DJ asal Belanda, Afrojack, merilis single kedua untuk album debutnya, setelah The Spark. Teen Feet Tall judulnya dan menghadirkan vokal dari penyanyi pendatang baru asal Los Angeles, Wrabel. Afrojack melakukan premier single ini secara eksklusif di iklan SuperBowl Bud Light pada tanggal 2 Februari kemarin dan kemudian dirilis melalui iTunes pada tanggal 3 Februari. Ten Feet Tall adalah progressive house yang didentumkan oleh vokal bernuansa RnB milik Wrabel. (8/10)

Iggy Azalea (Alb. The New Classic / Island Def Jam) – Fancy
Iggy Azalea memiliki kekuatan tersendiri sehingga album debut rapper asal Australia ini, The New Classic, cukup layak untuk ditunggu. Meski baru dirilis pada tanggal 14 April mendatang, tapi semenjak awal lalu Igggy Azalea sudah menghadirkan beberapa single, dan Fancy merupakan yang terbaru. Dengan hadirnya penyanyi Inggris yang tengah naik daun, Charli XCX, Fancy pun tak luput menghadirkan pengaruh Charli dalam Fancy, yaitu edgy electro-pop, dengen penekanan lebih pada edgy-nya. Iggy Azalea ngerap dengan cool, sementara Charli XCX memberi emosi pada chorusnya. Single dirilis pada tanggal 6 April. (8/10)

Boy Epic (Single / Boy Epic) – Hell
Who is Boy Epic? Yang pasti ia mencoba menawarkan dirinya di industri musik pop dunia. Setelah menyanyi ulang beberapa lagu populer seperti Human-nya Christina Perrie atau Say Something milik A Great Big World, ia menghadirkan single orisinil yang berjudul Hell. Dengan menangkap atmosfir gelap, Hell merupakan sebuah elektro-pop mid-tempo yang mengandalkan vokal Boy Epic. Terdengar agak monoton dan kurang memiliki dinamika yang kaya warna secara desain produksi. Tapi upaya Boy Epic untuk terdengar “berbeda” boleh dipuji. Single dirilis pada tanggal 3 Februari. (7/10)

Clean Bandit feat. Jess Glynne (Alb. New Eyes / Atlantic) – Rather Be
Selalu menyenangkan mendengarkan musisi yang mampu mengemas lagunya dengan memadukan antara semangat komersialisme dan artistik yang terjaga dan seimbang. Band pengusung deep house/elektronika asal Inggris, Clean Bandit merupakan salah satu contoh baiknya. Debut mereka, New Eyes layak ditunggu berkat single-single yang sudah mereka rilis, termasuk yang terbaru, Rather Be. Hadirnya vokal Jess Glynne mungkin membuat lagunya terdengar RnB-ish, akan tetapi beat catchy yang ritmis yang mereka tawarkan juga sulit untuk dinafikan. Single dirilis pada tanggal 4 Desember 2013. (8/10)

5 Seconds of Summer (EP. She Looks So Perfect / Capitol) – She Looks So Perfect
Pernyataan band pop-rock asal Australia, 5 Seconds of Summer, sebagai nama panas saat ini masih perlu diuji oleh waktu. Meski demikian, upaya mereka untuk memberikan kontribusi positif pada perjalanan karirnya patut untuk diperhatikan. Tentunya band-band pop-rock dengan semangat punk bukanlah hal yang baru. She Looks So Perfect memberi penekanan pada kata-kata cathcy dan pop secara lebih tebal, sehingga mungkin saja akan sangat menarik minat pangsa pasarnya, yaitu remaja. EP dirilis pada tanggal 21 Februari. (8/10)

Hot Chelle Rae (Alb. Recklessly / RCA) – Don’t Say Goodnight
Hot Chelle Rae merupakan contoh band pop-rock yang cukup sukses. Dengan album ketiga direncanakan rilis tahun ini, band asal Amerika ini tampaknya semakin mapan saja. Single paling baru mereka adalah Don’t Say Goodnight tampaknya sedikit terpengaruh dengan semangat pop-rock-progresif yang saat ini tengah banyak beredar, seperti fun. misalnya. Dan ini dapat terdengar pada struktur lagu yang berani dihadirkan dengan sedikit kejutan. Single dirilis pada tanggal 8 Februari. (8/10)

Nicholas McDonald (Alb. In the Arms of an Angel / RCA) – Answerphone
Rasanya sudah lama juga tidak mendengarkan penyanyi solo pria yang membawakan bubblegum pop. Runner-up The X Factor Inggris musim 10 yang asal Skotlandia, Nicholas McDonald, mencoba peruntungannya dengan membawakan Answerphone yang memiliki semua syarat sebuah bubblegum pop. Elektro-pop, ritmis, catchy dan hook pada chorus serta gimmick-gimmick agar lagunya terdengar variatif. Dan rasa-rasanya Answerphone sukses dalam menjalankan misinya, meski tentu saja jangan harapkan sesuatu yang baru. Single dirilis pada tanggal 17 Maret. (7/10)

Daft Punk (Alb. Random Access Memories / Columbia) – Give Life Back to Music
Daft Punk memang tengah di puncak saat ini. Album Random Access Memories mengembalikan penikmat musik pada serunya menikmati lagu-lagu funk yang terdengar klasik namun juga tetap urban dan komtemprer, termasuk juga Give Life Back to Music yang menjadi pembuka album Random Access Memories dan sekaligus diset sebagai kelima. Petikan gitar Nile Rodgers yang atraktif menjadi kekuatan utama dari lagu ini, selain, tentu saja, serunya berdansa funk yang digubah oleh Daft Punk. Single dirilis pada tanggal 31 Januari. (8/10)

U2 (Single/ Island) – Invisible
In a surprise twist and turn, U2 return to the glorious 80’s with their latest single, Invisible. Mengapa tidak. Dalam single yang diproduseri oleh Danger Mouse ini mereka justru kembali menghadirkan semangat synth-pop dan new-wave serta dipadu-padankan dengan punk rock yang terdengar seperti dari era awalnya. Ini membuat U2 seolah tak terdengar menua, melainkan abadi dalam lingkar waktu. Invisible merupakan bagian dari program kampanye melawan AIDS oleh lembaga yang didirikan juga oleh Bono bernama (RED), dimana setiap keuntungan yang dihasilkannya akan dialirkan ke lembaga tersebut. Tidak hanya untuk beramal, U2 juga membuat kita percaya jika musik bagus itu masih ada. Single dirilis pada tanggal 2 Februari. (9/10)

Special Thanks to Sony Music Indonesia, Universal Music Indonesia, Warner Music Indonesia, dll.


Related posts

Leave a Reply