Quantcast

Gempuran Band Band Metal Papan Atas di Hammersonic 2014

By - 5 years ago in Concerts Review

HAMMERSONIC, yang disebut-sebut sebagai Festival Metal terbesar di South East Asia kembali sukses digelar pada hari Minggu, 27 April 2014 yang lalu. Tak kurang dari 30 band papan atas dalam dan luar negeri meramaikan festival metal yang memasuki tahun ke-3 penyelenggaraannya, yaitu : KREATOR (Germany), BULLET FOR MY VALENTINE (Wales, UK), HATEBREED (Connecticut USA), MORBID ANGEL (Florida, USA), FLESHGOD APOCALYPSE (Italy), BELPHEGOR (Austria), ORIGIN (Kansas, UK), IMPIETY (Singapore), KING PARROT (Australia), BURGERKILL, SIKSAKUBUR, JASAD, KOIL, MALIGANT MONSTER (Australia), DISENTOMB (Australia), CLAIM THE THORNE (Australia), DOWN FOR LIFE, REVENGE, CROMOK, FINAL ATTACK, RAJASINGA, ALICE, SURI, PARAU, FUNERAL INCEPTION, DEVADATA, DJIN, GIGANTOR, PAPER GANGSTER, dan DEADLY WEAPON.

Tahun ini seperti penyelenggaraan pertama di 2012 Hammersonic kembali diadakan di Lapangan D Senayan, Jakarta dan diadakan satu hari penuh, dari pagi sampai tengah malam dengan 2 panggung ; Hammer Stage dan Sonic Stage yang letaknya berdampingan. Tahun lalu, Hammersonic diadakan di Ecopark, Ancol dan berlangsung selama 2 hari.

Pagi itu kawasan Senayan sudah sangat ramai sekali dengan para metalheads yang akan menyaksikan festival metal ini. Walaupun gate masuk baru dibuka pada jam 10:00, mereka sudah mulai tertib untuk antri di pintu masuk dari jam 9 pagi,. Tepat pada pukul 11:00 AM, Festival pun dimulai, PISTON, juara audisi band Hammersonic tampil di Hammer stage, disusul oleh Deadly Weapon di Sonic Stage. Hujan deras sempat turun sekitar setengah jam dan menghentikan gelaran festival ini ketika Maligant Monster sudah bersiap tampil.

Setelah hujan berhenti, mendekati sore penonton semakin memadati Lapangan D Senayan. Walaupun venue penuh dengan lumpur, para metalheads tetap bersemangat untuk moshing atau membentuk circle pit. Adalah KING PARROT Yang menjadi highlight dari line-up di sore hari itu. Band Metal asal Melbourne ini cukup atraktif dan enerjik. Sang vocalist, Matt Young sampai turun panggung, bernyanyi serta melakukan body surfing di kerumunan penonton.

Beranjak malam, crowd semakin sesak. Lapangan D senayan terlihat sangat padat. Gempuran distorsi dari band-band metal yang masih tersisa silih berganti menghajar Hammer dan Sonic Stage. KOIL, SIKSA KUBUR dan BURGERKILL seperti biasa menjadi band-band yang cukup dinantikan kehadirannya. Mereka bergantian tampil masing-masing selama kurang lebih setengah jam, kemudian disusul oleh ORIGIN (USA), FLESHGOD APOCALYPSE (Italy) dan BELPHEGOR (Austria). Band Death Metal legendaris asal Florida, MORBID ANGEL juga tidak ketinggalan. David Vincent dan kawan-kawan sukses melepaskan kerinduan penggemarnya selama 45 menit di Hammer stage.

Festival kemudian menyisakan 3 band yang paling ditunggu-tunggu dan merupakan Headliner dari penyelenggaraan Hammersonic tahun ini, yaitu : HATEBREED, BULLET FOR MY VALENTINE dan Band Thrash Metal legendaris KREATOR.

HATEBREED, band hardcore asal Connecticut USA tampil di Sonic Stage tepat jam 11:00 PM. Band yang digawangi oleh Jamey Jasta (Vocal), Chris Beattie (Bass), Wayne Lozinak (Gitar), Matt Byrne (Drum), dan Frank Novinec (Gitar) langsung menggila dengan lagu pembuka “Put it to The Torch”, disusul dengan “Honor Never Dies”, dan “Never Let it Die”. Jamey Jasta sempat mengucapkan appresiasinya kepada penonton, “It’s great to be back, what a nice welcome..!. Terlihat crowd semakin beringas, mereka tanpa henti ber-sing a long di setiap lagu yang dibawakan, serta membuat circle pit berkali-kali setiap kali Jamey Jasta memerintahkan utk membuat Circle Pit. Hatebreed sangat mengerti dengan keinginan fans yang telah menunggu lama. Lagu-lagu seperti “Live for This”, “Perseverance”, “Tear It Down”, “I Will Be Heard”, “Proven” juga ikut dibawakan oleh mereka. Hatebreed juga sempat meng-cover satu nomor dari Slayer yang berjudul ‘Ghost Of War”. Di penghujung show, Jamey Jasta mengucapkan terima kasih kepada penonton dan berjanji akan datang lagi untuk set yang lebih panjang. Hatebreed kemudian menutup penampilan atraktif mereka malam itu dengan “Destroy Everything” yang menciptakan koor massal di tengah penonton.

Setelah HATEBREED turun panggung, Hammer Stage langsung menghadirkan salah satu band Heavy Metal yang juga sudah ditunggu-tunggu. Yup, BULLET FOR MY VALENTINE (BFMV). Band asal Wales, UK yang beranggotakan Matthew “Matt” Tuck (Vokal/Gitar), Michael “Padge” Paget (Lead Gitar), Michael “Moose” Thomas (Drums) dan Jason James (Bass) menciptakan euphoria yang tak kalah hebat dibandingkan HATEBREED yang tampil sebelumnya. Band yang diawal terbentuknya di tahun 1998 bernama JEFF KILLED JOHN dan sering meng-cover Nirvana dan Metallica ini membawakan 10 lagu di set listnya, diantaranya “Raising Hell”, “Scream Aim Fire”, “Your Betrayal”, “The Last Fight”, dan “Temper Temper”. Seperti yang sering terjadi di konser-konser nya, BFMV meng-cover “Creeping Death”-nya Metallica malam itu, yang di bumbui oleh Gitar Matt Tuck yang putus senarnya. BFMV akhirnya menutup penampilannya malam itu dengan nomor hit-nya, “Tears Don’t Fall”.

Hammersonic 2014 akhirnya sampai pada line-up terakhirnya, yaitu KREATOR. Band Thrash Metal Legendaris asal Essen, Germany ini naik panggung pada pukul 01:10 AM, mundur satu jam dari schedule awal. Terlalu malam memang, tapi apa daya, hujan yang turun di siang hari membuat hal ini terjadi. Ini adalah kali kedua KREATOR datang ke Jakarta, setelah kedatangan pertama pada September 2005 silam. Setelah intro, Mille Petrozza dan kawan-kawan langsung menghadirkan “Phantom Antichist” dari album terakhir mereka yang berjudul sama (Phantom Antichrist, 2012). Selanjutnya, Kreator mencampur lagu-lagu lama (Old School) dan lagu-lagu baru dalam setlist mereka malam itu antara lain ; “From Flood Into Fire” (Phantom AntiChrist, 2012), “Coma of Soul Intro”, “Endless Pain” (Endless Pain, 1985), “Pleasure To Kill (Pleasure To Kill, 1986), Hordes of Chaos (Hordes Of Chaos, 2009) People Of The Lie (Coma Of Souls, 1990), Phobia (Outcast, 1997), Enemy of God (Enemy of God, 2005) dan Violent Revolution (Violent Revolution, 2001). Ditengah-tengah konser, Mille Petrozza mengungkapkan apresiasi kepada penonton malam itu, “Thank you people very much, how do you feel..?. Listen up..This is very special for Kreator because we do not come to Indonesia every year, right?. Unfortunately not.. And I just wanna tell you one thing, this is to us is not another show, this is very special”, yang disambut applause meriah dari para metalhead.

KREATOR malam itu sangat patut diacungi jempol, tetap garang dan berenergi seperti biasanya, walaupun malam sebelumnya juga menjadi line-up di Festival Metal di Pulp Summer Slam 2014 di Quezon City, Filipina bersama BULLET FOR MY VALENTINE dan HATEREED. Milland “Mille” Petrozza (vokal/gitar), Christian Giesler (Bass), Jurgen “Ventor” Reil (Drum) dan Sami Yli-Sirniö (Lead Gitar) seakan-akan tidak mengenal kata lelah. Selama satu jam mereka menghajar telinga metalhead di Hammersonic Festival. KREATOR akhirnya menutup gelaran Hammersonic dengan “Flag Of Hate” (Endless Pain, 1985) & “Tormentor” (Pleasure to Kill, 1986) yang di jadikan medley.

Overall, Hammersonic Festival kali ini tetap menjadi Festival Musik Metal yang pantas kita banggakan. Mendatangkan Band-band Metal papan atas dalam satu festival yang berskala besar di region Asia Tenggara bukanlah suatu pekerjaan gampang. Butuh perencanaan yang benar-benar matang. Revision Live sebagai promotor dan didukung oleh sponsor-sponsor sanggup melaksanakannya. THUMBS UP..!!

Text : Budi Susanto
Photo by : Budi Susanto for Hammersonic Festival 2014

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review Reviews | August 15, 2019 By

The Vamps Tampil Maksimal Puaskan Vampettes Indonesia

Concerts Review | August 7, 2019 By

Menjejaki Jalan Kenangan Bareng Westlife di ‘The Twenty Tour’

Concerts Review | August 5, 2019 By

Greyson Chance Guncang The Pallas dengan Album Portraits