Quantcast

Rockin’ All Out at Soundwave Festival 2014

By - 5 years ago in Concerts Review

Perhelatan akbar festival musik tahunan terbesar di Australia, SOUNDWAVE FESTIVAL kembali digelar di 5 kota besar yg dimulai dari kota Brisbane (22 Feb’14), Sidney (23 Feb’14), Melbourne (28 Feb’14), Adelaide (1 Mar’14) & terakhir Perth (3 Mar’14). Festival musik tahunan yang selalu dinanti warga Aussie ini selalu diadakan bertepatan dengan musim panas di benua Australia yaitu sekitar akhir bulan Februari sampai dengan awal Maret. Festival ini hanya diadakan satu hari di setiap kotanya. Dan untuk tahun ini tidak kurang dari 90 band rock/metal papan atas turut ambil bagian di 12 stage yang telah disediakan.

Yang menjadi headliner utama untuk tahun 2014 ini adalah band alternative/punk rock GREEN DAY dan AVENGED SEVENFOLD, selanjutnya lineup-lineup yang tak kalah menggetarkan antara lain adalah: Rob Zombie, Mastodon, Alice in Chains The Living Ends, Alter Bridge, Richie Sambora, A Day to Remember, Placebo, Korn, Pennywise, Suicide Silence, Five Fingers Death Punch, Gojira, August Burns Red, Living Colour, Black Veil Brides, Darkcell, The Black Dahlia Murder, Testament, Ill Nino, dan puluhan band-band lain yang membuat festival musik rock tahun ini menjadi sangat dinanti-nantikan.

Tahun ini CreativeDisc mendatangi kota terakhir dari penyelenggaraan Soundwave festival ini yaitu Perth yang diadakan pada tgl 3 Maret 14 yang bertepatan dengan hari buruh yang juga merupakan hari libur nasional di Australia. Dua minggu sebelum festival diadakan terjadi perubahan venue. Awalnya Festival ini akan diadakan di Claremount arena tapi karena sesuatu dan lain hal, pihak promotor mengganti venue-nya ke Arena Joondalup. Arena Joondalup terletak sekitar 25 km disebelah utara Perth dengan luas sekitar 35 Ha. Venue ini merupakan gabungan antara stadion olahraga (indoor & outdoor), taman rekreasi & sekaligus aquatic centre terbesar di Australia Barat. Sejak tahun 1999 Arena Joondalup ini juga menjadi tempat acara festival-festival musik yang diadakan di kota Perth & bisa cukup menampung penonton tidak kurang dari 250,000 penonton.
Perubahan tempat ini tidak menyurutkan antusias penonton Perth, terbukti sejak dari jam 9 pagi sudah terlihat banyak orang dari berbagai kalangan usia yang datang dan mulai antri untuk masuk ke dalam venue. Rata-rata mereka mengenakkan t-shirt hitam dengan nama-nama band favorit di dada/punggung mereka. Hampir semua penonton datang dengan menngunakan transportasi umum, yaitu kereta dan kemudian berjalan sekitar 15-20 menit (5 menit dgn menggunakan shuttle bus) dari stasiun Joondalup ke lokasi acara. Dan ternyata semua biaya transportasi ke dan dari acara sudah termasuk diharga tiket. Cuaca pagi itu sangat cerah dan panas dengan suhu mencapai sekitar 29-30 derajat celcius.

Pukul 10.30 pagi gate dibuka. Para penonton pun berlarian masuk. Gate masuk utama dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Gate untuk umur 18thn keatas yang harus menyertakan bukti ID ketika masuk dan Gate utk umur 18thn kebawah. Di venue banyak terdapat tempat-tempat untuk mengisi air minum yg disediakan gratis oleh panitia, booth-booth makanan, minuman, serta booth utk Meet & Greet dari band, beberapa ruang P3K, penjualan merchandise serta lokasi khusus untuk pembelian minuman ber-alkhohol bagi mereka yang sudah berumur diatas 18thn.

Ada 12 stage (indoor dan outdoor) yang tersebar di seluruh arena yang sangat luas ini. Tepat pukul 11 sesuai dengan jadwal, band-band pengisi acara di stage 2 (The Porkers), stage 4 (Amon Amarths), stage 5A (Xenobiotic), dan stage 6B (The Heavy Metal Poet) secara serentak membuka festival. Rata2, semua band tampil dengan durasi lebih kurang selama 30-60 menit. Secara berturut-turut, berkesinambungan dan tepat waktu. Sebagai contoh: setelah band di stage 2 selesai, band di stage 1 langsung tampil & begitu seterusnya. Satu hal yang sangat berbeda dengan festival-festival musik di Indonesia adalah Soundwave Festival ini sangat tepat waktu dan sesuai dengan Time Table yang sudah di-publish.

Tepat pukul 12:30 di stage 2 group rock band asal Detroit, Michigan, ALTER BRIDGE, yang sudah ditunggu-tunggu muncul. Terdiri dari Myles Kennedy (vocal dan gitar), Mark Tremonti (lead guitar), Brian Marshall (bass), dan Scott Phillips (drummer) langsung menggebrak panggung dengan lagu “Addicted to Pain” yang diambil dari album teranyar mereka: FORTRESS. Ada sekitar 8 lagu yang mereka bawakan Antara lain: “Farther Than The Sun”, “Find The Real”, “Waters Rising”, “Metalingus”, “Ghost of Days Gone By”, “Blackbird” & “Isolation”. Para Die-Hard fans sangat terhibur dengan penampilan Alter Bridge ini yang dapat memanaskan suasana dengan membawakan lagu-lagu hits mereka tanpa jeda selama kurang lebih 45 menit. Terlihat tidak hanya para teenagers yang asik ber-headbang di front row tetapi banyak juga dari kalangan usia diatas 20 & 30 thn yang ikut ber-sing a long dengan penuh semangat. Penampilan ALTER BRIDGE siang itu ditutup dengan nomor “Isolation”.

Selanjutnya pukul 13:15 di stage 1, tepat disebelah stage 2, gitaris legendaris, penyanyi dan juga songwriter, ex. gitaris dan pentolan BON JOVI, RICHIE SAMBORA memukau penonton dengan membawakan set-list antara lain, “Paranoid” (Black Sabbath cover), “Nowadays”, “Burn The Candle Down”, “Learning How to Fly With A Broken Wing”, “Voodoo Child”, “Don’t Change (INXS)”, “Wanted Dead or Alive (Bon Jovi)” dan Livin’ on a Prayer (Bon Jovi). RICHIE siang itu didampingi ORIANTHI PANAGARIS, female guitarist asal Australia yang pernah menjadi lead guitarist dari Michael Jackson dan Alice Cooper. Kolaborasi RICHIE & ORIANTHI ini menjadi salah satu atraksi yang menarik siang itu. Para penonton ikut bernyanyi bersama sewaktu tembang Bon Jovi “Wanted Dead or Alive” dan “Livin’ On A Prayer” berkumandang.

Menjelang sore, crowd semakin memadati arena Joondalup dan menonton band-band favorit mereka dari satu panggung ke panggung lain yang silih berganti menampilkan band-band papan atas dari berbagai negara. Setelah penampilan PENNYWISE di stage 3 sore itu, langsung dilanjutkan dengan penampilan FINCH di stage 3 Annex. Sekitar pukul 17:45 group Nu Metal band asal Bakersfield, California KORN menghentak dengan tembang pembuka “Falling Away From Me” di stage 3. berturut-turut diikuti denagn lagu “Twist”, “Got The Life”, dan masih banyak yang lainnya. Penampilan Jonathan Davis cs. malam itu ditutup dengan lagu “Right Now”.

Semakin malam dengan udara dingin yang semakin menusuk tulang para metalheads memadati stage 3 untuk menanti penampilan ROB ZOMBIE. Dengan tata cahaya nya yang khas yg lebih didominasi warna merah atau hijau dan biru, Rob Zombie semakin memanaskan suasana. Rob membuka penampilannya dengan lagu “Death City Radio and the New Gods of Supertown”. Sekitar 12 lagu dibawakan oleh ROB ZOMBIE termasuk nomor dari Diamond Head, “Am I Evil?”.

GREEN DAY tampil pada pukul 19:15 di Stage 1. Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, Tre Cool & Jason White, tampil selama 3 jam penuh! Dengan setlist sebanyak 32 lagu, seperti: “99 Revolutions”, “Boulevard of Broken Dreams”, “Wake Me Up When September Ends”, “When I Come Around”, “Minority”, “American Idiot” dan masih banyak yang lainnya. Sebagai encore GREEN DAY membawakan “Redundant” dan “Good Riddance (Time of Your Life)”. Bisa dipastikan crowd sangat puas sekali dengan penampilan GREEN DAY selama 3 jam dan setlist yang panjang.

Sedangkan di stage 3 setelah penampilan ROB ZOMBIE selesai sekitar pukul 20:15, para metalheads yg merupakan diehard fans band dari AVENGED SEVENFOLD (A7X) segera berdesak-desakan untuk mengambil posisi terbaik untuk menonton band pujaan mereka yang sangat ditunggu-tunggu dari pagi. Meskipun A7X baru akan naik panggung pukul 20:45 dan group DEVIL YOU KNOW di stage sebelah masih tampil, akan tetapi fans setia Avenged Sevenfold tersebut sudah tidak sabar dan meneriakkan yell-yell “SEVENFOLD”…”SEVENFOLD”…

Menit ke menit berlalu dan suasana di sekitar stage 3 makin penuh sesak. Tidak ada sedikitpun ruang kosong untuk berpindah tempat. Ketika lighting dinyalakan dengan tata cahaya yang spektakuler serta kembang api, Synyster Gates (lead gitaris) muncul ditengah-tengah panggung dan memainkan intro “Shepherd of Fire”. Seiring dengan komando dari sang frontman, M. Shadows, crowd pun serempak berteriak histeris dan mengacungkan tangan di udara. Avenged Sevenfold membawakan sekitar 12 lagu dalam set-listnya antara lain: “Critical Acclaim”, “Nightmare”, Afterlife”, “Doing Time”. Ketika “Welcome to The Family” dan “Buried Alive” dibawakan, hampir semua metalheads ikut ber-sing along dengan lantang, begitu juga ketika lagu “Hail To The King” dengan komando dari M. Shadows, crowd semua ikut berteriak “Hail…Hail…Hail..!!” Selanjutnya lagu ballad “Fiction” dinyanyikan dan terasa terasa sangat menyentuh hati. M. Shadows berucap lagu itu adalah lagu untuk mengenang drummer mereka, “The Rev” yang meninggal 4 tahun yang lalu. “Nightmare” dan “Afterlife” juga menjadi bagian dari setlist mereka malam itu. Dua lagu bertempo cepat dan agresif ini membuat para metalheads membentuk circle pit dan ber-moshing-ria. “Bat Country” dan “Unholy Confessions” menjadi dua tembang pamungkas dari penampilan Avenged Sevenfold dan sekaligus menutup semua rangkaian Tour Festival ini. Penampilan A7X malam benar-benar sangat menakjubkan, fantastis dan tentu saja memuaskan fans setia nya yang ada di Perth.

Overall, SOUNDWAVE FESTIVAL selama 5 hari yang diadakan di 5 kota yang berbeda di benua Australia berjalan lancar dan sukses serta tetap menjadi salah satu Festival Musik terbaik di dunia. Walaupun Stone Temple Pilots dan Megadeth membatalkan diri dari keikutsertaann mereka di festival ini tahun ini, tapi itu tidak berpengaruh sepertinya bagi penonton Australia. For you guys Rock/Metal Lovers, this is a must-see Music Festival..!!

Text & foto: DMW (@sweetieprettie)

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News Top 10 Lists | July 16, 2019 By

Inilah 20 Penyanyi Terkenal yang Tidak Pernah Meraih Peringkat Pertama di UK Singles Chart

Music News | January 24, 2019 By

Green Day Jual Alat-Alat Musik Mereka Untuk Rayakan 25 Tahun Perilisan Album “Dookie”

Music News | November 27, 2018 By

Berkolaborasi Bersama NASA, Green Day “Mendarat” Di Planet Mars