Trending News

Blog Post

Album of the Day: Bombay Bicycle Club – So Long, See You Tomorrow
Album of The Day

Album of the Day: Bombay Bicycle Club – So Long, See You Tomorrow 

Released by: Universal Music Indonesia

Pertemuan sederhana dengan Bombay Bicycle Club terjadi secara tidak sengaja lewat sebuah video unduhan festival Glastonburry tahun 2010. “Always Like This” judul lagu yang mereka bawakan, berisi repetisi melodius yang membius menjadi awal jatuh cinta dengan band asal Britania Raya ini. Takdir memang berpihak kembali saat tahun 2012, mereka menyambangi Jakarta pada gelaran “The People’s Party”, terasa seperti baru kemarin menyaksikan mereka lewat layar monitor, dan kini mereka ada dihadapan mata. Oh, mereka telah berevolusi semenjak era album pertama “I Had The Blues But I Shook Them Loose” (2009) yang sangat nge-band, jika meminjam ungkapan tadi, sangat melodius, dan di album kedua “Flaws” (2010) mereka bermain akustik bahkan bluegrass, lengkap dengan instrumen banjo. Sesungguhnya mengagetkan, disaat berapi-api mendengarkan album pertama, terkesan “dipaksa” untuk menenangkan diri di album kedua. Nah, album ketiga “A Different Kind Of Fix” (2011) adalah medium mimpi karena perasaan mengawang dengan sentuhan elemen elektronik nan cantik.

Setelah jeda antar album yang begitu rapat, Jack Steadman (lead vocals, guitar, piano), Jamie MacColl (guitar), Suren de Saram (drums) dan Ed Nash (bass) butuh 3 tahun untuk merampungkan “So Long See, You Tomorrow” (2014). Ada sebuah rasa penasaran, adrenalin sendiri terpacu hanya membayangkan seperti apalagi album mereka sekarang?

Dhuarr! Dibuka dengan “Overdone”, darah mengalir cepat disekujur tubuh. Gamang. Kelu. Ada instrumen etnik menyempil pada bagian intro, lalu bagian vokal Steadman membangunkan kesadaran kembali. Masih dalam raut gelisah, lalu bagian gitar melodius membius itu kembali datang dan ada kelegaan yang terhempas.
“It’s Alright Now” memiliki bagian vokal latar menggelitik. Suara cantik penyanyi muda asal Inggris, Lucy Rose memainkan perannya. Meski sederhana, tapi menenangkan. “Carry Me” yang merupakan single pertama, menghentak dengan sentuhan sampling dan gebukan drum prima. Pada “Home By Now”, Steadman dan Lucy seperti sepasang kekasih pemalu menikmati senja hari di tepi danau taman kota. “Whenever, Wherever” track selanjutnya dibuka lembut, sebelum menjadi riuh pada bagian penutup.

“Luna” didaulat sebagai single kedua, bersamaan dengan rilisnya album ini. Tepat untuk mewakili album ini secara keseluruhan, unsur sample tabla menjadi elemen kecil nan prestisius. Kali ini giliran Rae Morris menjadi vokal latar dan terdengar seperti merayu kesepian pada lirik “i’m ready for you to find out!”. “Eyes Off You” yang menjadi lagu selanjutnya, lambat-lambat mampu membuat terbuai, lalu tersentak pada bagian tengahnya.

Single ketiga yang baru saja dirilis beberapa hari lalu adalah “Feel”. Jangan kaget pada bagian intro yang begitu “dangdut” merujuk pada referensi musik kita misalnya. Namun sesungguhnya album ini adalah hasil perjalanan Steadman ke beberapa negara seperti India, Turki dan Jepang. Pada lagu ini tampak dengan benderang bukti hasil perjalanan itu. Beberapa kritikus menyebut Bombay Bicycle Club meleburkan world music dengan alternative-rock. Tapi bagian lead memang nyata terdengar “dangdut” lengkap dengan ketukan dan ritme bass yang membuat dua jempol untuk bergoyang secara tak sadar dan berteriak yihaaaa. Sebelum akhirnya menggelengkan kepala dan bergumam “bisa ya diginiin?”

“Come To” memiliki sound gitar yang menggantung dan bagian vokal latar Lucy Rose yang menghantui. Disusul dengan “So Long, See You Tomorrow” lagu penutup album ini yang bertempo pelan, dengan lirik berulang “When you reign it down, lights come” yang menghanyutkan lalu bersahut-sahutan di bagian akhir.

Diproduseri oleh Steadman sendiri bersama Mark Rankin, album ini justru banyak menggunakan sampling dan terdengar seperti album yang memang terlahir sendiri tanpa perlu merujuk pada album-album mereka sebelumnya. Ya seperti inilah, Bombay Bicycle Club, memperlakukan setiap album mereka seperti sebuah debut, dengan konsep yang berbeda. Mereka suka bereksperimental? Mereka inkonsisten? Ya itu bentuk konsistensi mereka, setiap album adalah pengalaman baru, setiap album memiliki bab nya masing-masing. An experiments for new experiences? Well, it’s fine by me. What about you?

Official website

Rate the album”
[ratings]

Buying album on iTunes

(Noverdy Putra / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Overdone” 3:39
2. “It’s Alright Now” 4:10
3. “Carry Me” 4:25
4. “Home By Now” 4:35
5. “Whenever, Wherever” 5:31
6. “Luna” 3:11
7. “Eyes Off You” 3:57
8. “Feel” 5:00
9. “Come To” 4:25
10. “So Long, See You Tomorrow” 6:02

Related posts

Leave a Reply