Quantcast

10th Year of Java Jazz Festival

By - 5 years ago in Concerts Review

Another year of Java Jazz Festival.. And this year, it holds the 10th year anniversary of one of the biggest jazz festival ever existed on earth (or so they say)! Di perayaan 1 dekade nya, JJF2014 menghadirkan segudang musisi ternama, yang beberapa diantaranya cukup mengundang perhatian dan (sedikit) membuat kita mengernyitkan dahi melihat namanya muncul di list performer tanggal 28 Feb – 2 Mar lalu.

Barisan musisi Indonesia yang meramaikan antara lain RAN, Tulus, Maliq & D’Essentials, Jamie Aditya, dan Afgan bersama Vina Panduwinata. Beberapa nama yang membuat saya cukup terpukau di JJF2014 kali ini adalah Danilla dan Ivan Handojo. Danilla dengan vokal lembutnya yang berakustik ria membawakan lagu-lagu “Junko Furuta”, “Ada di Sana”, dan juga lagu andalannya, “Buaian”, serta Ivan Handojo dengan vokal husky ciri khasnya yang membawa kesan groovy di setiap lagu yang dibawakan. Raisa menjadi salah satu yang dinanti di panggung musik manapun, termasuk panggung BNI di JJF2014 ini. Dengan kostum serba putih nya, Raisa tampil sangat cantik. Membawakan hits dari album pertama dan keduanya, Raisa mampu menggalau-riakan penonton yang memadati ruangan. Ruth Sahanaya masuk dalam list must-watched JJF2014 saya. Mama Uthe, panggilan akrabnya, membuat penonton bernostalgia dengan hitsnya seperti “Kaulah Segalanya”, “Ingin Kumiliki”, “Pesta” dan “Memori”. Penampilannya ditemani oleh Tohpati yang hadir sebagai gitaris. Dan Sammy Simorangkir sebagai tandem duetnya di lagu “Keliru” yang menampilkan adu vokal yang memukau antara dirinya dengan sang diva. Dira Sugandi yang tampil di hall C2 diiringi oleh Ron King Band membawakan segudang lagu tribute bagi Billie Holiday, penyanyi jazz wanita legendaris yang juga merupakan penyanyi favoritnya. Seperti biasa, vokal Dira yang powerful dan sanggup bermain di nada-nada tinggi dengan indah, mampu membius penonton melalui hits Billie seperti “I Only Have Eyes For You” dan “When You’re Smiling”, diimbuhi dengan permainan orkestra apik oleh Ron King Band dibawah arahan Ricky Lionardi sebagai kondukternya.

Dua nama yang agak mencengangkan yang masuk dalam performer list JJF2014 adalah Agnes Monica (yang tampil dengan nama panggung Agnez Mo) dan JKT 48 (yes, you read it correctly). Agnez Mo yang kali ini hadir dengan busana serba putih yang simpel, membawa suasana penampilan yang minimalis dan chill down, berbeda dari aksi panggungnya yang lain. Dan sudah tentu, rendition dari lagu-lagu yang dibawakan pun lebih santai dan sedikit jazzy, meskipun akar pop dan R&B masih terdengar sangat kental. “Flying High”, “Bukan Milikmu”, “Aku Cemburu” dan “Hide and Seek” masuk ke dalam daftar penampilannya. Lagu milik Brandy berjudul “Moving On” menjadi lagu favorit Agnez Mo yang tidak lupa dibawakannya. Olah vokal dengan liukan nada yang prima dipertontonkan Agnez Mo saat membawakan lagu “His Eye is on the Sparrow”, dimana lagu tersebut memiliki kesan khusus baginya. Tidak ketinggalan “Coke Bottle” dibawakan sebagai penutup.

Belum cukup tercengang dengan kehadiran Agnez Mo? Mungkin kita akan kaget melihat daftar penampil hari kedua pkl. 19.30 di Java Jazz Stage. Ada JKT48. Kehebohan yang terjadi saat kemunculan nama JKT48 dalam performer list JJF2014 semakin membuat orang bertanya-tanya akan keabsahan festival yang (harusnya) menampilkan jazz sebagai sajian utama. Formasi tim J menampilkan lagu-lagu hits (non jazz) mereka seperti “Aitakata”, “Baby Baby Baby”, dan “River”. Meski menimbulkan kontroversi, namun penampilan mereka tetap diminati pengungjung JJF2014, terbukti dengan banyaknya penonton yang memadati area panggung. Bagaimanapun, penampilan mereka membawa cerita sendiri bagi festival tahun ini, yang cukup menarik perhatian dan “menyegarkan” dengan variasi gerakan serta formasi tarian yang ditampilkan.

Banyak yang menyangsikan kehadiran kedua musisi tersebut diatas (ditambah juga dengan P Project Big Band di hari kedua), mengingat tidak ada space sedikitpun dari musik mereka yang bisa dilabeli dengan kata jazz. But the show must go on¸ demi mendatangkan penikmat musik diluar genre tersebut.

Line-up artis internasional yang dihadirkan mungkin tidak sedahsyat tahun-tahun sebelumnya, namun masih menjadi magnet bagi pecinta musik ibukota untuk meramaikan JIExpo Kemayoran. Sebut saja Snarky Puppy, band instrumental fusion asal New York yang belum lama ini meraih Grammy 2014, tampil dengan permainan brass section yang memukau dengan hitsnya seperti “34 Klezma” dan “Kite”. Musisi gaek Earth Wind & Fire Experience yang masih mampu menampilkan performance yang luar biasa dengan lagu-lagu nostalgia nya seperti “Serpentine Fire”, “Fantasy”, “Got To Get You Into My Life”, dan tentunya “After The Love Has Gone”. Ada India.Arie dengan penutup kepalanya yang khas dan gitarnya yang menjadi penutup yang seru di hari terakhir JJF2014. Melantunkan hitsnya seperti “I Am Light”, “There’s Hope”, “Brown Skin” dan “Video”, India Arie Simpsons cukup menarik penonton ikut bersenandung. Tidak lupa juga cover lagu “Roar” dan “Brave” pun dimainkan sebagai bumbu penyedap penampilannya malam itu.

Beralih ke special show, dua nama besar di khasanah musik jazz dunia menjadi jaminan festival kali ini. Nama pertama adalah Natalie Cole. Putri musisi legendaris Nat King Cole ini tampil anggun dan mempesona di Clear Hall hari ketiga. Nostalgia penuh warna mengiringi penampilannya malam itu. Dengan balutan gaun panjang biru tua, Natalie membuka setlist nya dengan “Starting Over” yang langsung disertai tepuk tangan penonton. “Good To Be Back”, “Love”, “Better Than Anything”, “Miss You Like Crazy” merupakan sebagian penawar rindu yang disajikannya. Bahkan, “Unforgettable” dan “When I Fall In Love” dibawakan dengan diiringi vokal mendiang Nat King Cole, yang membangkitkan semangat penonton sekaligus mengharukan mendengar kharisma suara penyanyi legendaris tersebut. Duet ayah dan anak ini pun disertai dengan berbagai insert foto Nat King Cole yang dihadirkan di screen. Pertunjukkan yang memukau dihadirkan dengan penuh cinta oleh Natalie bagi fansnya di Indonesia.

Nama kedua bagi saya menjadi magnet utama JJF2014, yang tampil di hari pertama. Siapa lagi kalau bukan Jamie Cullum. Pianis mungil setinggi 164 cm ini menampilkan kemampuannya bernyanyi, bermain piano, perkusi dan uhm… beatbox. Yup, this little guy surely knows how to entertain.. Tenaganya dalam bermusik benar-benar dikeluarkan tanpa lelah selama kurang lebih satu setengah jam. Tanpa jeda. Tanpa istirahat. “Terima kasih” adalah kata-kata yang beberapa keluar dari mulutnya setelah pujian penonton atas dirinya. Bagaimana dengan songlist nya? Tentunya yang akrab di telinga dan di hati penontonnya. “I’m All Over It”, “Everything You Didn’t Do”, “Wind Cries Mary”, “Mind Trick”, “Everlasting Love”, “Please Don’t Stop The Music”, “Get Your Way”, dan “What A Difference A Day Made” adalah sajiannya. “Kegilaan” pun menjadi nilai tambah untuknya. Mulai dari melompat dari atas piano di sela-sela menyanyikan “Get Your Way”, hingga aksi memukul-mukul seluruh bagian piano nya bak memainkan perkusi diimbuh dengan permainan beatbox saat membawakan medley “Drop It Like It’s Hot” milik Snoop Dogg dan “Get Lucky” milik Daft Punk. Penampilan yang standout dan all-out dari Jamie benar-benar memuaskan. The best of the festival..

(Rendy / CreativeDisc Contributors)
Photo by Budi Susanto

CD Collector | Music freaks

Comments

2 Responses to “10th Year of Java Jazz Festival”

  1. ochie says:

    Tak ketinggalan, penampilan reuni Krakatau di tahun ini. Dibuka dengan Kembali Satu dan ditutup dengan Gemilang 🙂

  2. Frian says:

    Jangan lupa lagu pembuka The same things.. sama Love for $ale yang ngga kalah kerennya… Jamie Cullum is know how to “ENTERTAIN” people. It was the greatest night of my life.. literrally

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | July 16, 2019 By

Exclusive Interview with Phum Viphurit: Dari Thailand Menembus Dunia Lewat Musik “Matahari”

Concerts Review | June 26, 2019 By

Manana Live Proudly Present Phum Viphurit Indonesia Tour : Sang Lover Boy Tampil Manis di Jakarta

Artist Interviews | June 12, 2019 By

Exclusive Interview with Jeremy Zucker: Sensasi Soundcloud Yang Wujudkan Impian Bermusiknya