Trending News

Blog Post

Album of the Day: Lily Allen – Sheezus
Album of The Day

Album of the Day: Lily Allen – Sheezus 

Nyentrik? Bisa jadi. Tapi jangan salah, karena dengan nyentriknya itu justru ia disukai. Lily Allen adalah satu nama kesatria wanita yang membuat nilai-nilainya sendiri, berjalan sesuai penetapan nilai tersebut, dan tak pernah takut untuk menyuarakannya dengan lantang. Sejak tahun 2006, Lily selalu menggetarkan dunia dengan musiknya yang berani. ‘Smile’ dan ‘LDN’ adalah percobaan pertama yang langsung memenangkan hati penikmat musik. I’m talking about triple platinum in UK for her debut “Alright, Still” as well as a Grammy nomination for Best Alternative Music Album. Apa yang lebih baik dari itu semua?

Penerimaan di awal karir tersebut membuat Lily semakin menggelora untuk meneruskan teriakannya. Ia sedikitpun tak ragu untuk mernuai kontroversi dan (mungkin) konfrontasi dengan ‘F**k You’, beragumen keras dengan ‘The Fear’, ataupun berlaku fun dengan ‘Not Fair’. Kesemuanya merupakan koleksi dalam album keduanya, “It’s Not Me, It’s You”. Dalam tahap ini, Lily sudah mencoba banyak ragam untuk memberi perisa bagi musiknya. Reggae, synthpop, juga folk diramunya dalam formulasi unik.

Dan bagaimana dengan album ketiganya? Setelah menunggu setidaknya 5 tahun, penggemar Lily akhirnya bisa kembali menikmati musik terbaru dari idola mereka. “Sheezus”, menampilkan 14 track pilihan yang dapat mengobati kerinduan penggemar. Penuhi hari-harimu dengan ‘Hard Out There’, ‘Air Balloon’, juga ‘Sheezus’. Pasalnya, Lily Allen mendapat tempat sebagai Artist Highlight kita bulan ini. Selamat menikmati dari CrativeDisc dan Warner Music Indonesia.

Released by: Warner Music Indonesia

Welcome back, miss Lily Allen. Setelah vakum cukup lama, akhirnya dia kembali lagi dengan album baru. Sempat muncul kekuatiran kalau Lily tidak berkecimpung lagi di dunia musik yang membesarkan namanya setelah mengambil hiatus di tahun 2009, selepas kesuksesan album sophomore-nya, It’s Not Me, It’s You. Syukurlah tahun lalu ia mengumumkan akan segera merilis album ketiganya dan kini kita bisa menyimak kreasi terbarunya dalam Sheezus.

Kita semua tahu kalau kekuatan Lily Allen itu tidak hanya terletak pada pop berkelas yang tidak pasaran namun juga tema-tema yang tidak biasa dan pemilihan lirik yang witty dan terkadang sarkastik. Dan itu sudah ditunjukkan Lily Allen dalam track pertama sekaligus judul album, Sheezus.

Ia tampaknya ingin mengkritisi tentang ketatnya dunia penyanyi perempuan di skena musik pop untuk mengambil tahta pemegang tampuk tertinggi. Dengan menyebutkan nama-nama seperti Rihanna, Katy Perry, Beyonce, Lorde dan Lady Gaga, lagu terdengar vulgar, namun justru tanpa tedeng aling-aling inilah yang menjadi kunci kekuatan. Meski begitu kritisi muncul karena lagu ini justru terdengar ambigu, apakah ia menolak persaingan yang ketat atau malah mendukung sistem Diva ini.

Terlepas dari itu, Lily Allen tampaknya ingin mencoba hadir dengan jauh lebih nge-pop dari biasanya. Bisa disimak dalam track “bubblegum pop” seperti dalam Air Balloon. Dengan melodi yang terdengar manis menggugah serta tentunya sangat catchy, Air Balloon memanglah sebuah anthem-pop yang kental. Akan tetapi ini Lily Allen yang kita bicarakan. Ia selalu punya cara untuk membuat lagunya tidak terdengar cheesy dan dihiasi dengan lirik yang kuat. Air Ballon merupakan single kedua untuk album ketiganya dan Shellback bertugas sebagai produser

Sementara Hard Out There. Ditulis oleh Allen bersama Greg Kurstin, Hard Out There akan kembali mengingatkan kenapa Allen merupakan salah satu penyanyi pop terbaik saat ini. Witty lyric, laidback tune, cozy synthpop yang dikemas dalam barisan melodi cathcy.

Yang pasti Sheezus masih menghadirkan omelan Lily Allen akan banyak hal, meski terkadang terasa berlebihan, seperti yang dituangkannya dalam Insincerely Yours I’m not your friend and I can’t pretend / Let’s be clear / I’m here to make money, money, money, yang jelas ditujukan buat para penggemarnya. Hey Lily, you big because of your fans!

Tapi sudahlah. Bukan Lily Allen namanya jika bukan tidak jujur dan blak-blakan. Kita maklumi saja. Siapa pun salah di mata Lily, kecuali…..dirinya, atau suaminya, atau anaknya, haha. Mari kita memberi penekanan pada aspek artistik lagu-lagu yang dipersembahkannya di album ini.

L8 CMMR atau Our Time merupakan classic Lily. Sementara itu ada power pop dengan semangat rock dalam Take My Place. Country dalam As Long as I Got You, meski di chorus ia kembali ke gaya quirky ala Lily. Chilling RnB dalam Close Your Eyes. Hip-hop dalam Silver Spoon, meski memang berbalut bubblegum pop, sehingga terdengar lebih accessible.

Dan yang merindukan Lily Allen dalam lagu bertempo Reggae ia masih menyediakan lagu seru seperti Life For Me. Jangan lewatkan pula interprestasi menyentuhnya akan hits klasik milik Keane, Somewhere Only We Know. Lily Allen yang kini menghadirkan versi yang lebih minimalis dimana piano dan biola menjadi instrumen utama. Dinyanyikan dengan lirih di awal dan penuh dengan semangat, meski tetap tak berlebihan, menjelang akhir. Hasilnya pun tak kalah menyentuh.

Sheezus mungkin bukan sebuah bukti jika Lily Allen menjadi lebih jauh lebih bijak atau dewasa. Ini mungkin bukanlah sebuah album coming-out-age milik Lily. Ia masih “membara” seperti sebelumnya. Tapi secara teknis ia jelas lebih matang dengan presisi dan detil yang lebih tertata rapi dan terjaga.

Sheezus, yang diplintir dari album Kanye West, Yeezus, merupakan bukti jika Lily Allen masih merupakan musisi pop terbaik saat ini. Ia menghadirkan barisan lagu yang tidak hanya cerdas (dan pedas) namun juga mampu mengkomposisikannya dengan menarik dan berkelas.

Sangat direkomendasikan!

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Sheezus” 3:54
2. “L8 CMMR” 3:24
3. “Air Balloon” 3:48
4. “Our Time” 4:19
5. “Insincerely Yours” 3:39
6. “Take My Place” 3:31
7. “As Long as I Got You” 3:23
8. “Close Your Eyes” 3:36
9. “URL Badman” 3:39
10. “Silver Spoon” 3:37
11. “Life for Me” 4:00
12. “Hard Out Here” 3:31
13. “Interlude”
14. “Somewhere Only We Know” (bonus track) Beard 3:28

Related posts

Leave a Reply