Trending News

Blog Post

Album of the Day: The Used – Imaginary Enemy
Album of The Day

Album of the Day: The Used – Imaginary Enemy 

Berbicara mengenai politik, itu sah-sah saja. Tapi jika pernyataan itu dilontarkan oleh band yang biasanya berbicara mengenai ketidaknyamanan diri sendiri, pengkhianatan, serta hal-hal personal lainnya bisa saja hal itu menjadi sebuah topik yang menarik. Tampaknya pendekatan itulah yang kini sedang dilakukan oleh band alternative rock asal Amerika Serikat, The Used. Setelah berdepresi ria melalui album “Vulnerable” pada tahun 2012 lalu, kini mungkin saat yang tepat bagi mereka untuk sedikit me-serius-kan diri melalui album “Imaginary Enemy”.

Entah sudah keberapa kalinya album ini kembali diproduseri oleh John Feldmann. Kenyamanan? Entahlah, namun sejauh ini baru satu kali Feldmann tidak ikut serta dalam produksi album The Used, yaitu saat mereka merilis “Artwork” di tahun 2009. Tetapi uniknya, menurut saya album “Imaginary Enemy” seperti mengingatkan saya akan masa-masa album “Artwork” yang terdengar begitu “ringan” dan lebih bersahabat dengan telinga masyarakat meskipun sisa-sisa eksperimen album “Vulnerable” masih terasa di album ini. Bedanya, kini endurance vokal Brett McCracken sudah kembali prima dibandingkan album “Vulnerable” yang terdengar setengah-setengah dan agak ogah-ogahan. Dan bukan album The Used rasanya kalau kita belum mendengar kata-kata seperti “bleed” atau “bleeding” di dalamnya. Tenang saja, telinga anda masih akan terpuaskan dengan kata-kata tersebut.

All revolutions are impossible until they happen, then they become inevitable” sebuah ungkapan politik yang didengungkan oleh aktivis Afrika Selatan bernama Albie Sachs membuka lagu “Revolution” yang (mungkin) berkisah mengenai inflasi dan Brett McCracken menginginkan adanya revolusi dimana seluruh komoditas dapat didapat dengan mudah dan tak ada orang yang sengsara. Seperti sebuah seruan akan kebijakan populis yang agak utopis, namun, yah.. Kita tahu hal tersebut agak tidak mungkin untuk tercapai. Track berikutnya, “Cry”, sedikit mengingatkan saya akan track lawas mereka yang berjudul “Empty With You”. Sangat radio-friendly dengan chorus yang meledak-ledak dan terkesan menumpahkan kebencian. Namun tampaknya The Used menunjukkan bahwa mereka memiliki apa yang kaum kapitalis dan proletar tak miliki, yaitu “El-Oh-Vee-Ee”. Dengan irama yang terdengar anthemic, terlihat jelas bahwa The Used mendedikasikan lagu ini untuk para kapitalis yang serakah. Sebuah tujuan yang jitu dalam melayangkan pernyataan politik.

Ode politik The Used berlanjut di dalam lagu “A Song to Stifle Imperial Progresion”, sebuah track agresif dengan sedikit pengaruh funk di chorusnya, bercerita tentang kritik The Used terhadap agresi Amerika Serikat dan manifestasi kekuasaan negara adidaya tersebut melalui perang. Dan track yang sarat akan pesan politik tersebut ditutup dengan komentar terkenal mantan presiden Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower mengenai military-industrial complex yang terkenal di dekade 1960an, sebuah argumen yang seolah-olah menegaskan bahwa apa yang diutarakan The Used kali ini bukanlah pepesan kosong belaka. Setelah bombardir pesan politik pada “A Song to Stifle Imperial Progresion”, kemudian muncullah erangan synthesizer dan gebukan drum yang terdengar anthemic mengiringi lagu “Generation Throwaway”, track favorit saya di album “Imaginary Enemy”. Bercerita tentang motivasi sosial dan positivisme, lagu ini bisa dibilang jarang kita temukan dalam diskografi The Used sebelumnya baik secara tema maupun secara musikalitas. Lagu seperti “Evolution” mungkin juga jarang anda rasakan pada karya The Used sebelumnya. Dengan didominasi permainan keyboard dan synthesizer dan tak ada drive-drive gitar berlebihan seperti apa yang mereka lakukan sebelumnya, rasanya mungkin ini adalah karya “tercantik” yang pernah The Used buat.

Sayangnya upaya The Used kali ini tidak berbuah manis. Banyak kritikus yang menyayangkan bahwa mereka kini terdengar makin pop. Banyak juga kritikus yang berpendapat bahwa mereka kini kehilangan passion dan sudah kehabisan energi dalam membuat musik. Namun menurut saya, para kritikus tersebut hanyalah memasang ekspektasi tinggi dari The Used namun meleset, tak lebih. Saya rasa The Used pun juga lelah memutar otak untuk mencari cara bagaimana “propaganda” yang mereka tebar kali ini dapat dipahami. Sehingga apabila mereka kini muncul dengan irama-irama anthemic seperti pada lagu “Generation Throwaway” atau “Make Believe”, anggap saja hal tersebut adalah semacam trial and error. Anggap saja “Imaginary Enemy” adalah sisi lain The Used yang akhirnya dapat kita lihat bersama. Memang, pesan-pesan politik yang mereka bawa kali ini terkesan dipaksakan, tapi mengapa harus menyambut hal tersebut dengan sikap pesimis? Mungkin para kritikus tersebut perlu menambahkan kata “santai” di dalam kamus hidup mereka. Dan tampaknya mereka tidak akan santai sampai The Used 1. Tidak melakukan bunyi-bunyian pop lagi 2. Mendapatkan produser selain John Feldmann.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Revolution” 4:04
2. “Cry” 3:30
3. “El-Oh-Vee-Ee” 3:32
4. “A Song to Stifle Imperial Progression (A work in progress)” 4:05
5. “Generation Throwaway” 3:05
6. “Make Believe” 3:27
7. “Evolution” 4:38
8. “Imaginary Enemy” 3:24
9. “Kenna Song” 4:20
10. “Force Without Violence” 5:23
11. “Overdose” (contains hidden track titled “Red Heart”) 14:41

Related posts

Leave a Reply