Trending News

Blog Post

Album of the Day: Kaiser Chiefs – Education, Education, Education & War
Album of The Day

Album of the Day: Kaiser Chiefs – Education, Education, Education & War 

Released by: Sony Music Indonesia

Kaiser Chiefs adalah apa yang bisa kita harapkan jika merindukan sebuah rock dengan sentuhan gloomy ala Inggris yang kental. Meski album debut mereka, Employment, hadir di pertengahan dekade 2000-an, akan tetapi dengan semangat Brit-rock yang mereka usung, mereka terdengar seperti band yang eksis di periode 90-an. Dan album kelima mereka, Education, Education, Education & War, bukan pengecualian.

Ini mungkin membuat album dan lagu-lagu Kaiser Chiefs terdengar mengejar niche market atau tersegmentasi pada pangsa pendengar tertentu saja. Akan tetapi rasa-rasanya hal tersebut tidaklah benar-benar tepat karena sebenarnya lagu-lagu mereka masih bisa dicerna oleh pendengar awam ataupun yang tak terbiasa dengan Brit-rock, meski mungkin terdengar “jadul”.

Di saat kita punya Keane atau Snow Patrol misalnya yang meredefinisi akan Brit-rock tadi dalam konteks kekinian, maka Kaiser Chiefs seolah mengajak memasuki mesin waktu. Education, Education, Education & War memiliki banyak materi yang menjadi akses untuk itu.

Album dibuka dengan The Factory Gates, sebuah nomor anthem yang menggempur pendengaran dengan riuh. Sebuah nomor up-tempo sebagai pembuka album yang tertebak sebenarnya. Kehadiran Fraser T Smith, yang biasa menuliis untuk Adele, sebagai salah satu penulis lagu tidak memberi kontribusi yang berarti. Tapi sebagai appetizer, nomor ini cukup bolehlah diandalkan.

Tapi memasuki track kedua, Coming Home, mereka seolah mencoba membuktikan jika mereka bisa juga menulis lagu yang subtil dan menyentuh. Harmonis, melodis, namun juga distorsif. Kesemuanya menjalin dan membelit menjadi satu bagian yang membuat Coming Home terdengar begitu menghanyutkan. Salah satu lagu terbaik mereka.

Selanjutnya album diisi oleh nomor-nomor yang sudah biasa kita dengar dari mereka. Mulai Misery Company yang menghentak dan penuh enerji oleh Rock N’Roll atau Meanwhile Up in Heaven yang terdengar seperti Suede dalam versi vokal yang tidak cempreng.

Ada juga One More Last Song yang bergerak dalam tempo cepat dan intens, meski rasanya The White Stripes sudah mengerjakan lagu sejenis dengan lebih brilian. Semangat revivalitas dilanjutkan dalam Bows & Arrows, sebuah lagu ala Morrisey-esque yang seolah meneriakkan kehidupan kelas menengah Inggris. Terdengar bergaya tapi tidak benar-benar esensial mengantarkan tema yang diusungnya.

Keluhan pada Kaiser Chiefs dalam Education, Education, Education & War adalah mereka terdengar sangat bergaya. Lagu-lagunya menarik untuk didengar, akan tetapi terdengar seperti poser ketimbang benar-benar menggali orisinalitas.

Kita tidak bisa juga memberi penekanan jika mereka tidak jujur dalam berkarya atau menyuarakan apa yang ingin mereka sampaikan, akan tetapi sulit untuk menarik kesan jika di dalam album ini, gaya terdengar lebih dikedepankan daripaada isi. Selain itu lagu-lagu yang terdengar “mirip” antara satu sama lain dapat menjadi baya laten monoton yang mengancam.

Tapi, terlepas dari itu, Kaiser Chiefs patut dipuji akan upaya agar terdengar “berkelas”, karena setiap lagu dikomposisikan dengan cukup matang. Mengadopsi semua gaya Brit-rock dengan nyaris sempurna. Bagi yang ingin mengulang masa-masa keemasannya, tentu saja album ini cukup menarik.

Album diakhiri dengan sebuah nomor moody berjudul Roses. Setelah semua keriuhan yang diajukan Kaiser Chiefs sebelumnya, lagu ini merupakan sebuah penutup yang manis bagi Education, Education, Education & War.

Official Website

Rate the single:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “The Factory Gates” 3:32
2. “Coming Home” 4:51
3. “Misery Company” 5:13
4. “Ruffians on Parade” 3:35
5. “Meanwhile Up in Heaven” 5:12
6. “One More Last Song” 4:05
7. “My Life” 5:08
8. “Bows & Arrows” 3:43
9. “Cannons” 6:02
10. “Roses” 4:38

Related posts

Leave a Reply