Trending News

Blog Post

Album of the Day: Foxes – Glorious (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of the Day: Foxes – Glorious (Deluxe Edition) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Sedari dulu industri musik tidak pernah sepi dari kehadiran solois perempuan yang mencoba untuk membesarkan namanya. Banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga yang menemui kegagalan ataupun sekedar menjadi one hit wonder. Di antara yang banyak itu terselip nama Foxes. Penyanyi yang bernama asli Louisa Rose Allen ini berhasil mencuri perhatian dengan album debutnya, Glorious.

Apa yang membedakan Foxes dengan yang lainnya. Secara vokal, harus diakui ia cukup khas. Tidak terlalu tebal, namun tidak terlalu ringan juga. Dan jangkauan vokalnya juga cukup luas, sehingga tidak heran jika Zedd mengajaknya mengerjakan single sukses Clarity yang mengedepankan nada-nada tinggi.

Tapi mengharapkan Foxes membawakan lagu-lagu EDM dalam album debutnya jelas sebuah kesalahan. Meski Youth, single pertamanya, mengadopsi elemen-elemen elektro-pop, namun pada dasarnya merupakan sebuah power-pop yang memberi penekanan pada kata power. Namun, yang patut dicermati adalah bagaimana Foxes membawa nuansa melankolis pada lagunya.

Mendengarkan Let Go for Tonight membuat kita befikir jika Foxes channeling Florence Welch dari segi vokal. Tapi jelas timbre vokal mereka jauh berbeda. Cara Foxes menyanyikan lagu serta corak dan gaya lagu yang memadukan antara pop dan rock-lah yang menyebabkan kesan tersebut bisa terjadi. Meski begitu, pada akhirnya Foxes yang menyanyikan lagunya dengan cukup lincah, sukses menghadirkan ciri khasnya sendiri.

Sementara dalam Holding Onto Heaven, menunjukkan jika taste bermusik Foxes cukup bagus. Terbukti dari aransemen Holding Onto Heaven yang terdengar kaya dan rapi. Apalagi lagi electro-soul yang menderu cepat ini juga merupakan karya tulisnya sendiri, meski dibantu oleh Jonny Harris. Kerjasama mereka yang kompak memberi penekanan yang kuat dalam imej Foxes sebagai penyanyi pop dengan pilihan yang ariatif dalam lagu-lagunya

Dalam Glorious, yang juga menjadi judul album, Foxes terdengar mengawang, namun sekaligus enerjetik, perpaduan yang cukup sulit tapi mulus dilaksanakannya. Perpindahan notasi dari melankolis ke up-tempo yang rapi inilah yang bisa disebut sebagai kelebihan Foxes. Dan album ini menawarkan banyak hal tersebut.

Contohlah White Coats yang mengubah dirinya menjadi biduanita synth-pop pada verse yang kemudian kembali ke wujud aslinya, sosok powerful di chorus. Yang patut dicermati, meski terkesan melodramatis, lagu-lagu Foxes tidak terdengar berlebihan. Ia berada pada takaran yang cukup pas.

Simak track Echo, sebuah lagu yang awalnya terdengar seperti balada yang mengandalkan piano dan string section yang tentunya melodramatis. Namun lagu ini kemudian bertransformasi menjadi pop uptempo yang atmosferik. Tentunya bisa berhasil karena Foxes tahu bagaimana menyanyikan lagu-lagu seperti ini dengan baik.

Foxes memang lebih banyak diisi oleh lagu-lagu up-tempo yang mengizinkan Foxes untuk mengeksplorasi jangkauan vokalnya. Tapi ia tidak benar-benar hanya sekedar menjerit-jerit saja, karena Foxes cukup berhasil menginfusi setiap lagu dengan subtilitas dan penghayatan. Mungkin menjadi masalah karena setiap lagu dinyanyikan dengan cara dan teknik yang mirip antara satu sama lain sehingga bisa mengundang monotonitas.

Sebenarnya tidak menjadi masalah juga, karena lagu-lagu dalam Glorious dapat berdiri utuh secara mandiri karena mereka dikomposisikan secara kuat. Meski begitu, tetap ada track seperti Count the Saints yang lebih down-tempo. Balada ini terkesan other-wordly karena Foxes menyanyikannya dengan meniupkan semangat ethereal yang prima.

Di seksi bonus, Foxes menghadirkan Clarity yang ditelanjangi dan hanya menyisakan piano sebagai teman bernyanyinya. Dan ternyata, meski hadir dalam versi yang lebih minimalis, Foxes tetap berhasil menghantarkan romantisme sendu dari lagu ini.

Kelebihan lagu-lagu di bagian bonus ini adalah Foxes menyimpan kejutan dengan lagu-lagu yang bergerak dalam ritme dan corak yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Beauty Queen mungkin bisa menjadi tandem Pretty Hurts-nya Beyonce. Tapi alih-alih RnB mid-tempo, Beauty Queen adalah lagu yang meleburkan synth-pop dalam semangat power-pop yang lebih eklektis.

Home bisa jadi jawabab Foxes akan RnB versi dirinya. Kental dengan elektronika, terdengar seperti trip-hop dengan hentakan enerji yang lebih tebal. Dalam In Her Arms ia kembali dengan sentuhan EDM, meski tidak terlalu kental karena bagaimanapun power-pop masih menjadi andalan.

Album ditutup dengan The Unknown, yang memadukan antara soul dan pop 80-an dengan pas. Menututup album dengan nomor up-tempo ternyata pilihan yang cukup bijak, karena Glorious (versi deluxe) memberi kesan bagus yang sulit untuk dienyahkan. Bahkan 5 buah lagu tambahan dalam edisi deluxe ini rasanya layak menjadi sebuah EP tersendiri.

So, yes, Foxes bring us a satisfying debut album with Glorious. Pop yang berkelas tapi tidak benar-benar sulit untuk dicerna. Ringan namun tidak gampangan. Tidak terlalu istimewa sebenarnya, tapi dengan materi yang mayoritas dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sulit untuk menolak pesonanya.

Mungkin Glorious adalah album yang memiliki pangsa pendengar yang tersegmentasi, tapi sebenarnya ia cukup layak untuk dapat dinikmati oleh penikmat musik pop secara umum. Debut yang menjanjikan.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy single on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Talking to Ghosts” 4:21
2. “Youth” 4:19
3. “Holding Onto Heaven” 3:31
4. “White Coats” 4:06
5. “Let Go for Tonight” 3:58
6. “Night Glo” 4:25
7. “Night Owls Early Birds” 3:29
8. “Glorious” 4:21
9. “Echo” 4:04
10. “Shaking Heads” 4:47
11. “Count the Saints” 3:36
BONUS TRACK
12. “Clarity” (Live) 3:33
13. “Beauty Queen” 4:22
14. “Home” 3:35
15. “In Her Arms” 4:45
16. “The Unknown” 4:14

Related posts

Leave a Reply